RI Belum Ada, Ini 10 IPO Terbesar Dunia 2026: Raksasa Militer Berjaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal global mulai menunjukkan pergerakan pada dua bulan pertama tahun 2026.
Meskipun mega-IPO dengan valuasi di atas US$ 50 miliar belum terealisasi, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor strategis telah berhasil melantai di bursa utama dunia.
Maraknya IPOÂ di luar negeri berbanding terbalik dengan di Indonesia di mana belum ada satupun perusahaan yang melantai di bursa hingga Februari 2026.
Sektor pertahanan, artificial intelligence, infrastruktur energi, serta teknologi finansial menjadi kontributor utama dalam daftar IPO dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar.
Berikut adalah daftar 10 perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar saat IPO di tingkat global sejak Januari hingga minggu keempat Februari 2026 (dalam denominasi US$):
Dominasi Sektor Strategis: Pertahanan dan Kecerdasan Buatan
Berdasarkan data kompilasi tersebut, bursa Euronext Amsterdam mencatatkan penawaran umum perdana terbesar di awal tahun ini melalui Czechoslovak Group (CSG) dengan kapitalisasi pasar mencapai US$ 29,2 miliar atau sekitar Rp 489,25 triliun (US$1= Rp 16755). Fenomena ini mengukuhkan sektor pertahanan sebagai salah satu motor penggerak utama likuiditas pasar modal global pada kuartal pertama 2026.
Di kawasan Asia, bursa Hong Kong (HKEX) menunjukkan posisi tawar yang signifikan pada sektor teknologi masa depan, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kehadiran MiniMax dan Zhipu AI dengan akumulasi valuasi gabungan yang melampaui ambang USD 20 miliar merefleksikan optimisme investor terhadap fundamental serta prospek pertumbuhan ekosistem teknologi di kawasan tersebut.
Diversifikasi Global dan Kebangkitan Bursa Amerika Serikat
Sementara itu, bursa Amerika Serikat yang diwakili oleh NYSE dan NASDAQ tetap menjadi destinasi utama bagi korporasi lintas sektoral. Mayoritas entitas dalam daftar sepuluh besar tersebut memilih untuk melantai di bursa Paman Sam, yang mencakup spektrum industri luas mulai dari infrastruktur energi, penyewaan alat berat, hingga teknologi finansial dan infrastruktur aset digital.
Kehadiran entitas seperti BitGo, York Space Systems, dan PicPay di jajaran elit ini mengindikasikan adanya diversifikasi sektor yang mulai merata, mencakup industri dirgantara hingga perbankan digital.
Secara komprehensif, tren IPO pada periode awal 2026 ini memberikan indikasi positif terhadap pemulihan kepercayaan pasar modal global, terutama pada kategori emiten dengan kapitalisasi pasar besar (Large Cap).
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls) Addsource on Google