MARKET DATA

Hujan Kabar Buruk, Harga Batu Bara Ambruk 3 Hari Beruntun

mae,  CNBC Indonesia
24 February 2026 07:15
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Aktivitas Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih ambruk dan melanjutkan tren negatif selama tiga hari beruntun.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (23/2/2026) ada di posisi US$ 119,4 atau turun 0,87%.

Penurunan tersebut memperpanjang derita harga batu bara dengan melemah 2,2% dalam tiga hari beruntun.

Harga batu bara melemah karena belum ada sentiment positif. Permintaan batu bara, terutama kokas masih lemah.

Aktivitas pembelian China melemah setelah periode liburan, sehingga likuiditas pasar spot menurun. Ketika China mengurangi pembelian, pasar seaborne biasanya bergerak lambat, bukan bergejolak. India menjadi pembeli marginal, tetapi pabrik baja India membeli secara selektif dan hanya untuk kebutuhan jangka pendek.

Di sisi lain, sinyal pasokan bercampur. Beberapa produsen Atlantik memangkas produksi karena margin lemah, yang mencegah harga turun tajam. Namun pemangkasan itu tidak memicu reli karena pembeli tidak agresif mengejar kargo.

 

Faktor biaya pengiriman juga penting. Batu bara Australia tetap kompetitif secara struktural di pasar Asia, sementara kargo Amerika Serikat (AS) menghadapi biaya pengiriman lebih tinggi ke India, sehingga sulit menggantikan pasokan Australia meski harga FOB lebih murah.

Prospek jangka pendek cenderung bergerak sideways, bukan bullish.

Batu bara metalurgi premium kemungkinan tetap menguat karena pabrik baja masih membutuhkan kualitas tinggi dan penjual tidak dalam tekanan. Namun kenaikan harga berkelanjutan membutuhkan pembelian China yang lebih kuat atau peningkatan produksi baja India yang jelas.

Kokas metalurgi kemungkinan bergerak dalam rentang terbatas kecuali utilisasi tanur tinggi meningkat tajam atau pasokan ekspor tiba-tiba mengetat.

Pasar kokas metalurgi di China menunjukkan sentimen lemah dan berhati-hati, karena keseimbangan antara pasokan dan permintaan dinilai rapuh. Pelaku pasar cenderung wait-and-see akibat prospek permintaan baja yang belum kuat dan profit industri yang terbatas.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular