MARKET DATA

Mengapa Thailand Dijuluki Tanah Beras? Ini Rahasianya

amalia Zahira,  CNBC Indonesia
12 March 2026 14:50
Ilustrasi beras shirataki atau basmati. (Dok: Freepik/Selera)
Foto: Ilustrasi beras shirataki atau basmati. (Dok: Freepik/Selera)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beras merupakan salah satu bahan pangan paling penting di dunia. Lebih dari separuh populasi global mengandalkan beras sebagai makanan pokok, terutama di kawasan Asia. Tidak mengherankan jika sejumlah negara atau wilayah mendapatkan julukan khusus yang berkaitan dengan produksi beras, salah satunya "Land of Rice".

Di antara banyak negara penghasil beras, Thailand dikenal luas dengan julukan "Land of Rice" atau "Tanah Beras". Julukan ini muncul karena peran beras yang sangat besar dalam ekonomi, budaya, serta kehidupan sehari-hari masyarakat negara tersebut.

Produksi Beras yang Sangat Besar

Thailand termasuk salah satu produsen beras terbesar di dunia. Kondisi geografisnya yang memiliki dataran rendah luas, tanah subur, serta sistem irigasi yang berkembang membuat negara ini sangat cocok untuk budidaya padi.

Sebagian besar wilayah pedesaan Thailand dipenuhi oleh hamparan sawah. Pertanian padi telah menjadi sektor penting yang menopang kehidupan jutaan petani di negara itu. Produksi beras nasional mencapai puluhan juta ton setiap tahun dan menjadi salah satu komoditas pertanian utama.

Selain untuk memenuhi kebutuhan domestik, Thailand juga dikenal sebagai eksportir beras utama di pasar global. Beras dari negara ini diekspor ke berbagai negara di Asia, Afrika, hingga Timur Tengah.

Terkenal dengan Beras Jasmine

Salah satu alasan utama mengapa Thailand dijuluki Land of Rice adalah reputasinya dalam menghasilkan beras berkualitas tinggi, terutama Thai Hom Mali Rice atau yang lebih dikenal sebagai beras jasmine.

Beras ini memiliki aroma harum khas serta tekstur yang lembut setelah dimasak. Karena kualitasnya yang premium, beras jasmine Thailand sangat populer di pasar internasional dan sering dianggap sebagai salah satu jenis beras terbaik di dunia.

Permintaan global terhadap beras jasmine juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi Thailand sebagai pemain penting dalam perdagangan beras dunia.

Peran Beras dalam Budaya Thailand

Di Thailand, beras tidak hanya sekadar bahan makanan pokok. Komoditas ini juga memiliki makna budaya dan historis yang kuat.

Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Thailand telah mengembangkan berbagai teknik budidaya padi, termasuk sistem irigasi tradisional dan metode penanaman yang disesuaikan dengan musim hujan. Beras bahkan sering muncul dalam berbagai tradisi, festival, hingga kepercayaan masyarakat pedesaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, nasi menjadi makanan utama hampir di setiap hidangan Thailand. Tidak heran jika produksi dan konsumsi beras menjadi bagian penting dari identitas kuliner negara tersebut.

Posisi Thailand di Pasar Beras Dunia

Di pasar global, Thailand telah lama dikenal sebagai salah satu eksportir beras terbesar. Negara ini bersaing dengan produsen besar lainnya seperti India, Vietnam, dan China dalam perdagangan beras internasional.

Keunggulan Thailand terletak pada kualitas beras premium, terutama beras jasmine yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Hal ini membuat komoditas beras tidak hanya penting bagi ketahanan pangan domestik, tetapi juga menjadi sumber devisa bagi negara.

 

Impor Beras Indonesia

 

Thailand masih menjadi pemasok utama beras impor Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, porsi beras asal Thailand konsisten mendominasi total impor. Data BPS menunjukkan bahwa total impor beras Indonesia pada 2023 melonjak hingga 3,06 juta ton dibandingkan 2022.

Tren tersebut juga berlanjut pada 2024. Thailand tetap menjadi pemasok terbesar dengan volume sekitar 1,3 juta ton, atau sekitar 30% dari total impor beras Indonesia, diikuti Vietnam dan beberapa negara Asia lainnya.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular