MARKET DATA

Kapan Al-Quran Diturunkan: Malam Lailatul Qadr atau Nuzulul Qur'an?

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
06 March 2026 20:10
Al-Quran. (Dok. Pixabay)
Foto: Al-Quran. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setiap Ramadan, umat Islam di seluruh dunia memperingati dua momen penting, yaitu Nuzulul Qur'an pada 17 Ramadhan, dan Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir.

Namun, pertanyaan tentang kapan Al-Qur'an diturunkan sering menimbulkan kebingungan karena ada dua istilah yang sering disebut malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an. Keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki penjelasan yang berbeda dalam sejarah turunnya Al-Qur'an.

Turunnya Al-Qur'an

Al-Qur'an sendiri menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan turunnya wahyu. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَ

Artinya: Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil) (QS. Al-Baqarah: 185).

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada bulan Ramadhan. Namun, pada surah al-qadar, disebutkan secara lebih spesifik bahwa penurunan itu terjadi pada malam lailatul qadar. Allah berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar (QS. Al-Qadr: 1).

Para pakar tafsir menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan dengan mengalami dua kali proses, yaitu Pertama, diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah). Kedua, diturunkan secara bertahap (najman najman).

Allah menurunkan Al-Qur'an secara menyeluruh di langit dunia dan dikumpulkan menjadi satu di Baitul Izzah, sebelum diterima Nabi di muka bumi.

Lalu Malaikat Jibril menurunkan Al-Qur'an kepada Nabi di bumi secara berangsur-angsur serta ayat demi ayat, dalam kurun waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama dua puluh tahun (pendapat lain ada yang mengatakan dua puluh satu tahun).

Wahyu Pertama Nabi Muhammad SAW

Sementara itu, Nuzulul Qur'an yang diperingati umat Islam setiap 17 Ramadhan merujuk pada turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW sedang beribadah di Gua Hira, saat malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama yaitu ayat dari Surah Al-'Alaq ayat 1-5 tepat pada tanggal 17 Ramadhan. Saat itu Nabi berusia 40 tahun.

Allah memberi utusan Nabi untuk alam semesta, mengeluarkan manusia dari sesatnya kebodohan untuk menuju pada pengetahuan.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dalam kajian ulama tafsir, turunnya Al-Qur'an terjadi melalui dua fase utama.

  1. Fase pertama: Al-Qur'an diturunkan secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar.

  2. Fase kedua: Al-Qur'an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama lebih dari 22 tahun melalui Malaikat Jibril.

Metode bertahap ini memiliki hikmah besar, salah satunya agar ajaran Islam dapat dipahami dan diterapkan secara perlahan oleh masyarakat.

Sejumlah ayat Al-Qur'an kerap dijadikan rujukan untuk menjelaskan peristiwa tersebut.

QS Al-Baqarah Ayat 185: Al-Qur'an Diturunkan di Bulan Ramadan

Salah satu ayat yang paling sering dikaitkan dengan Nuzulul Quran adalah QS Al-Baqarah ayat 185. Dalam ayat ini disebutkan Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadan sebagai petunjuk bagi manusia.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au 'alâ safarin fa 'iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullâha 'alâ mâ hadâkum wa la'allakum tasykurûn

Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur'an berfungsi sebagai hudan (petunjuk), bayyinât (penjelasan), dan furqan (pembeda antara yang benar dan salah).

QS Al-Qadr Ayat 1-3: Turun pada Malam Lailatul Qadar

Peristiwa turunnya Al-Qur'an juga disebutkan dalam Surah Al-Qadr. Pada ayat pertama disebutkan:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١

innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatul Qadar.

Ayat ini menunjukkan bahwa turunnya Al-Qur'an berkaitan erat dengan malam Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Para ulama memahami ayat ini sebagai penjelasan tentang fase awal turunnya Al-Qur'an dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia.

Karena itu, Lailatul Qadar dipandang sebagai salah satu malam paling mulia dalam Islam.

QS Al-Alaq Ayat 1-5: Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad

Sementara itu, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW tercantum dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kata Iqra' (bacalah).

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١

iqra' bismi rabbikalladzî khalaq

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!

Ayat ini diturunkan melalui Malaikat Jibril ketika Nabi Muhammad berada di Gua Hira. Peristiwa tersebut menandai awal turunnya wahyu kepada Nabi sekaligus awal dari fase kedua turunnya Al-Qur'an yang berlangsung secara bertahap selama lebih dari dua dekade.

Penurunan bertahap ini terjadi sesuai dengan situasi dan peristiwa yang dihadapi masyarakat pada masa dakwah Nabi.

QS Ad-Dukhan Ayat 2-3: Al-Qur'an Turun pada Malam yang Diberkahi

Turunnya Al-Quran pada malam Lailatul Qadar diceritakan pada ayat-ayat awal Surah Ad-Dukhan.

وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۙ ۝٢

wal-kitâbil-mubîn

Demi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ۝٣

innâ anzalnâhu fî lailatim mubârakatin innâ kunnâ mundzirîn

Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.

Allah SWT juga menegaskan fungsi Al-Quran sebagai media peringatan bagi umat manusia.

QS An-Nahl Ayat 102: Al-Qur'an Turun pada Malam yang Diberkahi

Jibril sebagai perantara wahyu digambarkan pada surat An-Nahl ayat 102:

قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ ۝١٠٢

qul nazzalahû rûḫul-qudusi mir rabbika bil-ḫaqqi liyutsabbitalladzîna âmanû wa hudaw wa busyrâ lil-muslimîn

Katakanlah (Nabi Muhammad), "Ruhul Kudus (Jibril) menurunkannya (Al-Qur'an) dari Tuhanmu dengan hak untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang muslim (yang berserah diri kepada Allah)."

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular