MARKET DATA

Cek di Sini! Estimasi Jadwal Laporan Keuangan Pekan Ini

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
11 February 2026 10:05
kinerja laporan keuangan 2025
Foto: kinerja laporan keuangan 2025

Jakarta, CNBC Indonesia - Perhatian pasar mulai beralih fokus ke musim laporan keuangan untuk periode sepanjang tahun lalu.

Laporan keuangan tahun buku 2025 menjadi krusial karena mencerminkan daya tahan bisnis emiten di tengah dinamika suku bunga, pelemahan daya beli, hingga penyesuaian strategi korporasi.

Sejumlah emiten diperkirakan akan merilis laporan keuangannya pada pekan ini, mulai dari emiten perbankan, consumer goods, telekomunikasi, hingga perusahaan kripto.

Dari sektor perbankan, pasar menanti laporan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang diperkirakan rilis pada 11 Februari. Sepanjang 2025, BBRI tampaknya masih konsisten memfokuskan bisnis pada segmen UMKM, dengan penekanan pada kualitas aset dan penguatan ekosistem mikro

Strategi ini membuat pertumbuhan kredit cenderung lebih terukur, namun memberikan fondasi yang lebih solid sebelum perseroan melangkah lebih jauh menuju transformasi sebagai universal bank

Sementara itu, Bank BTPN Syariah (BTPS) yang dijadwalkan merilis laporan pada 16 Februari, masih berada dalam fase pemulihan.

Sepanjang tahun lalu, perseroan cenderung menjaga penyaluran pembiayaan secara selektif sembari memperbaiki kualitas portofolio. Sentimen terhadap BTPS akan sangat dipengaruhi oleh sinyal keberlanjutan pertumbuhan pembiayaan di sektor mikro dan kemampuan menjaga profitabilitas di tengah biaya dana yang relatif tinggi.

 

Dari sektor barang konsumsi, laporan Unilever Indonesia (UNVR) diperkirakan rilis pada 12 Februari. Pelaku pasar menilai akan ada lonjakan laba karena proses spin off bisnis es krim sudah selesai pada Desember lalu.

Selain itu, pada kuartal I/2026, UNVR menjual bisnis teh Sariwangi ke Grup Djarum. Hal ini juga dinilai akan memberikan narasi tambahan pada pertumbuhan laba dari peningkatan kas atas hasil divestasi.

Namun, ini sifatnya hanya one-off saja, bayang-bayang tekanan daya beli juga masih mempengaruhi, sehingga ke depan pasar juga akan menilai bagaimana efisiensi dari operasional dan ketahanan margin setelah melepas dua bisnis kurang dari setahun.

Berlanjut ke sektor telekomunikasi, perhatian tertuju pada XLSMART Telecom Sejahtera EXCL) yang dijadwalkan rilis pada 13 Februari.

Pasca merger dengan Smartfren, pasar cenderung sudah mengantisipasi bahwa kinerja 2025 masih akan terbebani oleh biaya integrasi, sehingga potensi rugi bersih dinilai sebagai bagian dari fase transisi.

Fokus utama investor akan berada pada progres sinergi, disiplin belanja modal, dan potensi perbaikan struktur biaya ke depan, ketimbang laba jangka pendek.

Sementara itu, Chandra Daya Investasi (CDIA) juga dijadwalkan rilis pada 13 Februari. Adapun berikut estimasi dari jadwal rilis laporan keuangan beberapa emiten untuk pekan ini:

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)


Most Popular