Hati-Hati! Besok Ada Pengumuman Penting, Dampaknya Bisa Besar
Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi Indonesia diperkirakan melandai pada Maret 2026 meski tekanan harga pangan masih tinggi selama bulan Ramadan dan Idulfitri.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data inflasi Maret 2026 pada besok, Rabu (1/4/2026).
Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 12 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 akan mengalami inflasi 0,60% secara bulanan (month-to-month/mtm) dengan median inflasi tahunan 3,68% (year-on-year/yoy).
Sementara itu, inflasi inti pada Maret 2026 diperkirakan berada di level 2,65% yoy.
Sebagai catatan, pada Februari 2026 Indonesia mengalami inflasi 0,68% (mtm), sementara secara tahunan inflasi tercatat 4,76% (yoy) dan inflasi inti mencapai 2,63% (yoy).
Tekanan harga pada Maret diyakini masih dipengaruhi faktor musiman Ramadan dan Idulfitri yang biasanya mendorong kenaikan permintaan bahan pangan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga. Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, menilai kondisi tersebut menjadi pendorong utama inflasi pada bulan ini.
"Tekanan harga bulan ini terutama didorong oleh dampak perayaan Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, inflasi pada Maret terutama dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai merah, cabai, bawang merah, dan bawang putih," ujar Juniman kepada CNBC Indonesia.Â
Juniman juga menambahkan kenaikan harga BBM non-subsidi pada bulan ini terutama dipicu oleh naiknya harga minyak dunia di tengah perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
"Kenaikan harga BBM non-subsidi pada bulan ini terutama dipicu oleh meningkatnya harga minyak dunia sebagai dampak perang Iran-Israel/AS. Sementara itu, sejalan dengan turunnya harga emas dunia, harga emas dan perhiasan juga turun pada bulan ini," lanjut Juniman.
Senada, Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang memperkirakan inflasi Maret 2026 akan melandai.
"Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,56% secara bulanan dan 3,64% secara tahunan, dengan inflasi inti naik tipis ke 2,88% secara tahunan karena masih ada efek musiman Ramadan-Lebaran yang biasanya mendorong permintaan makanan, transportasi, dan jasa," ujar Hosianna.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan pendorong inflasi Maret terutama datang dari kelompok makanan, perjalanan, rekreasi, dan transportasi.
Pada kelompok pangan, kontribusi terbesar diperkirakan berasal dari cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras, sementara bawang putih justru masih mengalami penurunan harga. Harga Maret dibanding Februari terlihat naik pada beras, daging ayam, daging sapi, telur, cabai merah, cabai rawit, gula, dan minyak goreng, sedangkan bawang putih turun.
"Selain itu, kelompok harga yang diatur pemerintah diperkirakan kembali mencatat inflasi seiring naiknya permintaan transportasi selama arus mudik dan libur Lebaran,"ujarnya.
Merujuk data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), sejumlah harga pangan memang masih naik di Maret 2026.
Harga cabai rawit merah melonjak 12,21% menjadi rata-rata Rp 85.676 per kg. Harga cabai merah besar juga naik 12,57% ke Rp 49.645/kg.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok protein hewani. Harga daging sapi naik 2,71% menjadi rata-rata Rp 143.320 per kg. Adapun harga telur ayam naik 3,52% menjadi Rp 33.179 per kg, sedangkan daging ayam meningkat 1,65% ke Rp 42.376 per kg.
Di kelompok harga diatur pemerintah, kenaikan harga BBM ikut memberi tekanan terhadap inflasi pada Maret 2026.
Sejumlah badan usaha penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR hingga PT Vivo Energy Indonesia kompak menaikkan harga produk BBM non subsidi. Penyesuaian harga tersebut berlaku sejak 1 Maret 2026, meski khusus BP-AKR berlaku mulai 3 Maret 2026.
Sebagai contoh harga BBM non subsidi di DKI Jakarta. Untuk produk BBM Pertamax per 1 Maret 2026 harganya naik menjadi Rp 12.300 per liter dari sebelumnya Rp 11.800 per liter. Harga BBM Pertamax Turbo juga naik menjadi Rp 13.100 per liter dari sebelumnya Rp 12.700 per liter.
Kemudian, harga Pertamax Green 95 juga naik menjadi Rp 12.900 per liter dari sebelumnya Rp 12.450 per liter. Adapun harga BBM Dexlite juga naik menjadi Rp 14.200 per liter dari sebelumnya Rp 13.250 per liter.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw) Addsource on Google