Harga Emas & Perak Makin Babak Belur, Tak Punya Tenaga Buat Bangkit
Harga perak juga masih loyo.
Merujuk Refinitiv, harga perak ditutup di posisi US$ 79,28 per troy ons atau jeblok 1,83% pada perdagangan Rabu (17/3/2026).
Harga emas masih melemah pada hari ini. Pada Kamis (18/3/2026), harga perak melemah 0,25% ke US$ 79,09 per troy ons.
Berbeda dengan emas, harga perak justru tertekan di tengah tren "risk-off" pasar. Padahal, pasar diperkirakan masih mengalami defisit pasokan sekitar 67 juta ounce untuk tahun keenam berturut-turut. Namun dalam empat sesi terakhir, harga perak turun sekitar 9,9%, menunjukkan sentimen pasar lebih dominan dibanding fundamental pasokan.
Perak sangat sensitif terhadap perubahan sentimen karena berfungsi sebagai logam moneter sekaligus komoditas industri. Aksi jual terbaru mencerminkan investor yang menjauhi aset berisiko, sehingga defisit fisik di pasar sementara tertutupi oleh tekanan pasar.
Di sisi pasokan, produksi tambang global diproyeksikan mencapai 820 juta ounce pada 2026, tertinggi dalam satu dekade berkat proyek tambang baru. Sementara itu, permintaan industri sedikit melemah seiring meningkatnya efisiensi panel surya.
Akibatnya, harga perak saat ini lebih ditentukan oleh sentimen pasar daripada kekurangan pasokan. Selama sentimen belum membaik, perak masih berpotensi berfluktuasi tajam, terlebih setelah harganya turun sekitar 30% dari puncak sebelumnya.
(mae/mae) Addsource on Google