MARKET DATA

Harga Emas Mendekati US$ 4.200, Masih Bisa Melonjak Lagi?

mae,  CNBC Indonesia
06 July 2026 06:40
Emas
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga Emas mulai membaik didorong oleh data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) serta perdamaian di Timur Tengah.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada hari ini, Senin (6/7/2026) pukul 06.19 WIB ada di US$ 4187,29. Harganya menguat 0,3%. Emas kini menuju ke level US$ 4.200 per troy ons lagi.

Penguatan ini menjadi kabar baik setelah emas melonjak 1,26% pada Jumat pekan lalu (3/7/3036). Sepanjang pekan lalu, harga emas juga naik 2,2%


Reli harga emas didorong oleh perlambatan tajam perekrutan tenaga kerja di Amerika Serikat pada Juni. Reaksi kenaikan harga tersebut dinilai masih wajar untuk sementara waktu karena pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan alat CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 54%, turun dari 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi opportunity cost atau biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

JPMorgan Merevisi Prospek Harga Emas

JPMorgan merrvisi perkiraan harga emas dengan memangkas target harga pada akhir 2026 dari US$6.000 menjadi US$4.500 per troy ons.

Bank investasi asal Amerika Serikat (AS) ini menyebut keputusan itu dipicu oleh permintaan yang lebih lemah dari perkiraan dari para pembeli utama serta risiko kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

 

Pada Juni lalu, JPMorgan masih memperkirakan harga emas akan mencapai US$6.000 per ounce pada akhir tahun.

Kini, bank tersebut memproyeksikan emas akan diperdagangkan di kisaran US$4.300 per troy ons. pada kuartal III 2026 dan naik menjadi sekitar US$4.500 per troy ons. pada kuartal IV 2026.

Sebagai pengingat, emas sempat mencetak rekor harga baru pada Januari tahun ini dengan menembus US$5.000 per troy ons. Namun, pada Maret, para analis melaporkan bahwa logam mulia tersebut mengalami tren penurunan terpanjang dalam sejarah.

Analis JPMorgan menyebut faktor utama di balik revisi proyeksi tersebut adalah permintaan emas yang lebih rendah dari perkiraan.

Di sisi lain, JPMorgan menilai risiko terhadap proyeksi baru masih cenderung mengarah ke penurunan.

Jika data ekonomi Amerika Serikat lebih kuat dari ekspektasi, The Fed berpotensi menaikkan suku bunga lebih cepat. Kondisi tersebut biasanya menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga atau kupon.

 

Meski demikian, JPMorgan tetap mempertahankan pandangan positif (bullish) untuk jangka panjang. Bank tersebut memperkirakan harga emas akan kembali melanjutkan kenaikan mulai 2027, didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari bank-bank sentral serta akumulasi cadangan devisa secara struktural.

Selain emas, JPMorgan juga memproyeksikan:

  • Harga rata-rata perak berada di kisaran US$60-65 per ounce.
  • Platinum diperkirakan mencapai sekitar US$1.800 per ounce pada akhir 2026 dan US$1.950 per ounce pada akhir 2027.
  • Paladium diproyeksikan berada di sekitar US$1.350 per ounce pada akhir 2026 dan rata-rata US$1.300 per ounce sepanjang 2027.

Emas Masih Bersaing dengan Bitcoin

Revisi proyeksi JPMorgan muncul di tengah perdebatan mengenai peran emas dan Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

Secara khusus, European Central Bank melaporkan bahwa untuk pertama kalinya, porsi emas dalam cadangan devisa global telah melampaui kepemilikan obligasi pemerintah Amerika Serikat. Hal ini menandai perubahan bersejarah dalam komposisi aset cadangan dunia.

Di sisi lain, analis JPMorgan Nikolaos Panigirtzoglou sebelumnya menyatakan bahwa dalam jangka panjang, Bitcoin memiliki potensi kenaikan yang lebih besar dibandingkan emas. Ia memperkirakan nilai wajar mata uang kripto terbesar di dunia itu dapat mencapai US$266.000.

Namun, pandangan tersebut tidak disepakati semua pihak. Pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio, mengatakan bahwa bitcoin tidak akan pernah menggantikan emas.

 

Sementara itu, salah satu pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menilai kinerja Bitcoin yang tertinggal dibandingkan emas disebabkan oleh terbatasnya likuiditas dolar AS di pasar global.

Level-level penting yang perlu diperhatikan dari harga emas saat ini antara lain:

  • Skenario Bullish

Jika harga menembus US$4.300 disertai volume transaksi yang kuat maka ada potensi berlanjut ke US$4.800

Skenario ini kemungkinan dipicu oleh perubahan sikap The Fed yang lebih dovish atau meningkatnya ketegangan geopolitik.

  • Skenario Bearish
    Jika harga turun dan bertahan di bawah US$3.960 maka ada peluang penurunan menuju US$3.800 hingga US$3.600.

Kondisi ini kemungkinan terjadi apabila data ekonomi Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan sehingga meningkatkan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed yang lebih agresif.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

Harga perak kini melambung lagi.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada hari ini, Senin (6/7/2026) pukul 06.19 WIB ada di US$ 63,15. Harganya menguat 1,2%.

Penguatan ini menjadi kabar baik setelah harga perak melonjak 7,03% dalam empat perdagangan terakhir.



Most Popular
Features