MARKET DATA
Anugerah Proper 2025

Mengolah Kekuatan Alam, Inalum Menulis Ulang Masa Depan Industri

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia
09 April 2026 14:10
Fasilitas smelter Inalum
Foto: Inalum

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) meraih peringkat emas PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bukti komitmen pada pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai produsen aluminium terbesar di Indonesia, Inalum mengandalkan sekitar 95% energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk produksinya, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan Danau Toba.

Sepanjang 2025, Inalum berhasil membukukan produksi aluminium sebesar 280.082 metrik ton (MT) dan penjualan mencapai 280.141 MT, yang merupakan rekor tertinggi selama lebih dari 50 tahun berdiri.

Perusahaan juga aktif menjalankan program Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui konservasi, reboisasi, serta program sosial seperti beasiswa, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan desa.

Inalum sudah berdiri sejak Januari 1976 dan sudah melakukan banyak terobosan untuk pembangunan ekonomi Indonesia serta masyarakat.

Salah satu terobosan besar yang dilakukan perusahaan adalah membangun industri aluminium dengan fondasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Perusahaan memanfaatkan kekuatan Sungai Asahan yang mengalir dari Danau Toba di Sumatera Utara sebagai sumber energi yang tak hanya murah tetapi juga berkelanjutan.

Bendungan PLTA InalumFoto: Sumber: Perseroan
Bendungan PLTA Inalum


PLTA sudah beroperasi sejak 1981 atau lebih dari 43 tahun lalu. Sebagai catatan, dibutuhkan 14.000- 14.300 kWh untuk memproduksi satu ton aluminium. Dengan sumber listrik yang lebih murah maka ongkos produksi juga bisa ditekan.

Inalum sendiri kini memiliki tiga unit bendungan yakni Bendungan Pengatur, Bendungan Siguragura dan Bendungan Tangga serta dua PLTA yakni PLTA Siguragura dan PLTA Tangga. Kedua PLTA tersebut berkapasitas 603 Mega-watt (MW).

Tenaga listrik yang dihasilkan PLTA kemudian disalurkan melalui 271 menara jaringan transmisi sepanjang 120 km dari di Paritohan, Kabupaten Toba Samosir ke pabrik peleburan aluminium di Kabupaten Kuala Tanjung.

Sebagai pengelola tiga bendungan, Inalum juga terus melakukan pemantauan agar tinggi muka air Danau Toba sepanjang tahun, baik pada musim kering dan musim hujan. Langkah ini memastikan agar PLTA dan masyarakat sekitar tidak mengalami kekurangan air saat kemarau atau banjir saat musim hujan.

Tanggung jawab Inalum dalam mengelola bendungan juga diwujudkan dalam bentuk menjaga kelestarian alam Danau Toba melalui reboisasi lahan kritis untuk mendukung pemulihan cadangan air.

3 Program Utama Inalum

Inalum berhasil meraih PROPER Emas 2025 berkat sejumlah inovasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada efisiensi energi, air, hingga penurunan emisi.

Setidaknya terdapat tiga program unggulan yang menjadi kunci pencapaian tersebut. Pertama, Program SIMULTAN (Simultaneous Multi-Line Tank Operation) yang mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 289,2 gigajoule (GJ). Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam menekan konsumsi energi di proses operasional.

Tak hanya itu, Inalum juga menjalankan Program OPTIMIST (Optimal Mist System) yang fokus pada efisiensi penggunaan air. Melalui penerapan teknologi mist bertekanan tinggi pada sistem pengendalian suhu tangki, program ini berhasil menghemat penggunaan air hingga 702 meter kubik (m3).

Foto fasilitas InalumFoto: Inalum
Foto fasilitas Inalum

Sementara itu, dari sisi lingkungan, Program CARGO (Carbon Reduction through Gas Optimization) turut memberikan kontribusi signifikan. Optimalisasi jalur pipa di fasilitas IT Surabaya mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 86,13 ton CO2 ekuivalen.

Berbagai inovasi tersebut memperkuat posisi Inalum sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga berkomitmen terhadap praktik industri yang berkelanjutan.

Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial Inalum

Sebagai bagian dari grup MIND ID,  Inalum berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan melalui kontribusi positif melalui Sustainability Pathway. Sustainability Pathway merupakan kerangka strategis ESG untuk memastikan penerapan praktik operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di seluruh grup.

Dalam prinsip menjaga lingkungan, Inalum telah melakukan banyak program. Salah satunya adalah pelestarian keanekaragaman hayati dan konservasi. Pelestarian ini termasuk penanaman pohon endemik dan mangrove, serta penangkaran satwa.

Dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Inalum mengacu pada regulasi yang berlaku serta standar terbaik dalam implementasi tanggung jawab sosial perusahaan.

Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan melalui dua skema utama, yaitu Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) serta Program TJSL Non-PUMK.

Program unggulan TJSL yang dijalankan meliputi beasiswa pendidikan tinggi, pengembangan PAUD INATA, pemberdayaan ekonomi melalui PUMK, dan Pemberdayaan desa.

 

Komitmen INALUM terhadap nilai keberlanjutan tersebut menjadikan perusahaan ini meraih peringkat emas pada PROPER 2025.

(mae/mae)



Most Popular