MARKET DATA
Newsletter

Rupiah & IHSG Masih Suram, Sulit Bangkit Karena "Dihadang" Trump

mae,  CNBC Indonesia
24 April 2026 06:25
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)
Foto: Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Dari pasar saham AS, bursa Wall Street ambruk pada Kamis atau Jumat dini hari waktu Indonesia. Kejatuhan bursa dipimpin oleh penurunan sektor perangkat lunak dan kenaikan harga minyak, seiring ketidakpastian investor terhadap arah perang Iran yang terus membayangi pasar.

Indeks S&P 500 turun 0,41% dan ditutup di level 7.108,40, setelah sebelumnya sempat mencetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa. '

Indeks teknologi Nasdaq Composite melemah 0,89% ke 24.438,50, juga sempat mencatat rekor tertinggi baru dalam sesi perdagangan. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 179,71 poin atau 0,36% ke 49.310,32.

Saham IBM dan ServiceNow masing-masing anjlok lebih dari 8% dan hampir 18% setelah merilis hasil kuartalan terbaru.

Meski IBM melampaui ekspektasi pendapatan dan laba, perusahaan mempertahankan proyeksi setahun penuh sehingga mengecewakan investor.

Untuk ServiceNow, pertumbuhan pendapatan langganan terhambat konflik di Timur Tengah.

Saham perangkat lunak lainnya ikut bergerak di zona merah. Microsoft misalnya turun sekitar 4%. Palantir Technologies jatuh lebih dari 7%, sementara Oracle melemah sekitar 6%. ETF iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) juga turun sekitar 6%.

"Pasar saham sedang mencoba menemukan pijakan setelah rebound luar biasa dari titik terendah Maret," ujar Chris Kampitsis, managing partner Barnum Financial Group's The SKG Team, kepada CNBC International.

"Kami memperkirakan saham akan bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat sambil menunggu katalis berikutnya."imbuhnya.

Meski Kampitsis menilai pasar mulai kurang sensitif terhadap berita utama Iran, perang tetap menekan saham pada Kamis.

Konflik kini berubah menjadi kebuntuan angkatan laut antara Amerika Serikat dan Iran di tengah gencatan senjata yang rapuh. Kedua negara berebut kendali atas Selat Hormuz dan telah menyita kapal komersial pekan ini.

 

Presiden Donald Trump pada Kamis memerintahkan Angkatan Laut untuk menembak dan menenggelamkan kapal mana pun yang meletakkan ranjau di selat tersebut. "Tidak boleh ada keraguan," tulis Trump di platform Truth Social.

Di kemudian hari, harga minyak bergerak naik, dengan kontrak berjangka Brent crude ditutup di atas US$105 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah media Israel N12 News melaporkan bahwa Ketua Parlemen Iran mundur dari tim negosiasi, memicu kekhawatiran bahwa Revolutionary Guard mengambil kendali lebih kuat.

(mae/mae) Add logo_svg as a preferred
source on Google


Most Popular
Features