Mengamuk! Harga Emas Terbang 2%, Perak Melonjak 5%: Saatnya Pesta?
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak melonjak 2% pada Selasa seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Harapan dimulainya kembali pembicaraan antara AS dan Iran juga menopang harga dengan meredakan kekhawatiran inflasi.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (14/4/2026) ditutup di US$ 4840,34 per troy ons atau melonjak 2,13%. Penguatan ini menutup tren negatif emas yang melemah dua hari beruntun sebelumnya.
Harga emas sedikit melemah pada hari ini. Pada Rabu (15/4/2026) pukul 06.41 WIB, harga emas dibanderol US$ 4840,1 per troy ons atau melemah tipis 0,005%.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Iran kemungkinan akan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan setelah gagalnya negosiasi akhir pekan lalu mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Arah pasar emas akan bergantung pada bagaimana pembicaraan di Pakistan berlangsung dan kemajuan apa yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika ada kabar positif, logam mulia akan terus menguat," kata Bob Haberkorn, analis strategi senior di RJO Futures, kepada Reuters.
"Dolar yang lebih lemah dan harga minyak yang turun saat ini membantu emas, karena ketika perang dimulai terjadi perburuan uang tunai dan kekhawatiran terhadap kemampuan memperoleh pasokan energi," tambahnya.
Indeks dolar ditutup di posisi 98,12 pada perdagangan Selasa, lebih rendah dibandingkan 98,4 pada Senin. Mata uang AS yang lebih lemah membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Data terbaru juga menunjukkan harga produsen di AS naik lebih rendah dari perkiraan pada Maret karena biaya jasa tidak berubah. Namun, lonjakan harga energi akibat perang dengan Iran mendorong tekanan inflasi.
Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas menjadi kurang menarik dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Para trader kini memperkirakan peluang 33% adanya pemangkasan suku bunga AS tahun ini, turun dibanding ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemangkasan sebelum perang pecah.
"Selama pasar belum mulai serius mempertimbangkan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dan sejauh ini belum ada tanda-tanda ke arah sana harga emas kemungkinan tidak akan turun jauh lebih dalam," kata analis Commerzbank, kepada Reuters