MARKET DATA

20 Negara dengan Utang Segunung, Ada Tetangga RI

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
03 March 2026 15:45
INFOGRAFIS, 10 Negara dengan Hutang Terbanyak di Dunia
Foto: Infografis/Negara dengan Hutang Terbanyak/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Beban utang sejumlah negara di dunia kini semakin mengkhawatirkan. Sejumlah negara bahkan total utangnya sudah melampaui 300% dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau lebih besar dari tiga kali output ekonomi tahunan mereka.

Mengacu pada data terbaru kuartal IV-2025 dari Global Debt Monitor yang diterbitkan oleh Institute of International Finance (IIF), total beban utang tersebut dihitung dari gabungan utang rumah tangga, korporasi, dan pemerintah.

Dari data tersebut, Hong Kong tercatat memiliki beban utang tertinggi di dunia, yakni mencapai 380% dari PDB. Sementara itu, Jepang berada di posisi kedua dengan total utang sebesar 372% dari PDB.

Hong Kong Jadi yang Tertinggi

Hong Kong menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan total utang terbesar di dunia, yakni mencapai 380% dari PDB. Wilayah administratif khusus China ini memang dikenal sebagai pusat ekonomi maju dengan tingkat urbanisasi tinggi dan populasi sekitar 7,5 juta jiwa.

Menariknya, utang pemerintah Hong Kong sebenarnya relatif tidak terlalu besar, yakni 67% dari PDB. Utang rumah tangganya juga berada di 86% dari PDB, level yang masih relatif umum dilihat di negara maju.

Namun, yang membuat total beban utangnya melonjak sangat tinggi adalah utang korporasi yang mencapai 227% dari PDB.

Besarnya utang korporasi di Hong Kong banyak dikaitkan dengan karakter ekonominya yang sangat bertumpu pada sektor properti seperti dilansir dari Visual Capitalist.

Dalam bisnis properti, transaksi dengan leverage tinggi merupakan hal yang lazim. Tidak heran jika sektor properti dan aktivitas turunannya memberi kontribusi besar terhadap perekonomian Hong Kong.

Jepang Ditopang Lonjakan Utang Pemerintah

Berbeda dengan Hong Kong yang ditopang utang korporasi, beban utang Jepang lebih banyak berasal dari pemerintah. Total utang Jepang mencapai 372% dari PDB, dengan utang pemerintah menyentuh 199% dari PDB.

Besarnya utang pemerintah Jepang tidak terjadi dalam waktu singkat. Akar masalahnya berawal dari periode stagnasi panjang setelah pecahnya gelembung harga aset pada awal 1990-an. Saat pertumbuhan ekonomi melambat selama bertahun-tahun, pemerintah dan bank sentral Jepang menempuh berbagai kebijakan stimulus, termasuk pelonggaran moneter besar-besaran.

Melalui kebijakan tersebut, Bank of Japan membeli obligasi pemerintah dalam jumlah besar untuk menopang aktivitas ekonomi. Langkah ini membantu menjaga stabilitas, tetapi sekaligus mendorong kenaikan utang negara. Saat ini, sebagian besar surat utang Jepang dipegang oleh investor domestik, termasuk bank dan perusahaan asuransi.

Negara Maju Masih Dominasi Beban Utang Tinggi

Jepang bukan satu-satunya negara maju yang memiliki rasio utang sangat tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai krisis memaksa banyak pemerintah meningkatkan pinjaman, mulai dari kebutuhan stimulus saat pandemi Covid-19 hingga belanja industri dan pertahanan di Eropa.

Di sisi lain, rumah tangga dan pelaku usaha juga menghadapi biaya pinjaman yang lebih mahal di tengah ketidakpastian ekonomi global. Akibatnya, beban utang di banyak negara maju tetap tinggi, baik dari sisi publik maupun swasta.

Kalau melihat data total utang terhadap PDB, deretan negara dengan rasio tertinggi antara lain Hong Kong 380%, Jepang 372%, Singapura 347%, Prancis 326%, Kanada 315%, dan China 298%.

Posisi Indonesia Relatif Rendah

Di tengah tingginya debt burden banyak negara, posisi Indonesia masih tergolong rendah. Total utang Indonesia tercatat sebesar 79% dari PDB, terdiri dari utang rumah tangga 15%, utang korporasi nonkeuangan 24%, dan utang pemerintah 40%.

Menariknya, Indonesia juga tercatat menjadi negara dengan total beban utang terendah di antara negara-negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut.

Rasio total utang Indonesia masih lebih rendah dibandingkan Filipina yang mencapai 96% dari PDB, Laos 114%, Vietnam 161%, Thailand 223%, Malaysia 224%, hingga Singapura 347%.

Angka tersebut juga jauh di bawah negara-negara maju maupun sejumlah negara Asia lain seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Ini menunjukkan bahwa secara umum, tekanan utang Indonesia relatif masih lebih terkendali.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google



Most Popular