MARKET DATA

Bukan Nakut-nakutin! Begini Ramalan Harga Emas Pekan Ini

mae,  CNBC Indonesia
30 March 2026 06:44
Emas
Foto: Pexels

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan tajam dan menyentuh level support penting. Namun, di balik rebound tersebut, tren besar logam mulia ini masih dibayangi tekanan kuat dari faktor makro global.

Merujuk Refinitiv, pada hari ini, Senin (30/3/2026) pukul 06.20 WIB, harga emas diperdagangkan di US$ 4481,69 atau melemah 0,25%.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pekan lau. Harga emas pada perdagangan Jumat (27/3/2026) ditutup di posisi US$ 4.492,48 per troy ons. Harganya terbang 2,6%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya jatuh 2,8% pada Kamis (26/3/2026). Kenaikan kemarin juga memperpanjang jungkir balik harga emas pekan ini.

Sepanjang pekan lalu, harga emas menguat 0,11%. Penguatan ini memutus pelemahan selama tiga pekan beruntun sebelumnya.



Bagaimana Nasib Emas Pekan Ini?

Kenaikan imbal hasil (yield) obligasi dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi dua faktor utama yang diyakini akan menekan pergerakan emas pada pekan ini. Kondisi ini membuat reli emas cenderung terbatas meski ketegangan geopolitik meningkat.

Indeks dolar terbang ke 100,338 pada hari ini, Senin (30/3/2026) pukul 06.02 WIB. Level saat ini adalah posisi tertinggi sejak Mei 2025.

Indeks terus menguat dalam sepekan terakhir hingga ditutup di posisi 100 101,151 pada akhir pekan alu, Jumat (27/3/2026).

Di sisi lain, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga melesat ke 4,44% pada pada akhir pekan lalu.Posisi saat ini adalah yang tertinggi sejak Juli 2025.

Pembelian emas dikonversi dalam dolar AS sehingga kenaikan dolar membuat harga konversi lebih mahal. Akibatnya, pembelian melandai.

Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga kenaikan yield membuat emas kurang menari.

Pasca konflik antara Amerika Serikat dan Iran, kinerja logam mulia secara keseluruhan justru melemah. Emas memang mampu bertahan lebih baik, tetapi logam lain seperti perak dan paladium mengalami penurunan yang lebih dalam.

Di sisi lain, sentimen di sektor pertambangan juga belum mendukung. Saham-saham tambang masih menunjukkan pelemahan, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek jangka pendek komoditas ini.

Secara keseluruhan, emas saat ini dinilai masih berada dalam fase stabilisasi. Artinya, pasar belum menemukan arah yang jelas untuk pergerakan berikutnya.

Meski demikian, tekanan jangka pendek masih cukup kuat. Yield tinggi, dolar yang solid, serta ketegangan geopolitik yang belum mereda terus menjadi faktor dominan yang membentuk arah pasar.

Ke depan, pergerakan emas akan sangat ditentukan oleh dinamika faktor-faktor makro tersebut, termasuk arah kebijakan moneter global, kondisi pasar obligasi, serta perkembangan konflik geopolitik.

Harga emas mungkin akan turun signifikan pekan ini seiring perang di Iran yang berlarut-larut dan kekhawatiran meningkat terkait dampak kenaikan harga energi terhadap prospek inflasi.

Akibatnya, suku bunga The Fed kemungkinan tidak akan dipangkas. Pasar bahkan kini sepenuhnya menghapus ekspektasi pelonggaran kebijakan tambahan tahun ini. Di sisi lain, kejatuhan pasar saham berpotensi mendorong aliran dana kembali ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) dalam beberapa pekan ke depan.

Perlu diperhatikan bahwa pekan depan akan dirilis sejumlah data ekonomi penting dari AS, termasuk data tenaga kerja ADP, penjualan ritel, dan Non-Farm Payrolls, menjelang akhir pekan libur panjang.

Pasar juga akan mencermati perkembangan di Timur Tengah, khususnya terkait negosiasi dengan Iran, sebagai petunjuk arah pergerakan selanjutnya. Investor disarankan untuk terus memantau berita utama dan tetap fleksibel menjelang pergantian bulan.

Add as a preferred
source on Google

Harga perak bahkan ambles lebih dalam. Pada Senin (27/3/2026) pukul 06.24 WIB, harga perak diperdagangkan di US$ 68,58 per troy ons atau jeblok 1,45%.

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan Jumat di mana perak terbang 2,3%.



Most Popular
Features