MARKET DATA
Newsletter

IHSG-Rupiah Lagi On Fire, Jangan Dirusak Drama Amerika & China

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
11 February 2026 06:25
Financial Markets Wall Street
Foto: Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Selasa atau Rabu dini hari waktu Indonesia.

Investor bereaksi terhadap data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan dan meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman kecerdasan buatan (AI) bagi sektor keuangan.

Indeks S&P turun 0,33% dan ditutup di 6.941,81, sementara Nasdaq Composite anjlok 0,59% dan berakhir di 23.102,47.

Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru naik 52,27 poin atau 0,10%, mencetak rekor penutupan di 50.188,14. Indeks tersebut sempat mencatat rekor intraday untuk hari ketiga berturut-turut sebelumnya, melanjutkan momentum setelah pekan lalu untuk pertama kalinya menembus level 50.000.

Saham ritel berada di bawah tekanan pada Selasa, terutama Costco dan Walmart, yang masing-masing turun lebih dari 2% dan lebih dari 1%. Hal ini menyusul laporan penjualan ritel terbaru yang menunjukkan belanja konsumen pada Desember stagnan, meleset dari ekspektasi kenaikan bulanan 0,4% yang diperkirakan para ekonom dalam jajak pendapat Dow Jones. Sebelumnya, penjualan ritel meningkat 0,6% pada November.

Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan utama pada Rabu, serta indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat.

"Komponen lain dari konsumen berpendapatan rendah dan menengah yang saat ini tertekan adalah bagaimana perasaan mereka terhadap kondisi pasar kerja, dan kita tahu ketidakpastian mereka meningkat," ujar Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar Ameriprise Financial, kepada CNBC.

"Jika kita melihat pertumbuhan lapangan kerja Januari yang lebih lemah dari perkiraan, hal itu bisa sedikit membebani tema pelebaran (broadening) ini."imbuhnya.

Saham-saham sektor keuangan juga terpukul pada Selasa setelah platform teknologi Altruist meluncurkan alat perencanaan pajak berbasis AI. Saham LPL Financial merosot 8,3%, Charles Schwab turun 7,4%, dan Morgan Stanley melemah lebih dari 2%.

"Sepertinya ada rotasi ke area lain yang mungkin lebih terlindungi dari perdagangan bertema AI," tambah Saglimbene, seraya mencatat kenaikan terbaru di sektor-sektor seperti material dan utilitas.

Wall Street datang dari dua hari berturut-turut penguatan seiring reli saham teknologi, melanjutkan kebangkitan pada Jumat. Dow khususnya mencetak level tertinggi baru baik secara intraday maupun penutupan. Investor berharap pasar dapat mempertahankan tren kenaikannya setelah aksi jual pekan lalu gagal memberikan dampak berarti secara teknikal.

Faktanya, S&P 500 berhasil kembali bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 hari dan 100 hari setelah sempat turun di bawahnya pekan lalu, dan banyak kelas aset mengungguli indeks tersebut-sinyal bullish menurut para trader.

(gls/gls)


Most Popular
Features