Iran Melunak, Kapal Negara Ini Sudah Bisa Lewat Selat Hormuz
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah kapal dari beberapa negara dilaporkan sudah berhasil melewati selat Hormuz. Kapal itu antara lain milik Oman, Perancis, dan Jepang mengutip Reuters pada Sabtu (4/4/2026).
Terdapat tiga kapal tanker yang dioperasikan Oman, sebuah kapal kontainer milik Prancis, dan sebuah kapal pengangkut gas milik Jepang telah melintasi Selat Hormuz sejak Kamis (2/4/2026), menurut data perkapalan, yang mencerminkan kebijakan Iran untuk mengizinkan kapal-kapal yang dianggap bersahabat untuk melintas.
Iran awalnya menutup Selat Hormuz, jalur bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas cair (LNG) global, setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) and Israel terhadap Iran pada akhir Februari yang menyebabkan konflik panas. Kemudian, Iran mengatakan akan mengizinkan transit oleh kapal-kapal yang tidak memiliki hubungan dengan AS atau Israel.
Pasar minyak dan komoditas sangat menantikan tanda-tanda dimulainya kembali lalu lintas di Selat Hormuz. Beberapa kapal tanker dan kapal kontainer berhasil lolos dari blokade dalam beberapa minggu sebelumnya, tetapi aktivitas tersebut dengan cepat diikuti oleh hari-hari tanpa aktivitas sama sekali.
Sebuah kapal kontainer milik CMA CGM Prancis melintasi Selat pada Kamis (2/3/2026), hari yang sama ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa hanya upaya diplomatik, bukan operasi militer, yang dapat membuka Selat tersebut.
Kapal Perancis tersebut mengubah tujuan Sistem Identifikasi Otomatisnya menjadi "Pemilik Perancis" sebelum memasuki perairan Iran, yang menandakan kewarganegaraannya kepada pihak berwenang Iran.
Selain itu, tiga kapal China baru-baru ini berlayar melalui Selat Hormuz setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri dalam konferensi pers pada Selasa (31/3/2026), sambil menyerukan perdamaian dan stabilitas di Kawasan Teluk.
"Selat Hormuz dan perairan sekitarnya merupakan jalur penting bagi perdagangan global dan pasokan energi. China menyerukan gencatan senjata segera, penghentian pertempuran, dan pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, kepada wartawan terkait laporan tentang lewatnya kapal-kapal tersebut dikutip dari Reuters pada Sabtu (4/4/2026).
Data pelacakan kapal menunjukkan dua kapal kontainer Tiongkok berlayar melalui Selat Hormuz pada hari Senin (30/3/2026) dalam upaya kedua mereka untuk meninggalkan Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut berlayar dalam formasi rapat keluar dari selat dan menuju perairan terbuka, data pada platform MarineTraffic menunjukkan.
"Kedua kapal berhasil menyeberang dalam upaya kedua hari ini, menandai kapal kontainer pertama yang meninggalkan Teluk Persia sejak awal konflik, tidak termasuk kapal berbendera Iran," kata Rebecca Gerdes, analis data di Kpler, yang memiliki MarineTraffic.
Oman Jadi Mediator Perundingan Iran dan AS
Kapal-kapal tersebut tampaknya telah mematikan transponder AIS mereka selama penyeberangan karena sinyal mereka menghilang pada data pelacakan kapal.
Menurut data MarineTraffic dan LSEG, dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar dan satu kapal tanker LNG yang dioperasikan oleh Oman Shipping Management juga meninggalkan Teluk pada hari Kamis.
Oman, yang menjadi mediator dalam pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat sebelum serangan tersebut, mengkritik peluncuran serangan udara saat pembicaraan masih berlangsung.
Mitsui OSK Lines Jepang mengatakan pada hari Jumat bahwa kapal tanker LNG, Sohar LNG, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh perusahaan tersebut, telah melintasi Selat, menjadikannya kapal pertama yang terkait dengan Jepang dan kapal pengangkut LNG pertama yang melakukannya sejak konflik dimulai.
Juru bicaranya menolak memberi tahu Reuters kapan peristiwa itu terjadi atau apakah negosiasi diperlukan.
Hingga Jumat pagi, sekitar 45 kapal milik atau yang dioperasikan oleh perusahaan Jepang masih terdampar di wilayah tersebut, menurut Kementerian Perhubungan Jepang.
Menurut data perkapalan, kapal tanker LPG milik Mitsui lainnya, Green Sanvi, meninggalkan Teluk melalui perairan teritorial Iran pada Jumat pagi.
Kapal berbendera India tersebut memberi isyarat tujuannya sebagai "Kapal India, awak kapal India".
Selain itu, kapal pengangkut gas berukuran sangat besar berbendera Panama, Danisa, meninggalkan Teluk melalui rute yang sama, menuju ke China, menurut data tersebut.
(ras/luc) Addsource on Google