MARKET DATA

Rupiah Ambruk di Pasar Luar Negeri, Dolar Tembus Rp17.800 - Rp 18.000

mae,  CNBC Indonesia
27 May 2026 10:38
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menyentuh level Rp18.000an/US$ di non-deliverable forward (NDF).

Merujuk Refinitiv, pada hari ini,Rabu (27/5/2026) pukul 10.16 WIB, nilai tukar mata uang Garuda telah mencapai Rp17.800/US$ bahkan Rp 18.000/US$1 atau merupakan posisi terendah sepanjang sejarah.

Untuk tenor 1 minggu (SW), kurs NDF berada di kisaran Rp17.832-17.840 per dolar AS, sementara tenor 1 tahun sudah menembus Rp18.228-18.245.

Nilai tukar rupiah di pasar NDFjauh lebih lemah dibandingkan pada penutupan perdagangan reguler terakhir sebelum libur Idul Adha, Selasa (26/5/2026) mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.775/US$ atau melemah 0,25%.

Untuk diketahui, NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.



Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Sebagai catatan, NDF adalah kontrak derivatif valas yang mirip forward. Bedanya, pada NDF tidak terjadi penyerahan mata uang pokok saat jatuh tempo.

Yang dibayarkan hanya selisih antara kurs yang disepakati di awal kontrak dengan kurs acuan saat jatuh tempo. Karena berbasis selisih, NDF banyak digunakan untuk lindung nilai, terutama ketika pelaku pasar ingin mengunci risiko pergerakan kurs tanpa harus membeli dolar di pasar spot.

Itulah sebabnya, ketika harga rupiah di NDF lebih lemah dari spot, pasar biasanya sedang memberi sinyal kehati-hatian. Pelaku pasar melihat risiko dan ketidakpastian masih tinggi, sehingga permintaan lindung nilai meningkat dan ekspektasi kurs ke depan ikut terdorong lebih lemah.

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular