Menguak Tabir "Iqra", Ayat Pertama yang Turun kepada Nabi Muhammad
Jakarta, CNBC indonesia - Perintah pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW dalam wahyu Al-Qur'an adalah kata "Iqra", yang secara umum diterjemahkan sebagai "bacalah."
Perintah ini tertulis dalam Surah Al-'Alaq ayat 1-5, yang menjadi awal turunnya wahyu di Gua Hira.
Namun, ada satu fakta menarik: Nabi Muhammad dikenal sebagai sosok ummi, yakni tidak bisa membaca dan menulis.
Pertanyaan kemudian muncul: mengapa perintah pertama Allah justru "membaca" kepada seorang nabi yang tidak memiliki kemampuan baca tulis?
Membaca Alam Semesta
Para ulama dan cendekiawan Islam menjelaskan bahwa kata Iqra memiliki makna yang jauh lebih luas, yakni membaca, memahami, menelaah, dan merenungi berbagai tanda kehidupan. Dengan kata lain, perintah itu merupakan ajakan untuk menggunakan akal dan kesadaran dalam memahami ciptaan Allah.
Salah satu bentuk "membaca" yang dimaksud adalah membaca alam semesta. Al-Qur'an berkali-kali mengajak manusia untuk memperhatikan langit, bumi, serta berbagai makhluk hidup. Salah satu ayatnya adalah Surah Al-Baqarah ayat 164:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ مِنْ مَّاۤءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍۖ وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ ١٦٤
inna fî khalqis-samâwâti wal-ardli wakhtilâfil-laili wan-nahâri wal-fulkillatî tajrî fil-baḫri bimâ yanfa'un-nâsa wa mâ anzalallâhu minas-samâ'i mim mâ'in fa aḫyâ bihil-ardla ba'da mautihâ wa batstsa fîhâ ming kulli dâbbatiw wa tashrîfir-riyâḫi was-saḫâbil-musakhkhari bainas-samâ'i wal-ardli la'âyâtil liqaumiy ya'qilûn
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.
Alam dipandang sebagai tanda-tanda kebesaran Allah yang menunjukkan keteraturan, tujuan, dan hikmah dalam penciptaan.
Dengan merenungi alam, manusia didorong untuk menyadari keberadaan dan kekuasaan Sang Pencipta.
Membaca Sejarah Umat Manusia
Makna Iqra juga dapat dipahami sebagai ajakan untuk membaca sejarah. Al-Qur'an banyak memuat kisah umat-umat terdahulu seperti kaum Nabi Nuh, 'Ad, dan Tsamud.
Kisah-kisah tersebut menjadi pelajaran tentang konsekuensi dari keimanan maupun pembangkangan terhadap kebenaran. Melalui kisah tersebut, manusia diajak untuk memahami bagaimana sebuah masyarakat bisa berkembang, bertahan, atau bahkan hancur.
Dengan membaca sejarah, manusia dapat mengambil hikmah dari perjalanan umat terdahulu dan menjadikannya cermin untuk memperbaiki kehidupan di masa kini.
Membaca Diri Sendiri
Selain alam dan sejarah, Al-Qur'an juga mengajak manusia untuk membaca dirinya sendiri. Manusia didorong untuk merenungkan bagaimana dirinya diciptakan.
Refleksi terhadap diri sendiri ini menjadi jalan untuk mengenal kebesaran Allah sekaligus memahami tujuan hidup manusia. Kesadaran tersebut membantu manusia menyadari keterbatasannya sekaligus menghargai anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta.
Modal Pembangunan Peradaban Umat Islam
Melalui pemahaman ini, perintah Iqra pada dasarnya adalah seruan untuk membangun peradaban yang berlandaskan pengetahuan dan perenungan.
Fakta bahwa perintah tersebut diturunkan kepada Nabi Muhammad yang tidak bisa membaca justru menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah SWT, yang menjadi fondasi pembangunan peradaban umat Islam tanpa campur tangan manusia.
Karena itu, makna Iqra tidak hanya terbatas pada membaca teks, tetapi juga mencakup upaya memahami alam, sejarah, dan diri sendiri sebagai tanda-tanda kebesaran Allah.
(dag/dag) Addsource on Google