Cemas! Lembaga Dunia Mulai Pangkas Proyeksi Harga Emas & Perak
Harga perak juga tak kunjung membaik.
Merujuk Refinitiv, harga perak pada hari ini, Senin (22/6/2026) pukul 06.23 WIB ada di posisi US$ 64,81 atau turun 0,15%.
Harga perak pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (19/6/2026) ditutup di posisi US$ 64,9 per troy ons. Harganya jatuh 1,39%.
Pelemahan ini memperpanjang tren negatifnya di mana harga perak jatuh 7,5% dalam tiga hari beruntun.
Narasi populer tentang perak menyebut defisit pasokan yang terjadi selama enam tahun berturut-turut membuat harga hampir pasti naik. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu.
Meski pasar perak masih mengalami defisit 46,3 juta ons pada 2026, harga logam ini sempat anjlok sekitar 44% dari rekor tertingginya tahun ini. Berbeda dengan emas yang didukung pembelian bank sentral, perak lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi global dan pergerakan suku bunga sehingga volatilitasnya jauh lebih tinggi.
Saat ini harga perak berada di sekitar US$70 per ons. Proyeksi analis untuk akhir 2026 sangat beragam, mulai dari skenario bearish di US$44 hingga skenario bullish mencapai US$150 per ons. Konsensus pasar memperkirakan harga berada di kisaran US$79,5-81 per ons.
Di sisi lain, permintaan investasi fisik diperkirakan melonjak 20% menjadi 227 juta ons, sementara stok di atas permukaan tanah telah berkurang sekitar 762 juta ons sejak 2020 akibat defisit pasokan yang terus berlanjut.
(mae/mae) Addsource on Google