MARKET DATA
Newsletter

Asing Mulai Masuk ke Bursa RI & Danantara All In, Huru-Hara IHSG Reda?

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia
03 February 2026 06:30
wall street
Foto: Pixabay

Dari bursa saham AS, bursa Wall Street kompak menguat pada Senin atau Selasa dini hari waktu Indonesia.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 515,19 poin atau 1,05% dan ditutup di level 49.407,66, sementara S&P 500 menguat 0,54% dan berakhir di 6.976,44. Nasdaq Composite juga menanjak 0,56% dan ditutup di 23.592,11.

Bitcoin turun di bawah US$80.000 untuk pertama kalinya sejak April, menandakan investor mengurangi risiko setelah penurunan tajam pada emas dan perak pada Jumat lalu.

Perak, yang telah lebih dari dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir, anjlok sekitar 30% pada Jumat. Itu menjadi kinerja harian terburuk logam tersebut sejak 1980. Kontrak berjangka emas turun sekitar 11% pada hari yang sama.

Namun, pada Senin, mata uang kripto tersebut serta kedua logam mulia itu bangkit dari level terendahnya masing-masing, membantu memangkas kerugian saham dan meredakan sentimen penghindaran risiko.

Bitcoin terakhir diperdagangkan di sekitar US$78.000, sementara emas spot dan perak spot masing-masing turun 4% dan 5%. Saham Strategy, yang kerap dianggap sebagai proksi Bitcoin, juga melemah 6,7%.

 

Wall Street mengalihkan perhatian ke Nvidia di tengah munculnya pertanyaan terkait perdagangan kecerdasan buatan. The Wall Street Journal melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa rencana Nvidia untuk menggelontorkan US$100 miliar ke OpenAI mengalami kebuntuan, dengan para eksekutif produsen chip itu menyatakan keraguan terhadap kesepakatan tersebut. Saham Nvidia turun hampir 3%.

"Menurut kami, tren yang lebih besar, yang sebagian besar bersifat positif, masih tetap ada," ujar Tim Holland, Chief Investment Officer di Orion, kepada CNBC.

"Yang penting saat ini tetap laba perusahaan, latar belakang kebijakan fiskal - yang masih konstruktif meski ada penutupan sementara - serta faktor musiman." Imbuhnya.

Musim laporan laba besar

Lebih dari 100 perusahaan anggota S&P 500 dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan minggu ini, termasuk Amazon dan Alphabet , saham keduanya menguat pada Senin. Secara keseluruhan, musim laporan laba sejauh ini cukup kuat, meskipun terdapat beberapa aksi jual besar setelah rilis laba, termasuk pada saham Microsoft.

Disney membuka pekan ini dengan laporan laba yang melampaui ekspektasi analis. Namun, sahamnya turun 7% setelah perusahaan memperingatkan adanya hambatan dari penurunan jumlah wisatawan internasional yang mengunjungi taman hiburan domestik.

Meski demikian, para analis Deutsche Bank mencatat akhir pekan ini bahwa pertumbuhan laba berada di jalur untuk menjadi yang terkuat dalam empat tahun terakhir. Hingga kini, sekitar sepertiga perusahaan S&P 500 telah melaporkan kinerja, dan sekitar 78% di antaranya melampaui ekspektasi, menurut FactSet.

"Jika memikirkan hal-hal yang selama ini membuat pelaku pasar khawatir terhadap harga saham domestik, itu adalah valuasi, terutama pada saham berkapitalisasi besar," kata Holland.

"Pertumbuhan laba dua digit ... untuk kuartal kelima berturut-turut akan sangat membantu meredakan kekhawatiran valuasi yang kita rasakan selama beberapa tahun terakhir."imbuhnya.

(emb/emb)


Most Popular
Features