15 Buah & Tanaman yang Diceritakan dalam Al-qur'an: Pisang - Bawang
Jakarta, CNBC Indonesia - Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam, tidak hanya memuat ajaran spiritual dan hukum kehidupan, tetapi juga mengandung referensi terhadap alam semesta, termasuk flora.
Penyebutan tanaman seperti kurma, anggur, zaitun, dan gandum tidak bersifat kebetulan. Komoditas-komoditas ini merepresentasikan fondasi ekonomi agraris kawasan Timur Tengah, terutama wilayah Hijaz, Syam, dan Mesir.
1. Kurma (النخل - Nakhl)
Flora yang paling dominan disebut dalam Al-Qur'an sekitar 20 kali. Kurma bukan sekadar buah, tetapi simbol keberkahan, ketahanan hidup, dan stabilitas pangan masyarakat gurun.
Dalam QS. Maryam: 25, ketika Allah memerintahkan Maryam menggoyangkan pohon kurma saat melahirkan Nabi Isa AS, sebuah gambaran bahwa rezeki dan kekuatan hadir bahkan di titik paling genting kehidupan. Secara ilmiah, kurma kaya gula alami, serat, kalium, dan zat besi, menjadikannya sumber energi instan dan ideal untuk pemulihan fisik.
Foto: Memasuki bulan Ramadan 2025, penjualan kurma di Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan hingga lebih dari 50 persen. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Memasuki bulan Ramadan 2025, penjualan kurma di Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan hingga lebih dari 50 persen. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) |
2. Anggur (العنب - Al-'Inab)
Disebut sekitar 11 kali dan hampir selalu berdampingan dengan kurma. Anggur melambangkan kemakmuran agraris dan ladang yang subur.
Dalam QS. Al-Kahfi: 32, kebun anggur menjadi perumpamaan tentang kesombongan manusia yang kufur nikmat sebelum akhirnya dihancurkan. Di sisi lain, QS. An-Naba: 32 menyebut anggur sebagai salah satu kenikmatan surga.
3. Tin / Ara (التين)
Hanya disebut sekali, namun diberi kehormatan luar biasa melalui sumpah Allah di awal Surah At-Tin. Penempatannya berdampingan dengan zaitun menunjukkan kedudukannya yang istimewa. Tin kaya serat, kalsium, dan antioksidan, serta telah dibudidayakan sejak ribuan tahun sebelum masehi.
Foto: Image by Jason Cegoh via PixabayBuah Tin atau Buah Ara |
4. Zaitun (الزيتون)
Zaitun disebut tujuh kali dalam Al-Qur'an. Bahkan Allah bersumpah dengan buah tin dan zaitun di awal Surah At-Tin (QS. At-Tin: 1), yang menunjukkan kedudukannya istimewa. Dalam QS. An-Nur: 35, minyak zaitun digambarkan hampir menyala sendiri walaupun tidak disentuh api. Ini adalah perumpamaan tentang cahaya Allah yang sangat terang dan suci.
Pohon zaitun banyak tumbuh di wilayah sekitar Laut Mediterania dan bisa hidup sangat lama, bahkan ratusan tahun. Karena itu, zaitun sering dianggap sebagai simbol keberkahan dan ketahanan.
5. Gandum / Biji (حَبّ - Habb)
Kata habb (biji-bijian) disebut beberapa kali dalam Al-Qur'an. Biasanya merujuk ke gandum atau tanaman pokok yang jadi makanan utama manusia. Dalam QS. Yusuf: 43-47, ada cerita tentang mimpi raja Mesir yang ditafsirkan Nabi Yusuf AS. Intinya, akan ada 7 tahun masa panen melimpah lalu 7 tahun masa kekeringan. Yusuf menyarankan supaya hasil panen disimpan untuk persiapan menghadapi masa sulit. Ini seperti konsep "nabung pangan" supaya tetap aman saat krisis.
Foto: Ladang Gandum AS. (Pexels)Ladang Gandum AS. (Pexels) |
Lalu di QS. Al-Baqarah: 261, biji dijadikan perumpamaan tentang sedekah. Satu biji bisa tumbuh jadi tujuh tangkai, dan setiap tangkai berisi seratus biji. Artinya, satu kebaikan bisa dibalas berkali-kali lipat oleh Allah.
7. Delima (الرمان - Ar-Rumman)
Disebut tiga kali, dua di antaranya sebagai tanda kekuasaan Allah bersama kurma dan zaitun (QS. Al-An'am: 99, 141), dan disebut sekali sebagai buah surga (QS. Ar-Rahman: 68). Delima merupakan salah satu buah tertua dalam sejarah peradaban manusia. Secara ilmiah, kandungan punicalagin di dalamnya adalah antioksidan yang sangat kuat, bahkan melampaui teh hijau dan anggur merah.
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhotoBuah Delima. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Images) |
8. Pisang
Disebut satu kali dalam Al-Waqi'ah · Ayat 29
َّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ
wa thal-ḫim mandlûd
"pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun"
Selain buah-buahan terdapat pohon dan bumbu-bumbuan yang disebutkan dalam Alqur'an, mulai dari bawang hingga mentimun. Ayat tersebut ada di dalam Al-baqarah ayat : 61
Al-Baqarah · Ayat 61
وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ مِنْۢ بَقْلِهَا وَقِثَّاۤىِٕهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَاۗ قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌۗ اِهْبِطُوْا مِصْرًا فَاِنَّ لَكُمْ مَّا سَاَلْتُمْۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَࣖ ٦١
(Ingatlah) ketika kamu berkata, "Wahai Musa, kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan. Maka, mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah." Dia (Musa) menjawab, "Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota. Pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta." Kemudian, mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena sesungguhnya mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu ditimpakan karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
(mae/mae) Addsource on Google
Foto: Memasuki bulan Ramadan 2025, penjualan kurma di Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan hingga lebih dari 50 persen. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Image by Jason Cegoh via Pixabay
Foto: Ladang Gandum AS. (Pexels)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto