MARKET DATA
Newsletter

Bersiaplah Hadapi Badai, Perang Iran-Agenda Besar China Bisa Goyang RI

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
02 March 2026 06:24
Seorang pria berjalan di Wall Street di luar Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 7 April 2025.
Foto: Infografis/ 9 Negara Ini di Ujung Tanduk/ Edward Ricardo

Saham-saham anjlok pada Jumat setelah data terbaru indeks harga produsen (PPI) tercatat jauh lebih tinggi dari perkiraan, menambah daftar kekhawatiran terkait inflasi yang masih lengket dan telah memicu gejolak pasar bulan ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 521,28 poin atau 1,05% dan ditutup di 48.977,92. S&P 500 melemah 0,43% ke 6.878,88, sementara Nasdaq Composite kehilangan 0,92% dan berakhir di 22.668,21.

S&P 500 dan Nasdaq menutup Februari di zona merah di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan (AI) pada sektor-sektor tertentu dan perekonomian secara keseluruhan.

Kekhawatiran tersebut semakin memburuk setelah perusahaan fintech milik Jack Dorsey, Block, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 4.000 karyawan, hampir setengah dari total tenaga kerjanya.

 

Saham sektor keuangan dan sektor lain yang sensitif terhadap siklus ekonomi juga melemah pada Jumat.

Saham yang terkait dengan private credit kembali tertekan karena investor mengantisipasi potensi dampak dari kolapsnya penyedia hipotek Inggris, Market Financial Solutions. Saham Apollo dan Jefferies termasuk yang tertinggal, masing-masing anjlok lebih dari 8% dan 9%.

Saham Blue Owl, yang sebelumnya terpukul akibat pembatasan likuiditas dan penjualan asetnya, turun sekitar 6%.

Sejumlah emiten perangkat lunak juga mencatatkan kerugian pada Jumat, menutup bulan yang buruk. Salesforce merosot lebih dari 2%, begitu pula Microsoft yang turut menekan Dow.

Perusahaan keamanan siber Zscaler jatuh 12% setelah pendapatan ditangguhkan (deferred revenue) dan penagihan kuartal fiskal kedua meleset dari ekspektasi. CoreWeave merosot 18% akibat proyeksi yang mengecewakan.

Nvidia memperpanjang pelemahan pasca laporan keuangan dengan penurunan 4% pada Jumat.

Sahamnya sebelumnya turun lebih dari 5% pada Kamis, mengejutkan banyak investor yang masih optimistis terhadap produsen chip tersebut menyusul kinerja kuartal keempat yang sangat kuat dan siklus produk baru yang akan datang.

Pelaku pasar mengaitkan penurunan saham dengan keraguan terhadap kesepakatan Nvidia dengan OpenAI, sentimen yang melemah terhadap tema AI, serta skeptisisme apakah belanja modal AI yang besar dari perusahaan hyperscaler dapat dipertahankan.

Memperburuk sentimen pasar, indeks harga produsen Januari 2026, ukuran inflasi tingkat grosir, menunjukkan kenaikan 0,5% dalam sebulan. Ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan angka utama hanya 0,3%.

Yang lebih mengkhawatirkan, PPI inti (tidak termasuk harga pangan dan energi) melonjak 0,8%, jauh di atas perkiraan kenaikan 0,3%.

Stephen Kolano, chief investment officer Integrated Partners, menilai laporan PPI ini sebagai komplikasi tambahan bagi investor, di tengah kekhawatiran yang sudah ada terkait belanja modal AI, potensi disrupsi industri, serta tekanan di pasar private credit.

Ia mencatat bahwa inflasi tampaknya lebih didorong oleh sektor jasa, yang bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan mulai meneruskan biaya tarif kepada konsumen akhir guna menjaga margin keuntungan.

Belum lagi kondisi pasar tenaga kerja yang juga menjadi kekhawatiran. Meski pertumbuhan lapangan kerja bulan lalu jauh lebih baik dari perkiraan, Kolano tidak yakin pasar tenaga kerja benar-benar stabil mengingat PHK mulai meningkat. Challenger, Gray & Christmas melaporkan awal bulan ini bahwa PHK Januari mencapai level tertinggi untuk bulan tersebut sejak krisis keuangan global.

Nasdaq mencatat penurunan lebih dari 3% sepanjang Februari, kinerja bulanan terburuk sejak Maret tahun lalu. ETF iShares Expanded Tech-Software (IGV) turun hampir 10% bulan ini, sehingga kerugian sejak awal tahun mendekati 23%. Sementara itu, S&P 500 melemah hampir 1% sepanjang Februari, sedangkan Dow justru naik sekitar 0,2%.

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google


Most Popular
Features