MARKET DATA

Pertama dalam Sejarah, Generasi Muda AS Lebih Miskin dari Orang Tuanya

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
23 February 2026 19:50
The United State flag is silhouetted against the setting sun Sunday, May 28, 2017, in Leavenworth, Kan. (AP Photo/Charlie Riedel)
Foto: Bendera Amerika Serikat (AP Photo/Charlie Riedel)

Jakarta, CNBC Indonesia  - Amerika Serikat (AS) menyambut ulang tahun ke-250 dengan mimpi yang memudar. Untuk pertama kalinya generasi muda diperkirakan berpenghasilan lebih rendah dari orang tua mereka.

Saat Amerika Serikat mendekati ulang tahunnya yang ke-250 pada Juli 2026, yang menandai penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan pada 1776, muncul refleksi serius terhadap janji inti bangsa tersebut-American Dream.

Analisis terbaru menyoroti perubahan bersejarah yakni untuk pertama kalinya dalam sejarah AS, generasi muda diperkirakan akan memperoleh penghasilan rata-rata lebih rendah dibandingkan orang tua mereka pada usia yang sama.

American Dream sejak lama didefinisikan sebagai keyakinan bahwa kerja keras akan membawa keamanan ekonomi, mobilitas sosial ke atas, dan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak.

Namun, ketika negara itu bersiap merayakan hari jadinya pada 4 Juli 2026, data menunjukkan bahwa kemajuan antar generasi telah terhenti. Faktor ekonomi seperti stagnasi upah, meningkatnya biaya hidup, dan pergeseran menuju pekerjaan bergaji lebih rendah turut berkontribusi pada pembalikan tren ini.

Data Biro Sensus menunjukkan bahwa upah median pekerja laki-laki penuh waktu relatif tidak banyak berubah sejak 1973, sementara perekonomian semakin banyak menghasilkan pekerjaan bergaji rendah dan paruh waktu, banyak di antaranya tanpa tunjangan seperti asuransi kesehatan. Hal ini membuat stabilitas finansial semakin sulit dicapai melalui pekerjaan konvensional.

Riset dari Opportunity Insights semakin menegaskan tren tersebut, dengan menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dalam beberapa dekade terakhir semakin kecil kemungkinannya untuk memiliki penghasilan lebih tinggi dibandingkan orang tua mereka.

Ini menandai perubahan dari generasi sebelumnya, ketika mobilitas sosial ke atas lebih umum terjadi. Gagasan tentang kemajuan antar generasi yang tak terelakkan-yang dulu dianggap pasti-kini tampak semakin sulit diraih bagi banyak warga Amerika.

Menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 2026, konsep "American Dream" atau mimpi Amerika juga kembali menjadi sorotan.

Gagasan yang selama ini identik dengan peluang mobilitas sosial dan kesejahteraan ekonomi semakin sulit dicapai oleh sebagian masyarakat, terutama generasi muda.

Istilah "American Dream" sendiri pertama kali dipopulerkan pada 1930-an dan merujuk pada keyakinan bahwa kerja keras dapat membawa stabilitas finansial serta kehidupan keluarga yang lebih baik.

 Pemasukan Menurun, Biaya Hidup Meningkat

 Sejumlah indikator menunjukkan realitas ekonomi yang semakin menantang di Amerika Serikat.

Upah riil pekerja laki-laki penuh waktu tercatat cenderung stagnan sejak awal 1970-an, sementara biaya hidup terus meningkat signifikan. Kenaikan ini mencakup sektor perumahan, kesehatan, pendidikan, hingga pengasuhan anak, sehingga stabilitas ekonomi berbasis kerja keras tidak lagi semudah sebelumnya.

 Kondisi ini juga tercermin dari menjamurnya pekerjaan berupah rendah atau sistem kerja paruh waktu yang umumnya tidak disertai fasilitas pendukung seperti asuransi kesehatan maupun jaminan sosial. Fenomena tersebut dinilai membuat keamanan finansial pekerja semakin rentan.

 Mobilitas Sosial Melambat, Pekerja Kerah Biru Tertekan

 Mobilitas ekonomi antar generasi di AS juga menunjukkan perlambatan.

Pendapatan generasi muda yang rata-rata lebih rendah dibanding orang tua mereka memperkuat kekhawatiran bahwa peluang untuk naik kelas sosial semakin terbatas.

Tekanan serupa turut dirasakan pekerja kerah biru, yakni mereka yang mengandalkan keterampilan fisik, manual, atau teknis. Sejumlah profesi seperti pengemudi truk dan pekerja pos dilaporkan mengalami tekanan pendapatan, seiring perubahan struktur pasar tenaga kerja serta meningkatnya biaya hidup.

 Masih Banyak yang Berharap

 Meski berbagai indikator menunjukkan tantangan yang semakin besar, American Dream belum sepenuhnya kehilangan maknanya. Bagi banyak warga AS, konsep ini tetap menjadi simbol harapan sekaligus aspirasi tentang peluang hidup yang lebih baik melalui kerja keras.

Namun, seiring meningkatnya ketimpangan ekonomi, tekanan biaya hidup, serta perlambatan mobilitas sosial, tantangan terbesar ke depan adalah bagaimana memastikan mimpi tersebut kembali realistis bagi lebih banyak orang. Upaya menjaga peluang ekonomi yang inklusif dinilai menjadi kunci agar American Dream tidak sekadar menjadi simbol, tetapi tetap relevan dalam realitas ekonomi modern.

Berapa Biaya American Dream?

Mewujudkan American Dream kini membutuhkan biaya lebih dari US$5 juta per rumah tangga.

Masa pensiun selama 20 tahun menjadi pengeluaran terbesar, dengan kebutuhan tabungan minimum sekitar US$1,6 juta.

American Dream memang tidak murah. Memiliki rumah, membesarkan keluarga, dan pensiun dengan nyaman kini secara total menghabiskan lebih dari US$5 juta sepanjang hidup untuk satu rumah tangga.

Tonggak pencapaian ini semakin sulit diraih karena usia median pembeli rumah di Amerika Serikat telah meningkat menjadi 56 tahun, naik dari 31 tahun pada 1981. Sementara itu, tingkat kelahiran di AS mencapai rekor terendah di tengah meningkatnya ketidakmampuan masyarakat untuk menanggung biaya hidup.

Biaya pensiun diperkirakan mencapai US$1,6 juta, menjadikannya pengeluaran terbesar secara keseluruhan.

Perhitungan ini didasarkan pada rata-rata pengeluaran pensiun di AS sebesar US$63.609 per tahun, dengan asumsi inflasi 2,5% selama 20 tahun. Saat ini, 86% orang Amerika mengatakan bahwa pensiun dengan nyaman adalah impian mereka.

Kepemilikan rumah memiliki biaya rata-rata seumur hidup sebesar US$957.594. Untuk menghitungnya, menggunakan harga median rumah di AS sekitar US$415.000 dengan uang muka 20%, lalu menghitung pembayaran hipotek tetap 30 tahun dengan suku bunga 6,69%, tidak termasuk biaya perawatan dan iuran asosiasi pemilik rumah.

Seperti yang terlihat, kepemilikan mobil juga memerlukan biaya besar - diperkirakan mencapai US$900.346. Namun, angka ini berlaku untuk rumah tangga yang membeli dua mobil baru setiap 10 tahun. Biaya tersebut mencakup asuransi, perawatan, dan cicilan bulanan, tetapi tidak memperhitungkan hasil penjualan mobil lama.

Sementara itu, membesarkan dua anak menghabiskan total sekitar US$876.092 (termasuk biaya kuliah negeri selama empat tahun). Jika impian Anda adalah menikah, biaya rata-ratanya kini mencapai US$38.200, termasuk cincin, upacara, dan resepsi.

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google



Most Popular