MARKET DATA

Catat! Emiten Happy Hapsoro, BUVA Mau Minta Restu Rights Issue Jumbo

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
26 February 2026 09:30
Salah satu properti yang dimiliki PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). (Dok.buvagroup.com)
Foto: Salah satu properti yang dimiliki PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). (Dok.buvagroup.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti milik Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Tbk (BUVA) akan bersiap melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta restu investor untuk rights issue jumbo.

Dalam rencana yang diajukan, BUVA akan menerbitkan maksimal 50 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 203,11% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

Ini juga akan menjadi rights issue yang kedua setelah tahun lalu sukses menggalang modal tambahan. Sebelumnya, BUVA telah melaksanakan rights issue 4,03 miliar lembar saham pada akhir 2025, dengan nilai total mencapai sekitar Rp604 miliar, untuk mendanai akuisisi aset PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Bukit Permai Properti.

Manajemen menyampaikan bahwa dana hasil rights issue yang kedua ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha.

Selain itu, sebagian dana juga direncanakan untuk membiayai akuisisi strategis serta melunasi utang perseroan maupun entitas anak. Langkah pelunasan utang ini diharapkan dapat menekan beban bunga, khususnya dibandingkan dengan pendanaan perbankan yang selama ini membebani arus kas.

Dari sisi komitmen, pemegang saham pengendali-termasuk pihak yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, dikabarkan siap menyerap porsi haknya dalam aksi korporasi ini. Komitmen tersebut dinilai penting untuk memberikan keyakinan kepada investor bahwa rights issue memiliki dukungan internal yang kuat.

Namun demikian, aksi korporasi ini juga membawa konsekuensi signifikan bagi pemegang saham publik. Investor yang tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 67,01%.

Selain untuk kebutuhan pendanaan, rights issue ini juga menjadi bagian dari upaya BUVA memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait batas minimal kepemilikan saham publik (free float) sebesar 15%.

Secara keseluruhan, rights issue BUVA menjadi momentum penting yang berpotensi mengubah peta permodalan dan struktur kepemilikan perusahaan.

Selain BUVA, pasar juga mengamati sederet emiten yang mau rights issue lainnya dengan jadwal yang paling dekat berikut ini :

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw) Add as a preferred
source on Google



Most Popular