Ekonomi RI Meroket, Puluhan Emiten Ini Langsung Senyum-Senyum
Jakarta, CNBC Indonesia -Â Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 5,61% secara tahunan atau yoy.
Pertumbuhan ini adalah yang tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) atau 14 kuartal terakhir.
Dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif, kecuali sektor pertambangan serta pengadaan listrik dan gas. Kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berasal dari industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan yang mencakup 53,2% dari total PDB.
Pertumbuhan tertinggi dialami oleh sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak hingga 13,14%. Peningkatan ini utamanya didorong oleh implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta momentum libur nasional.
Sektor jasa lainnya juga tumbuh 9,91% akibat meningkatnya kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sektor transportasi turut tumbuh 8,04% didorong oleh mobilitas masyarakat di berbagai moda.
Foto: BPS - distribusi dan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran |
Bila dirinci berdasarkan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha industri pengolahan menyumbang 1,03 basis poin, diikuti oleh perdagangan 0,82 basis poin, pertanian 0,55 basis poin, dan konstruksi 0,53 basis poin.
Industri pengolahan terakselerasi oleh permintaan domestik selama bulan Ramadan dan Idulfitri, sementara sektor pertanian terdongkrak oleh tanaman pangan yang tumbuh 7,58% dan peternakan yang melesat 11,84%.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi 54,36% dan tumbuh 5,52%. Hal yang menarik perhatian adalah konsumsi pemerintah yang melonjak tajam 21,81% akibat realisasi pembayaran gaji ke-14 dan belanja barang yang diserahkan ke masyarakat.
Berangkat dari rilis data tersebut, terdapat empat sektor utama di pasar modal yang diproyeksikan mendapatkan keuntungan signifikan dari kuatnya daya beli dan ekspansi belanja pemerintah. Berikut adalah rincian penjelasan tiap sektor beserta daftar emitennya.
Sektor Barang Konsumsi dan Perunggasan
Sektor ini merupakan penerima manfaat langsung dari pertumbuhan industri makanan yang mencapai 7,04% serta lonjakan sektor peternakan sebesar 11,84%.
Momentum Ramadan, Idulfitri, dan kelancaran program pemerintah memberikan jaminan serapan pasar yang masif untuk produk makanan olahan, susu kemasan, biskuit, dan kebutuhan protein hewani.
Sektor Perbankan
Tingginya perputaran uang di masyarakat serta pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 5,96% memberikan landasan kuat bagi perbankan.
Pencairan tunjangan pemerintah dan tingginya aktivitas konsumsi secara langsung meningkatkan likuiditas serta memperluas ruang penyaluran kredit, baik untuk segmen konsumer, ritel, maupun korporasi berskala besar.
Sektor Telekomunikasi dan Menara
Sektor telekomunikasi ditopang oleh sub-komponen pengeluaran transportasi dan komunikasi pada tingkat konsumsi rumah tangga yang tercatat tumbuh solid 6,91%.
Peningkatan mobilitas selama libur panjang serta tingginya intensitas komunikasi mendongkrak trafik layanan data seluler, yang pada akhirnya memberikan stabilitas pendapatan bagi operator dan perusahaan infrastruktur menara.
Sektor Perdagangan Ritel
Lapangan usaha perdagangan mencatatkan pertumbuhan positif akibat meningkatnya aktivitas belanja dan produksi barang pertanian.
Terjaganya daya beli konsumen kelas menengah yang didukung oleh pencairan tunjangan hari raya secara efektif meningkatkan volume transaksi harian di berbagai jaringan ritel, mulai dari minimarket hingga pusat perbelanjaan gaya hidup modern.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Addsource on Google
Foto: BPS - distribusi dan pertumbuhan PDB menurut pengeluaran