MARKET DATA

Gawat! Harga Emas Kehilangan Arah, Diramal Gak Bakal Tembus US$ 4.900

mae,  CNBC Indonesia
03 June 2026 06:49
Emas
Foto: Pexels/Elias Tigiser

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas sangat volatile di tengah sikap pelaku pasar yang terus memantau perkembangan konflik Timur Tengah dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) untuk melihat dampaknya terhadap kebijakan moneter.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (2/6/2026) ditutup di posisi US$ 4484,59 per troy ons atau menguat 0,03%.

Penguatan ini berbanding terbalik dengan pelemahan 1,16% pada Senin.

Kendati demikian, harga emas jatuh pada hari ini. Pada Rabu (3/6/2026) pukul 06.31 WIB, harga emas ada di US$ 4469,76 per troys on atau melemah 0,33%.


Analis Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan arah harga emas kini bergantung pada pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan dolar AS yang semuanya terkait situasi Timur Tengah.

Menurutnya, pasar emas saat ini masih kehilangan arah dan investor menunggu sinyal baru, terutama dari perkembangan konflik di Timur Tengah.

"Bagi saya, agar kembali bullish terhadap emas, pasar perlu melihat munculnya momentum kenaikan baru yang menunjukkan pembeli mulai kembali masuk. Namun saat ini pasar tampak kehilangan arah, dengan pelaku pasar masih menunggu petunjuk, terutama dari Timur Tengah." Tutur Fawad, dikutip dari Refinitiv.

Media Iran melaporkan Teheran sedang meninjau proposal kesepakatan dengan AS untuk menghentikan perang, meski belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari terakhir. Laporan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi masih berlangsung.

Sejak konflik dimulai, harga emas berada di bawah tekanan akibat lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tetap tinggi.

Meski emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung melemah saat suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Data penting minggu ini mencakup laporan tenaga kerja ADP pada Rabu dan payroll AS pada Jumat. Pasar akan mencermati data tersebut untuk mencari petunjuk arah kebijakan Federal Reserve.

Data terbaru menunjukkan lowongan pekerjaan AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada April, meski perekrutan melambat akibat ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung.

Commerzbank memperkirakan harga emas berada di US$4.800 per troy ounce pada akhir tahun ini, turun dari proyeksi sebelumnya US$5.000. Namun bank itu tetap mempertahankan proyeksi US$5.200 pada akhir 2027 dan menilai faktor fundamental pendukung emas masih kuat.

"Selain penurunan proyeksi harga emas, lemahnya permintaan industri terhadap perak juga mengindikasikan harga perak yang sedikit lebih rendah," tulis Commerzbank.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

Harga perak ikut bergejolak.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (2/6/2026) ditutup di posisi US$ 75,11 per troy ons atau naik 0,41%.

Kendati demikian, harga perak ambles pada hari ini. Pada Rabu (3/6/2026) pukul 06.36 WIB, harga perak ada di US$ 74,3 per troy on atau jatuh 1,08%.



Most Popular
Features