MARKET DATA

Harga Emas Terbang 3% Sehari, Siap-Siap Pesta Pora Lagi

mae,  CNBC Indonesia
07 May 2026 06:45
Negara Ini Singkirkan China Jadi Pembeli Emas Terbesar Dunia
Foto: Infografis/ Negara Ini Singkirkan China Jadi Pembeli Emas Terbesar Dunia/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak terbang seiring anjloknya harga minyak dan ketegangan di Timur Tengah.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu (6/5/2026) ditutup di posisi US$ 4689,05 per troy ons atau melesat 2,9% dalam sehari.

Penguatan ini membawa emas ke level tertinggi sejak 24 April 2026. Dalam dua hari terakhir, harga emas juga sudah melambung 3,73%.

Harga emas masih menanjak hari ini. Pada Kamis (7/5/2026) pukul 06.38 WIB, harga emas ada US$ 4692,94 per troy ons atau menguat 0,08%.


Ketegangan geopolitik mereda setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin semakin dekat mencapai kesepakatan damai.

Hal ini meredakan kekhawatiran terhadap inflasi yang lebih tinggi dan periode suku bunga tinggi yang lebih panjang.

Penguatan emas juga ditopang melemahnya dolar AS. Indeks dolar melemah ke 97,08 atau rekor terendah sejak Februari 2026.
Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga melemahnya dolar bisa menaikkan permintaan emas.

"Optimisme mengenai kesepakatan akhir antara AS dan Iran memberikan sedikit kelegaan jangka pendek bagi emas, seiring turunnya harga minyak, meredanya kekhawatiran inflasi, dan berubahnya ekspektasi terhadap kebijakan The Fed di akhir tahun," kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, dikutip dari Refinitiv.

Namun ia menambahkan pPasar belum sepenuhnya keluar dari risiko. Pergerakan emas masih akan sangat dipengaruhi oleh berita dari Timur Tengah.

Iran menyatakan sedang meninjau proposal baru dari AS, setelah sumber mengatakan Washington dan Teheran tengah menyusun nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang di kawasan Teluk. Isu-isu sulit seperti program nuklir Iran akan dibahas kemudian.

Kabar kemungkinan kesepakatan ini membuat harga minyak dunia turun. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03% menjadi $95,08 per barel. Sementara itu, minyak Brent turun 7,83% menjadi $101,27 per barel.

Harga minyak yang lebih tinggi biasanya memicu inflasi dan dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi.

Emas memang dianggap sebagai aset lindung nilai inflasi, tetapi cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Investor kini menantikan rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat, yang akan menjadi indikator apakah ekonomi AS cukup kuat untuk membuat The Fed menahan suku bunga, atau justru melemahnya pasar tenaga kerja bisa membuka peluang pemangkasan suku bunga.

Laporan ADP menunjukkan bahwa perekrutan tenaga kerja swasta AS pada April meningkat lebih tinggi dari perkiraan.

Add logo_svg as a preferred
source on Google

Harga perak juga ikut terbang mengikuti emas.

Harga perak pada perdagangan Rabu (6/5/2026) ditutup di posisi US$ 77,33 per troy ons atau terbang 6,2% dalam sehari.

Dalam dua hari terakhir, harga emas juga sudah melambung 6,4%.

Harga perak menanjak pada hari ini. Pada Kamis (7/5/2026) pukul 06.44 WIB, harga perak ada US$ 77,42 per troy ons atau menguat 0,12%.



Most Popular
Features