MARKET DATA
Newsletter

Pasar Dibayangi Kabar Genting dari AS, Data Cadev & Revisi RBB Bank

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
08 May 2026 06:26
Ilustrasi Trading (Dok MIFX)
Foto: Ilustrasi Trading (Dok MIFX)
  • Pasar keuangan Indonesia kompak berakhir di zona hijau, rupiah dan saham sama-sama menguat
  • Wall Street melemah tertekan saham teknologi
  • Perkembangan perang dan data ekonomi menjadi sentimen penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri kompak merekah pada akhir perdagangan Kamis(7/5/2026). Bursa saham dan rupiah sama-sama menguat.

Pasar keuangan Indonesia diharakan melanjutkan penguatan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli dan ditutup menguat 1,15% ke level 7.174,32 pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Sebanyak 361 saham naik, 295 turun, dan 160 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp22,59 triliun dengan volume 39,55 miliar saham dalam 2,63 juta kali transaksi.

Asing mencatat net sell sebesar Rp 76,39 miliar pada perdagangan kemarin.

Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.782 triliun. Penguatan IHSG ditopang sektor teknologi yang melesat 3,88%, diikuti finansial 3,28%, kesehatan 2,29%, dan properti 2,18%.

Saham perbankan menjadi motor utama penguatan indeks. Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi masing-masing 25,76 poin dan 23,52 poin setelah sahamnya naik 4,62% dan 4,75%. Bank Mandiri (BMRI) serta Bank Negara Indonesia (BBNI) turut menopang IHSG. Dari sektor teknologi, saham Mora Telematika (MORA) dan DCI Indonesia (DCII) juga masuk jajaran top movers dengan bobot signifikan.

Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah kembali ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (7/5/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berhasil mengakhiri perdagangan hari ini di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,29% ke level Rp17.330/US$.

Penguatan rupiah sepanjang perdagangan terjadi di tengah melemahnya dolar AS di pasar global. Tekanan terhadap greenback muncul seiring membaiknya sentimen risiko global setelah pasar merespons positif peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah.

Harapan terhadap meredanya konflik membuat investor kembali lebih berani masuk ke aset berisiko. Kondisi ini mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga indeks dolar ikut melemah.

Pelaku pasar menyambut prospek kesepakatan damai di Timur Tengah, meski nasib Selat Hormuz masih belum sepenuhnya jelas. Iran disebut tengah meninjau proposal damai yang berpotensi mengakhiri perang, walau sejumlah tuntutan utama AS masih belum terselesaikan.

Dari dalam negeri, sentimen juga datang dari pernyataan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung terkait kemungkinan aktivasi bond stabilization fund atau BSF.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun stagnan di 6,701%.


Dari pasar saham Amerika, bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Wall Street melemah setelah sempat mencetak rekor tertinggi intraday baru sepanjang masa.

Indeks S&P turun 0,38% dan ditutup di level 7.337,11, tertekan oleh pelemahan saham Amazon (-1,4%) serta saham semikonduktor seperti Broadcom dan Micron Technology.
Indeks Nasdaq Composite turun 0,13% dan berakhir di 25.806,20. Indeks yang didominasi saham teknologi itu juga sempat mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sesi perdagangan.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average kehilangan 313,62 poin atau 0,63% ke posisi 49.596,97.

Harga minyak memangkas pelemahan terdalamnya setelah sebelumnya sempat diperdagangkan jauh di bawah US$100 per barel pada sesi tersebut.
Kontrak berjangka minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 0,28% ke US$94,81 per barel, sedangkan kontrak minyak mentah Brent turun 1,19% menjadi US$100,06 per barel.

Saham-saham sebenarnya menguat pada Rabu, sementara harga minyak mendingin setelah Axios melaporkan AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Dua pejabat AS dan dua sumber lain yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Gedung Putih meyakini pihaknya hampir mencapai nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin, yang tidak hanya bertujuan mengakhiri perang tetapi juga membangun kerangka pembicaraan nuklir yang lebih rinci.


Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan Iran sedang mengevaluasi proposal resolusi dari AS.
Namun, media pemerintah Iran pada Kamis melaporkan bahwa Teheran belum mengambil keputusan akhir dan belum memberikan tanggapan resmi kepada Washington.


Seorang pejabat senior Iran mengatakan negara di Timur Tengah itu tidak akan membiarkan AS membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz dengan rencana yang tidak realistis.
Pejabat itu juga mengatakan Iran tidak akan membiarkan AS keluar dari konflik tanpa membayar kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan di negara tersebut.


Ross Mayfield, strategist investasi di Baird mengaakan selain harapan investor terhadap meredanya ketegangan di Timur Tengah, musim laporan keuangan yang sangat kuat juga membantu mendorong pasar saham, ditambah permintaan yang tampaknya tak ada habisnya serta momentum di balik perdagangan saham AI.
"Kita sangat cepat berubah dari situasi 'semua orang bearish' menjadi 'wah, semua orang bullish lagi,'" katanya.


"Pasar mungkin sudah terlalu jenuh beli menjelang periode musiman yang biasanya lebih lemah, tetapi itu hanya gangguan kecil, bukan hambatan besar. Pasar saat ini seperti sedang menuju skenario melt-up, kecuali ada kejadian tak terduga." Imbuhnya.


Di antara saham yang mencatat kenaikan terbesar pada Kamis adalah Fortinet yang melonjak 20% setelah perusahaan menaikkan proyeksi tagihan (billings) tahunan penuh. Sementara itu, saham Peloton melesat hampir 9% setelah pendapatan kuartal ketiganya melampaui ekspektasi pasar.

Mengakhiri perdagangan pekan ini, pelaku pasar akan dihadapkan pada sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, perkembangan perang masih menjadi fokus utama sementara dari dalam negeri salah satunya datang dari pengumuman cadangan devisa.

Perkembangan Perang

Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada Kamis, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata rapuh yang sebagian besar masih bertahan selama sebulan terakhir.

Komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata 7 April dengan menyerang sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lain yang memasuki jalur strategis Selat Hormuz.

Militer AS mengatakan pihaknya bertindak untuk membela diri setelah Iran melancarkan serangan "tanpa provokasi" terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintas di selat tersebut. Washington menyebut serangan Iran tidak mengenai aset militer AS mana pun.

Sistem pertahanan udara di Teheran dilaporkan diaktifkan, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.

Permusuhan kembali pecah ketika Washington masih menunggu respons Iran terhadap proposal AS yang bertujuan menghentikan pertempuran, tetapi untuk sementara membiarkan isu-isu paling sensitif-seperti program nuklir Iran-tetap belum terselesaikan.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan Teheran belum mengambil keputusan terkait rencana yang sedang dibahas tersebut.

Proposal itu juga belum menjawab tuntutan utama AS agar Iran menghentikan aktivitas nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Menurut sumber dan pejabat terkait, kerangka proposal itu akan berjalan dalam tiga tahap yakni mengakhiri perang secara resmi, menyelesaikan krisis Selat Hormuz, dan membuka masa negosiasi selama 30 hari untuk membahas kesepakatan yang lebih luas.

Secara terpisah, AS pada Kamis menjatuhkan sanksi terhadap wakil menteri perminyakan Irak dan tiga pemimpin milisi atas dugaan dukungan mereka terhadap Iran.

Israel, yang juga tengah berperang melawan kelompok Hezbollah dukungan Iran di Lebanon, mengatakan pada Kamis bahwa mereka telah membunuh seorang komandan Hezbollah dalam serangan udara di Beirut sehari sebelumnya. Serangan itu menjadi serangan pertama Israel ke ibu kota Lebanon sejak gencatan senjata disepakati bulan lalu.

Penghentian serangan Israel di Lebanon menjadi salah satu tuntutan utama Iran dalam negosiasi dengan Washington.

Presiden RI Prabowo Subianto Hadiri KTT ke-48 ASEAN

Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Cebu, Filipina, untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026. Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 09.10 WIB bersama rombongan terbatas. Keberangkatannya dilepas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih.

Sejumlah pejabat turut melepas keberangkatan Prabowo, di antaranya Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra. Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Setibanya di Cebu, Prabowo dijadwalkan menghadiri forum BIMP-EAGA yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ASEAN. Forum tersebut akan membahas penguatan konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan, termasuk respons ASEAN menghadapi dinamika global, ketahanan energi, hingga situasi geopolitik yang memengaruhi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional.

Hasil Rapat Purbaya, BI, OJK & LPS

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan akan terus mencermati dampak tekanan ekonomi global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah yang masih berkepanjangan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat berkala KSSK kuartal I-2026 yang dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua LPS Anggito Abimanyu.

Ketua KSSK Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ketidakpastian global saat ini terus memicu volatilitas pasar keuangan dunia, terutama lewat lonjakan harga energi. Karena itu, KSSK akan melakukan asesmen forward looking terhadap kondisi ekonomi dan sektor keuangan nasional. "KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas perekonomian dan sektor keuangan, seiring ketidakpastian global sekaligus upaya mitigasi terkoordinasi," kata Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Ia menegaskan, "Global masih penuh ketidakpastian kita akan waspadai terus."

Meski begitu, Purbaya memastikan kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) nasional masih terjaga. Ia menjelaskan laporan status SSK secara berkala saat ini hanya disampaikan kepada Presiden. "Kalau status hanya kita sampaikan ke Presiden," ujarnya.

Namun, di tengah tekanan global dan konflik Timur Tengah, ia menegaskan, "Stabilitas masih terjaga." KSSK juga akan memperkuat mitigasi risiko secara terkoordinasi, baik antaranggota komite maupun bersama kementerian dan lembaga lain.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah saat ini sebenarnya belum mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia.

Menurut dia, indikator ekonomi domestik masih solid, mulai dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61%-tertinggi di antara negara G20-hingga inflasi yang terkendali di level 2,4% secara tahunan. Selain itu, Indonesia juga mencatat surplus neraca perdagangan selama 71 bulan beruntun sejak Mei 2020, didukung cadangan devisa dan pertumbuhan kredit yang tetap kuat.

"Jadi indikator fundamental ekonominya kuat, pertanyaan lha Pak kok ada pelemahan mata uang di seluruh dunia, kita juga melemah?" kata Perry. Ia menilai tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal, seperti meningkatnya tensi geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak, tingginya suku bunga AS, serta penguatan indeks dolar AS (DXY) sebesar 4,41%. Kondisi itu memicu arus keluar modal dari banyak negara, termasuk emerging market seperti Indonesia.

Perry menambahkan, tekanan terhadap rupiah pada April-Mei juga dipengaruhi faktor musiman karena meningkatnya kebutuhan valas untuk musim haji, repatriasi dividen, dan pembayaran utang luar negeri korporasi. "Kondisi global begitu, nah kebetulan secara musiman April-Mei itu permintaan valas tinggi untuk kita doakan masyarakat umroh-Haji insyaallah sehat mabrur," ujarnya.

Ia memastikan Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas rupiah.

"Memang kondisinya begitu BI all out jaga rupiah, koordinasi erat dengan pemerintah dan mendapat dukungan penuh dari Presiden," tegas Perry.

OJK Ubah RBB Bank

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan revisi Peraturan OJK (POJK) mengenai rencana bisnis bank (RBB) akan rampung pada kuartal III tahun ini.


"Rencana akan keluar kuartal III di mana revisi aturan RBB, ditujukan agar bank itu punya perencanaan terarah dan berkelanjutan," katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).

Kiki menjelaskan bahwa bahwa OJK melihat berbagai program prioritas pemerintah sebenarnya merupakan potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh perbankan.

Dia memberikan contoh seperti program 3 juta rumah. "Ini sangat bisa untuk menyalurkan kredit, tapi harus mengedepankan manajemen risiko dan tata kelola yang baik," katanya.

Kiki pun memastikan bahwa memasukkan rencana penyaluran kredit ke program pemerintah tidak seperti yang akan tertuang dalam revisi POJK RBB tidak bersifat wajib.

Bank tetap diberikan keleluasaan strategi dengan profil risiko masing-masing perusahaan.

"Kami tekankan dalam pengambilan keputusan kredit, perbankan tetap memiliki business judgement karena mengelola masyarakat," katanya. 

Cadangan Devisa

Bank Indonesia akan mengumumkan data cadangan devisa April pada Jumat (8/5/2026). Cadangan devisa ini diperkirakan akan turun karena operasi moneter yang dilakukan BI pada April 2026 untuk menahan kejatuhan rupiah.

Sebagai catatan, cadangan devisa (cadev) Indonesia tersisa US$ 148,2 miliar pada Maret 2026, merosot sekitar US$ 3,7 miliar dibanding catatan bulan sebelumnya US$ 151,9 miliar.

 

Klaim Pengangguran AS

Pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan di tengah gejolak perang dan tekanan harga energi.

Jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran memang naik pada pekan lalu, tetapi level pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap rendah. Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve belum memiliki alasan kuat untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim baru tunjangan pengangguran naik 10.000 menjadi 200.000 pengajuan pada pekan yang berakhir 2 Mei 2026. Angka tersebut masih lebih baik dibanding proyeksi ekonom yang memperkirakan 205.000 klaim. Kenaikan ini juga terjadi setelah pekan sebelumnya klaim pengangguran turun ke level terendah sejak 1969.

Di saat bersamaan, jumlah penerima tunjangan pengangguran berkelanjutan justru turun 10.000 menjadi 1,766 juta orang pada akhir April. Itu menjadi level terendah sejak Januari 2024. Data ini biasanya digunakan sebagai indikator kemampuan pasar kerja menyerap kembali tenaga kerja.

Situasi tersebut memperlihatkan pasar tenaga kerja AS belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan serius, meskipun dunia tengah menghadapi lonjakan harga minyak akibat perang AS-Israel dengan Iran yang mengganggu jalur distribusi energi di Selat Hormuz.

Rilis lain dari pemerintah AS juga menunjukkan lowongan pekerjaan masih relatif tinggi. Pada Maret 2026 terdapat 0,95 lowongan kerja untuk setiap satu penganggur, naik dari 0,91 pada Februari.

Sepanjang Januari-April 2026, total pengumuman PHK mencapai 300.749 kasus, turun 50% dibanding periode sama tahun lalu. Sektor teknologi menjadi penyumbang terbesar, dengan AI sering disebut sebagai alasan efisiensi tenaga kerja.

 

Pekan lalu The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% karena masih khawatir terhadap inflasi. Pasar keuangan kini memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga 2027.

Sementara itu, laporan ketenagakerjaan AS untuk April diperkirakan menunjukkan penambahan 62.000 pekerjaan non-pertanian atau nonfarm payrolls, melambat dibanding Maret yang mencapai 178.000 pekerjaan. Perlambatan ini diperkirakan terjadi karena efek cuaca hangat mulai memudar serta berakhirnya aksi mogok tenaga kesehatan.

Meski melambat, angka tersebut masih dinilai cukup untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja di AS. Sejumlah ekonom memperkirakan kebutuhan minimal penciptaan lapangan kerja kini hanya sekitar 0 hingga 50.000 pekerjaan per bulan.

Tingkat pengangguran AS sendiri diproyeksikan tetap berada di level 4,3% pada April, bahkan ada kemungkinan turun tipis menjadi 4,2% setelah pembulatan data.

Di sisi lain, produktivitas pekerja AS tumbuh 0,8% secara tahunan pada kuartal I-2026, melambat dibanding kuartal sebelumnya sebesar 1,6%. Namun secara tahunan produktivitas masih naik 2,9%. Lonjakan investasi AI memicu perdebatan baru di kalangan ekonom mengenai apakah teknologi benar-benar meningkatkan efisiensi jangka panjang atau perusahaan hanya menahan perekrutan tenaga kerja baru di tengah ketidakpastian ekonomi.

Rilis Tingkat Pengangguran AS

Hari ini akan ada rilis terbaru non-farm payroll dan tingkat pengangguran Amerika Serikat untuk April.

Sebagai catatan, AS mencatat tingkat pengangguran sebesar 4,3% pada Maret 2026 dari 4,4% pada Februari. Angka tersebut juga lebih baik dibanding ekspektasi pasar yang memperkirakan pengangguran tetap berada di level 4,4%.

Jumlah pengangguran di AS tercatat turun 332.000 orang menjadi 7,239 juta orang. Namun di sisi lain, total jumlah pekerja justru berkurang 64.000 menjadi 162,85 juta orang.

Angkatan kerja AS juga menyusut 396.000 orang menjadi 170,09 juta. Penurunan tersebut membuat tingkat partisipasi angkatan kerja turun 0,1 poin persentase menjadi 61,9%.

Sementara itu, tingkat pengangguran versi luas atau U-6-yang mencakup pekerja paruh waktu yang ingin bekerja penuh waktu serta pekerja yang mulai putus asa mencari pekerjaan-naik menjadi 8% dari sebelumnya 7,9%.

Untuk data non-farm payroll, Serikat kemungkinan menambah 62.000 lapangan kerja pada April 2026, setelah sebelumnya mencatat kenaikan 178.000 pekerjaan pada Maret, yang menjadi pertumbuhan payroll terkuat sejak Desember 2024.

Hasil tersebut akan menandai kenaikan jumlah pekerjaan selama dua bulan berturut-turut untuk pertama kalinya dalam hampir satu tahun terakhir, sekaligus menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja AS mulai mendingin secara bertahap namun tetap tangguh.

Sektor Jasa AS Masih Tangguh di Tengah Perang

Aktivitas sektor jasa Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan di tengah gejolak perang Timur Tengah dan lonjakan biaya energi. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks ISM Services PMI turun tipis menjadi 53,6 pada April 2026 dari 54 pada bulan sebelumnya.

Angka tersebut masih sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 53,7 dan tetap jauh di atas rata-rata tahun lalu, menandakan sektor jasa AS masih berada dalam fase ekspansi.

Di tengah tekanan geopolitik, aktivitas bisnis dan output justru menguat. Indeks business activity naik dua poin menjadi 55,9. Data ini memperlihatkan ekonomi AS masih cukup tangguh menghadapi dampak awal perang di Timur Tengah yang memicu lonjakan berbagai biaya energi bagi pelaku usaha.

Kenaikan aktivitas produksi didorong oleh penurunan backlog pesanan, sementara indeks pesanan baru anjlok 7,1 poin menjadi 53,5. Artinya, permintaan mulai melambat meski belum masuk fase kontraksi.

 

Dari sisi tenaga kerja, indeks ketenagakerjaan naik 2,8 poin, tetapi masih berada di bawah level 50 untuk bulan kedua berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan perusahaan jasa AS masih cenderung menahan perekrutan tenaga kerja baru.

Tekanan terbesar datang dari sisi harga. Indeks harga melonjak ke 70,7, level tertinggi sejak 2022. Pelaku usaha jasa melaporkan kenaikan harga bahan bakar, bensin, solar, tembaga, hingga ongkos logistik akibat perang. Selain itu, harga aluminium dan kayu juga naik setelah kebijakan tarif impor dari Gedung Putih.

Data Perdagangan China

Menutup pekan ini, China akan merilis data perdagangan April pada Sabtu (9/5). Pada Maret, surplus perdagangan turun ke US$51,13 miliar, level terendah dalam lebih dari setahun.

Ekspor hanya tumbuh 2,5% akibat faktor musiman dan basis tinggi tahun lalu. Di sisi lain, impor melonjak 27,8% dan mencatat rekor tertinggi, didorong oleh kebutuhan bahan baku dan pembelian teknologi.

Lonjakan impor mencerminkan upaya mengamankan pasokan di tengah gangguan global. Namun, perlambatan ekspor tetap menjadi catatan penting bagi prospek permintaan global.

 

Berikut sejumlah agenda dan rilis data yang terjadwal untuk hari ini:

  • Presiden melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Utara

  • Seminar nasional "Peran Serta Asosiasi dalam Mensejahterakan Petani Peternak melalui Hilirisasi Perunggasan Nasional" di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten

  • Menteri Pertanian meninjau program bioetanol (lokasi tentatif).

  • BI merilis cadangan devisa April 2026
  • AS akan mengumumkan data non-farm payroll dan pengangguran

Berikut agenda korporasi pada hari ini:

RUPS PT Cikarang Listrindo Tbk.

RUPS PT Panca Budi Idaman Tbk

RUPS PT Isra Presisi Indonesia Tbk

RUPS PT Chandra Daya Investasi Tbk

RUPS PT IMC Pelita Logistik Tbk

RUPS PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk

RUPS PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk

RUPS PT Soho Global Health Tbk

RUPS PT Waskita Karya (Persero) Tbk

RUPS PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk

RUPS PT Panorama Sentrawisata Tbk

RUPS PT Multisarana Intan Eduka Tbk

RUPS PT Berlina Tbk

RUPS PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

RUPS PT Pulau Subur Tbk.

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Pelat Timah Nusantara Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Sigma Energy Compressindo Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Tanggal Pembayaran Saham Bonus PT Harta Djaya Karya Tbk

Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Alamtri Resources Indonesia Tbk

Tanggal Pembayaran Kupon seri BVIC02SBCN2 ke 26

Tanggal ex Dividen Tunai Interim PT Eastparc Hotel Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai Asuransi Jasa Tania Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Interim Selamat Sempurna Tbk

Tanggal ex Dividen Tunai Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai JAPFA Comfeed Indonesia Tbk

Tanggal ex Dividen Tunai Sekar Laut Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk

Tanggal ex Dividen Tunai Multi Prima Sejahtera Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai PT Garuda Metalindo Tbk.

Tanggal cum Dividen Tunai PT Multipolar Technology Tbk.

Tanggal cum Dividen Tunai PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai Lippo General Insurance Tbk

Tanggal cum Dividen Tunai PT Sarimelati Kencana Tbk.

Tanggal cum Dividen Tunai ABM Investama Tbk

Tanggal DPS Dividen Tunai PT AKR Corporindo Tbk.

Tanggal DPS Dividen Tunai Asuransi Multi Artha Guna Tbk

Tanggal ex Dividen Tunai PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk.



Berikut sejumlah indikator ekonomi RI:




CNBC INDONESIA RESEARCH

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.



(emb/emb) Add logo_svg as a preferred
source on Google
Next Article Di Tengah Kebingungan Tarif Trump, Purbaya Beri Kabar Penting Hari Ini


Most Popular
Features