MARKET DATA

10 Dinasti Bisnis Terbesar Amerika: Tajir Melintir Tapi Misterius

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
23 May 2026 16:00
Businessman Charles Koch is seen in this undated handout photo. REUTERS/Koch Brothers
Foto: Charles Koch, CEO Koch Industries (REUTERS/Koch Brothers)

Jakarta, CNBC Indonesia - Forbes telah merilis daftar perusahaan keluarga yang privat tau bukan perusahaan terbuka dengan valuasi tertinggi di Amerika Serikat pada  2026. Sebelumnya, pemeringkatan dilakukan hanya berdasarkan pada metrik total pendapatan tahunan saja.

Pengukuran skala bisnis melalui estimasi valuasi ini memberikan perspektif baru, di mana tiga perusahaan teratas berhasil mencetak valuasi menembus US$100 miliar. Angka tersebut sukses melampaui nilai sejumlah perusahaan rintisan teknologi terkemuka seperti SpaceX dan OpenAI.

Perusahaan keluarga ini bergerak di sektor ekonomi fundamental, mulai dari jaringan swalayan hingga produk konsumsi, dengan operasional yang tersebar di 16 negara bagian.

Mayoritas entitas ini cenderung tidak menonjolkan diri di hadapan publik. Seluruh perusahaan dalam daftar ini dikendalikan oleh keluarga pendiri hingga generasi kedua atau lebih, tanpa menyertakan entitas yang masih dipegang secara eksklusif oleh pendiri generasi pertama.

Dominasi Konglomerasi Industri dan Barang Konsumsi

Menempati posisi puncak adalah Koch dengan estimasi valuasi US$185 miliar. Konglomerasi asal Wichita, Kansas ini dirintis oleh Fred Koch pada tahun 1940 setelah menemukan metode penyulingan minyak baru.

Saat ini, 84% saham perusahaan dipegang oleh keluarga Charles dan Julia Koch. Entitas berpendapatan US$125 miliar ini telah berekspansi ke sektor bahan kimia, perangkat lunak, hingga produk kertas komersial.

Posisi kedua diisi oleh Mars dengan valuasi US$121 miliar. Dirintis oleh Frank Mars pada tahun 1911, produsen cokelat M&M's ini masih dikuasai 100% oleh keluarga pendiri. 

Mars terus melakukan diversifikasi secara agresif ke sektor perawatan hewan dan sukses mengakuisisi Kellanova senilai US$36 miliar untuk menambah portofolio merek populer mereka.

Raksasa Sektor Keuangan, Ritel, dan Agrikultur

Fidelity Investments menempati urutan ketiga dengan valuasi US$107 miliar. Perusahaan yang berdiri pada tahun 1946 ini mengelola aset senilai US$17,9 triliun. Dipimpin oleh generasi ketiga, Fidelity dikenal sebagai pelopor pembelian reksa dana via telepon dan peluncuran platform kripto pada tahun 2018. Keluarga Johnson memegang 49% saham dan 51% sisanya dimiliki oleh karyawan perusahaan.

Publix menduduki posisi keempat dengan nilai US$63,1 miliar. Didirikan di Florida pada tahun 1940, perusahaan ini sekarang mengoperasikan lebih dari 1.400 gerai swalayan di delapan negara bagian, dengan 20% sahamnya masih dimiliki keluarga Jenkins.

Cargill menempati peringkat kelima dengan valuasi US$58,7 miliar. Sebagai entitas tertua dalam daftar yang eksis sejak tahun 1865, Cargill mencatatkan pendapatan US$154 miliar. Bisnisnya mencakup agrikultur dan manajemen risiko komoditas, dengan 88% saham dikuasai secara kolektif oleh lebih dari 100 anggota keluarga.

Ekspansi Restoran Cepat Saji dan Media

Chick-fil-A berada di posisi keenam dengan valuasi US$46,1 miliar. Rantai restoran berpendapatan US$10,3 miliar ini sepenuhnya dimiliki keluarga Cathy sejak tahun 1967. Meski mempertahankan kebijakan tutup beroperasi setiap hari Minggu, perusahaan ini tetap agresif berekspansi ke pasar internasional seperti Inggris dan Singapura.

Cox Enterprises menempati urutan ketujuh dengan valuasi US$35,8 miliar. Berawal dari bisnis surat kabar pada tahun 1898, perusahaan berpendapatan US$23,1 miliar ini merambah ke media penyiaran kabel dan radio. Saat ini, mereka memproses penjualan unit kabel senilai US$21,9 miliar yang masih menunggu persetujuan regulator di California.

Jaringan Kebutuhan Rumah Tangga dan Distribusi

Di peringkat kedelapan terdapat SC Johnson dengan valuasi US$29,8 miliar. Berdiri pada tahun 1886, perusahaan berpendapatan US$13 miliar ini memproduksi berbagai merek rumah tangga ternama seperti Windex dan Ziploc, dengan struktur kepemilikan 100% berada di tangan keluarga Johnson.

Posisi kesembilan dipegang oleh H-E-B, jaringan swalayan asal Texas bervaluasi US$27,4 miliar. Dirintis pada tahun 1905 hanya bermodal US$60, perusahaan berpendapatan US$49,6 miliar ini memiliki 87% saham yang secara operasional dikuasai oleh keluarga Butt.

Reyes Holding melengkapi sepuluh besar dengan valuasi US$24,5 miliar. Bermula dari bisnis distributor bir pada tahun 1976, entitas berpendapatan US$45 miliar ini berkembang pesat menjadi distributor makanan global yang sepenuhnya dimiliki oleh keluarga Reyes.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add logo_svg as a preferred
source on Google



Most Popular