Bikin Amerika Ketakutan, Cek Daftar Negara Penghasil Uranium Terbesar
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang yang terjadi di Timur Tengah membuat Iran kembali disorot, setelah pada Maret lalu, cadangan uranium Iran kembali menjadi perhatian dunia.
Laporan terbaru dari International Atomic Energy Agency (IAEA) mengungkap bahwa negara tersebut memiliki uranium yang telah diperkaya hingga tingkat 60%.
Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan operasi darat berisiko tinggi untuk mengamankan persediaan uranium Iran yang telah diperkaya hingga tingkat tinggi.
Presiden AS, Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk mengerahkan pasukan khusus di darat guna merebut uranium Iran yang hampir mencapai tingkat grade senjata nuklir, seiring meningkatnya kekhawatiran para pejabat bahwa persediaan tersebut mungkin telah dipindahkan. Hal ini disampaikan oleh tiga pejabat diplomatik yang mengetahui pembahasan tersebut.
Selain itu, uranium juga kembali disorot karena dapat berpotensi digunakan untuk senjata nuklir. Banyak masyarakat di dunia khawatir bahwa kebijakan pelarangan penggunaan nuklir untuk persenjataan kerap dapat dilanggar jika perang tak kunjung berakhir.
Uranium dengan kadar sekitar 90% umumnya dikategorikan sebagai uranium tingkat senjata (weapons-grade uranium). Karena itu, uranium dengan pengayaan hingga 60% dianggap berada pada tingkat yang sangat sensitif secara teknis.
Uranium juga merupakan bahan bakar utama dalam teknologi energi nuklir. Uranium digunakan dalam reaktor nuklir untuk menghasilkan listrik melalui proses fisi nuklir yang mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar.
Energi nuklir digunakan oleh sejumlah negara karena mampu menghasilkan listrik dalam skala besar dengan emisi karbon yang relatif rendah dibandingkan sumber energi fosil.
Namun sejatinya, uranium dapat dimanfaatkan untuk hal positif yakni sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Sekitar 10% listrik global dihasilkan oleh pembangkit energi yang kerap dianggap berbahaya oleh beberapa orang ini.
Lantas, di mana sajakah negara penghasil uranium terbesar di dunia? Berikut ini daftarnya, berdasarkan data dari Visual Capitalist dan World Nuclear Association.
Sayangnya, banyak negara yang produksi uraniumnya cenderung berkurang dalam periode 2015-2024. Hanya empat dari 10 negara yang masih mencatatkan peningkatan produksi uranium.
Kazakhstan tetap menjadi pemasok utama dengan selisih yang cukup besar, sementara negara-negara seperti Kanada dan Namibia telah dengan cepat memperluas produksi dalam beberapa tahun terakhir.
Negara yang berada di Asia Tengah dan Eropa Timur ini memproduksi 23.270 ton uranium pada 2024, yang menyumbang lebih dari sepertiga produksi global. Negara ini menggabungkan deposit uranium batupasir yang besar dengan teknik penambangan pemulihan in-situ berbiaya rendah, yang umumnya lebih murah dan membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja daripada penambangan konvensional.
Produsen yang didukung negara, Kazatomprom, juga telah membantu meningkatkan produksi secara efisien selama dekade terakhir. Kazakhstan juga menempati peringkat kedua secara global dalam cadangan uranium.
Meskipun produksi Kazakhstan menurun selama tahun-tahun pandemi, produksi kembali pulih dengan kuat pada tahun 2024 seiring dengan pulihnya permintaan dan harga uranium.
Sedangkan Kanada menduduki peringkat sebagai produsen uranium terbesar kedua di dunia pada 2024, dengan produksi meningkat menjadi 14.309 ton.
Produksi sebelumnya anjlok pada 2020, karena penutupan tambang dan kondisi pasar yang lemah, tetapi dimulainya kembali proyek-proyek besar seperti Cigar Lake dan McArthur River membantu mendorong pemulihan yang tajam.
Sementara itu di Namibia juga memperkuat posisinya sebagai pemasok utama, memproduksi 7.333 ton pada 2024. Negara ini telah muncul sebagai salah satu pemasok uranium dengan pertumbuhan tercepat di dunia, didukung oleh tambang terbuka besar dan meningkatnya investasi asing yang terkait dengan meningkatnya permintaan bahan bakar nuklir.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(chd/chd) Addsource on Google