MARKET DATA

Impor Handphone RI Melonjak 3 Kali Lipat, 99% Dipasok China

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
07 March 2026 16:00
Xiaomi Redmi 9T/detikinet
Foto: Xiaomi Redmi 9T/detikinet

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai impor smartphone Indonesia kembali melonjak pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Indonesia 2026, nilai impor smartphone dengan skema CIF (Cost, Insurance, and Freight) mencapai US$ 2,98 miliar pada 2025 atau sekitar Rp 48,8 triliun (US$1= Rp 16.900).

Angka ini naik tajam dibandingkan 2024 yang sebesar US$ 1,94 miliar. Bahkan jika dibandingkan 2022 yang hanya US$ 724,77 juta, nilainya melonjak lebih dari tiga kali lipat.

Impor Melonjak Sejak 2023

Setelah sempat melemah pada 2022 ke level US$ 724,8 juta, impor smartphone melonjak drastis pada 2023 menjadi US$ 1,97 miliar atau naik hampir 172% secara tahunan.

Tren tersebut berlanjut pada 2024 yang masih berada di level tinggi sebesar US$ 1,94 miliar, sebelum kembali melonjak tajam pada 2025 menjadi US$ 2,98 miliar.

Lonjakan 2025 menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir, dengan kenaikan sekitar 53,2% dibandingkan 2024. Jika dibandingkan titik terendah pada 2022, nilai impor smartphone pada 2025 bahkan melonjak sekitar 311%, atau lebih dari empat kali lipat dalam tiga tahun.

China, AS, dan Hong Kong Jadi Tiga Besar Pemasok

Jika dilihat dari negara asal, tiga besar eksportir smartphone ke Indonesia pada 2025 adalah China, Amerika Serikat, dan Hong Kong.

China masih menjadi pemain dominan. Nilai impor dari negara tersebut mencapai US$ 2,97 miliar pada 2025, melonjak signifikan dibanding 2024 yang sebesar US$ 1,94 miliar. Sejak 2023, kontribusi China terus mendominasi struktur impor smartphone Indonesia. China menyuplai 99% dari smartphine impor Indonesia.

Selain mengimpor beragam smartphone buatan China seperti Huawei dan Xiaomi, Indonesia juga mengimpor iPhone dari China sebagian besar iPhone diproduksi atau dirakit di China sebelum dikirim ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di posisi kedua ada Amerika Serikat, dengan nilai impor US$ 545,8 juta pada 2025. Angka ini meningkat dibandingkan 2024 sebesar US$ 542,6 juta dan naik cukup signifikan dibandingkan 2022 yang hanya US$ 201,5 juta.

Sementara itu, Hong Kong berada di peringkat ketiga dengan nilai impor US$ 278,3 juta pada 2025. Meski masih besar, nilainya mengalami penurunan dibandingkan 2023 yang sempat mencapai US$ 410,1 juta dan 2024 sebesar US$ 339,5 juta.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular