Peneliti Pecahkan Misteri Lama Jam Tidur yang Cukup Bagi Manusia
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pekerja di Indonesia secara umum memiliki jam kerja sebanyak 8 jam per hari. Lantas apakah jumlah jam kerja tersebut ideal atau cukup?
Robert Owen, seorang pekerja di bidang tekstil asal Wales pada 1817 memberikan gagasannya membagi antara jam kerja, rekreasi, dan tidur yang cukup.
"Delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, delapan jam istirahat," kata Robert Owen, dikutip dari The Economist.
Tapi apakah gagasan tidur 8 jam adalah yang dibutuhkan oleh manusia agar bisa kembali produktif bekerja?
Kurang tidur tentu bisa menjadi masalah, seperti dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, peningkatan stres, dan suasana hati yang buruk. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan penurunan kognitif, gangguan kejiwaan, dan bahkan kematian dini, tetapi terlalu banyak tidur juga bisa berbahaya bagi Anda.
Bukti menunjukkan hubungan berbentuk U antara kesehatan dan durasi tidur, dengan kurang tidur dan tidur berlebihan sama-sama lebih buruk daripada kisaran tengah yang optimal. Pada tahun 2015, dua studi besar mencoba untuk mengetahui secara tepat di mana kisaran tersebut berada. Studi pertama, yang diterbitkan dalam Sleep Health, menilai 575 studi yang diterbitkan antara tahun 2004 dan 2014.
Untuk mereka yang berusia 18-64 tahun, jumlah tidur yang direkomendasikan adalah antara 7 dan 9 jam per malam, tetapi turun menjadi hanya 7 atau 8 jam untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun. Studi kedua, yang diterbitkan dalam Sleep, menganalisis 311 studi.
Studi ini menyimpulkan bahwa sekitar 7 jam tidur adalah target terbaik, tetapi mencatat ketidakpastian tentang efek negatif dari tidur lebih lama dari 9 jam secara teratur. Sebuah studi yang lebih baru, yang diterbitkan di Nature pada 13 Mei 2026 lalu, menyempurnakan perkiraan ini dengan mempelajari efek durasi tidur pada bagian tubuh tertentu.
Para penulisnya menggunakan gagasan "jam biologis", yang mencoba untuk mengetahui apakah fisiologi seseorang berada dalam kondisi yang lebih baik atau lebih buruk daripada yang ditunjukkan oleh usia kronologis mereka.
Para peneliti menerapkan konsep tersebut pada organ-organ individu. Seseorang dengan patologi otak, misalnya, mungkin memiliki "usia otak" yang lebih tinggi daripada usia sebenarnya, jelas Junhao Wen, seorang ahli neurosains komputasional di Universitas Columbia dan seorang yang mengaku mudah terbangun saat tidur, yang memimpin penelitian ini. Seseorang yang aktif berolahraga mungkin memiliki otot yang terlihat lebih muda dari usianya.
Dr. Wen dan timnya melacak hubungan antara durasi tidur dan 23 jam biologis yang berbeda pada 500.000 orang dewasa (sebagian besar data berasal dari UK BioBank, sebuah basis data besar).
Mereka menemukan pola berbentuk U di sembilan sistem tubuh, termasuk otak, paru-paru, hati, dan kulit. Temuan mereka menunjukkan bahwa jumlah tidur optimal adalah 6,5-7,8 jam untuk wanita dan 6,4-7,7 jam untuk pria.
Mereka yang kesulitan mendapatkan istirahat malam yang cukup tidak perlu putus asa. Menerapkan hasil tingkat populasi ke kehidupan individu itu rumit, pertama. Kedua, memisahkan sebab dan akibat bukanlah hal yang mudah.
Apakah beberapa organ menua sebelum waktunya karena pemiliknya kurang tidur? Atau adakah faktor lain yang menyebabkan penuaan dan kurang tidur? Selain itu, kata Michael Grandner, seorang psikiater di Universitas Arizona, durasi hanyalah salah satu ukuran. Kualitas, keteraturan, dan kontinuitas tidur juga penting.
Saran Dr. Garner adalah, "Jangan panik dengan angka tertentu, kecuali jika itu angka yang sangat tidak biasa," ujarnya.
Itu tampak seperti nasihat yang bijak. Salah satu ironi tidur adalah bahwa mengkhawatirkannya justru dapat memperburuk keadaan.
Sebuah survei tahun 2025 dari American Academy of Sleep Medicine menemukan bahwa 76% responden kehilangan tidur karena kekhawatiran tentang tidur. Dr. Wen menyarankan untuk mendengarkan apa yang dikatakan tubuh Anda, dan mendapatkan tidur yang cukup sehingga Anda merasa segar saat bangun.
Dengan kata lain, usahakan tidur enam hingga delapan jam setiap malam, tetapi jangan terlalu terpaku pada angka pastinya.
(ras/ras) Addsource on Google