Tentara Amerika Ada di Mana-Mana, di Negara Ini Paling Banyak
Jakarta, CNBC Indonesia - Kehadiran militer Amerika Serikat di berbagai belahan dunia masih menunjukkan pola yang relatif stabil, dengan konsentrasi utama berada di sejumlah negara sekutu.
Data terbaru menunjukkan bahwa Jepang dan Jerman menjadi tuan rumah terbesar bagi pasukan AS, masing-masing dengan sekitar 61,7 ribu dan 49,3 ribu personel militer dan sipil pada 2025.
Secara keseluruhan, 10 negara teratas menampung sekitar 200 ribu personel AS. Selain Jepang dan Jerman, Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan 26,7 ribu personel, diikuti Italia dan Inggris masing-masing sekitar 15,4 ribu dan 11,6 ribu personel.
Negara lain seperti Spanyol, Bahrain, Belgia, Turki, hingga Kuba turut masuk dalam daftar, meski kontribusinya relatif lebih kecil dibanding negara-negara utama.
Distribusi Personel AS
Distribusi ini mencerminkan prioritas geopolitik utama Washington. Penempatan pasukan tidak hanya berfungsi sebagai kehadiran simbolis, tetapi juga mendukung pusat operasional utama dan berbagai misi regional, mulai dari akses angkatan laut, penguatan logistik, hingga kemampuan respons cepat terhadap krisis.
Secara keseluruhan, konsentrasi pasukan terlihat jelas di wilayah yang berkaitan dengan dinamika keamanan yang melibatkan Rusia dan China. Hal ini menegaskan bahwa strategi militer AS masih berfokus pada pencegahan serta penguatan aliansi di kawasan-kawasan yang dinilai paling krusial secara geopolitik.
Kehadiran personel militer AS di Eropa, seperti di Jerman, Italia, dan Inggris menjadi tulang punggung pertahanan NATO, sementara di Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan berperan sebagai garda depan menghadapi ketegangan regional.
Meski demikian, negara dengan jumlah personel lebih kecil juga memainkan peran penting. Bahrain, misalnya, menjadi basis strategis untuk operasi angkatan laut di Timur Tengah, sementara Spanyol dan Turki mendukung logistik serta mobilisasi cepat pasukan.
(mae/mae)