MARKET DATA
Newsletter

IHSG & Rupiah Terancam! Minyak Tembus US$100, Kabar Genting dari China

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
09 March 2026 06:21
New York Stock Exchange NYSE bursa amerika serikat
Foto: Kapal perusak angkatan laut Choe Hyon melakukan uji peluncuran rudal yang diawasi oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama kunjungannya untuk memeriksa kapal tersebut di Galangan Kapal Nampho, Korea Utara, 4 Maret 2026, dalam gambar yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara. (via REUTERS/KCNA)

Bursa saham Amerika Serikat menutup perdagangan akhir pekan di zona merah, menambah rentetan penurunan mingguan akibat lonjakan harga minyak dan rilis data tenaga kerja yang berada di bawah ekspektasi.

Tiga indeks utama mencatatkan pelemahan yang signifikan pada penutupan perdagangan hari Jumat. Dow Jones Industrial Average turun 453,19 poin atau 0,95%, ditutup pada level 47.501,55. Sepanjang pekan, indeks ini terkoreksi sebesar 3%.

S&P 500 melemah 1,33% ke level 6.740,02, mencatatkan penurunan mingguan sebesar 2%. Sementara Nasdaq Composite merosot 1,59% dan berakhir di posisi 22.387,68, dengan total pelemahan mingguan mencapai 1,2%.

Penurunan ini turut dipengaruhi oleh harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang menembus level US$90 per barel akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan inflasi lebih lanjut.

BlackRock Batasi Penarikan Dana untuk Pertama Kalinya

Di sisi korporasi, saham BlackRock mengalami penurunan sebesar 7%, mencatatkan hari perdagangan terburuknya sejak awal April. Pelemahan ini terjadi setelah perusahaan manajemen investasi tersebut memutuskan untuk membatasi penarikan dana dari salah satu private credit fund untuk pertama kalinya.

Berdasarkan laporan, HPS Corporate Lending Fund mengumumkan bahwa mereka hanya akan melakukan pembelian kembali hingga 5% dari total sahamnya pada kuartal ini, yang merupakan jumlah minimum komitmen perusahaan.

Keputusan ini menarik perhatian pasar karena permintaan penebusan dari investor mencapai 9,3%. Ini merupakan kuartal pertama dalam empat tahun sejarah reksa dana tersebut di mana permintaan penarikan melampaui batas 5%. Sentimen ini turut menekan kinerja saham BlackRock hingga turun 9,9% sejak awal tahun.

Data Tenaga Kerja Mengecewakan dan Mempersulit Kebijakan The Fed

Pasar ekuitas mendapat tekanan tambahan dari laporan terbaru Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Nonfarm payrolls secara tak terduga tercatat turun sebanyak 92.000 pekerjaan pada bulan Februari.

Angka ini berbanding terbalik dengan ekspektasi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan 50.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga mengalami kenaikan menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,3%.

Kepala Ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, menilai pertumbuhan pasar tenaga kerja saat ini tergolong lemah. Menurutnya, AS masih berada dalam lingkungan "rendah rekrutmen, rendah pemutusan hubungan kerja" (low hire, low fire).

Hatzius juga mencatat bahwa berbagai kejutan pada data ekonomi belakangan ini mulai memberikan sinyal ke arah risiko stagflasi-kondisi di mana inflasi tinggi terjadi secara bersamaan dengan stagnasi ekonomi dan pengangguran.

Sejalan dengan hal tersebut, Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa pelemahan data tenaga kerja bulan Februari ini menambah kompleksitas dalam perumusan kebijakan bank sentral.

Kondisi pasar tenaga kerja yang mulai melunak, dikombinasikan dengan tingkat inflasi yang masih berada di atas target 2%, membuat The Fed berada dalam posisi yang lebih menantang.

Meskipun demikian, Daly menekankan agar pasar tidak mengambil kesimpulan berlebihan hanya dengan merujuk pada data satu bulan.

Saham Ciena Menguat Berkat Prospek Jaringan Pusat Data AI

Di tengah tekanan yang melanda bursa, saham penyedia peralatan jaringan optik, Ciena, berhasil mencatatkan penguatan hampir 3% pada perdagangan Jumat. Kenaikan ini didorong oleh langkah Bank of America yang menaikkan peringkat saham Ciena menjadi buy (beli) dari sebelumnya neutral.

Analis Bank of America, Tal Liani, melihat adanya potensi kenaikan hingga lebih dari 18% dengan target harga baru di level US$355. Prospek positif ini didasarkan pada peningkatan belanja cloud dan tingginya kebutuhan perangkat keras jaringan optik untuk mendukung operasional pusat data kecerdasan buatan (AI).

Siklus pengeluaran modal ini diproyeksikan akan berlanjut hingga tahun 2027, memposisikan Ciena yang memiliki pangsa pasar dominan di sektor optik untuk terus mencatatkan pertumbuhan.

(gls/gls) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features