MARKET DATA

Tak Disangka, Orang RI Katam Berbahasa Tersulit di Dunia Sejak Kecil

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
31 May 2026 13:00
Bayi Baru Lahir Dikenakan Pelindung Wajah. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)
Foto: Bayi Baru Lahir Dikenakan Pelindung Wajah. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mempelajari bahasa asing menuntut alokasi waktu yang bervariasi bergantung pada bahasa ibu sang pelajar. Berdasarkan data yang dirilis Voronoi, terdapat klasifikasi tingkat kesulitan berbagai bahasa bagi penutur asli bahasa Inggris.

Pemeringkatan ini disusun menggunakan kategori dan estimasi waktu studi dari Effective Language Learning serta Rosetta Stone, yang secara langsung mengacu pada standar Foreign Service Institute. Tingkat kesulitan sangat berkorelasi dengan kedekatan sebuah bahasa target terhadap bahasa Inggris.

Faktor utama penentu durasi pembelajaran mencakup kosakata, struktur tata bahasa, sistem pelafalan bunyi, dan aksara yang digunakan. Kesenjangan waktu belajar yang tercatat antar kategori tergolong substansial.

Karakteristik Bahasa Kategori I dan II

Bahasa dalam Kategori I umumnya memerlukan waktu studi 24 hingga 30 minggu bagi penutur bahasa Inggris untuk mencapai tingkat kemahiran kerja profesional. Bahasa dalam kelompok ini antara lain bahasa Spanyol, Prancis, Italia, Belanda, dan Swedia.

Kemudahan relatif ini dikarenakan bahasa tersebut masih menggunakan alfabet Latin serta berbagi akar kosakata serupa dengan bahasa Inggris melalui rumpun bahasa Jermanik atau Roman.

Hal ini menjadi alasan mendasar mengapa bahasa Eropa mendominasi popularitas pada aplikasi pembelajaran bahasa global. Sementara itu, Kategori II mencakup bahasa seperti bahasa Jerman, Indonesia, Melayu, dan Swahili yang membutuhkan estimasi waktu pembelajaran lebih lama, yakni 36 minggu.

Tantangan Ekstra pada Bahasa Kategori III

Kategori III diisi oleh kelompok bahasa yang memiliki jarak linguistik yang lebih jauh dari bahasa Inggris. Untuk menguasai bahasa pada tingkat ini, pelajar harus mendedikasikan waktu 44 minggu, atau hampir 2 kali lipat lebih lama dibandingkan bahasa di Kategori I.

Contoh bahasa dalam kelompok ini meliputi bahasa Rusia, Yunani, Hindi, Turki, serta Vietnam. Tingkat kesulitan pada kategori ini bersumber dari penggunaan struktur tata bahasa yang tidak lazim bagi penutur bahasa Inggris.

Beberapa bahasa juga menggunakan alfabet alternatif atau pola pelafalan yang membutuhkan adaptasi kognitif lebih panjang karena pada dasarnya kurang intuitif.

Kompleksitas Puncak di Kategori IV

Tingkat kesulitan tertinggi berada pada Kategori IV yang diklasifikasikan sangat sulit bagi penutur bahasa Inggris. Untuk dapat mencapai kemahiran profesional, pelajar wajib mengalokasikan waktu 88 minggu pembelajaran intensif.

Durasi tersebut memakan waktu hampir 4 kali lipat lebih panjang dibandingkan kategori termudah. Bahasa Arab, Mandarin, Kanton, Jepang, dan Korea mendominasi daftar ini karena menghadirkan rintangan linguistik secara bersamaan.

Bahasa Mandarin dan Kanton mengharuskan penguasaan sistem nada. Bahasa Jepang mengintegrasikan beberapa sistem penulisan, bahasa Korea memiliki struktur tata bahasa yang sangat spesifik, dan bahasa Arab menggunakan sistem aksara yang sepenuhnya berbeda dari alfabet Latin.

-

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular