Trump Mau Umumkan Pengganti Powell: Ini 4 Calon & Profil Lengkapnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump direncanakan mengumumkan calon pengganti ketua bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada Jumat (30/1/2026) pagi waktu AS.
Hal tersebut dikatakannya pada Kamis malam (29/1/2026) waktu AS atau pagi waktu Indonesia. Dikutip dari CNBC International, Trump mengatakan, "Saya akan mengumumkan ketua The Fed besok pagi."
Saat ditanya apakah ia sudah benar-benar menetapkan pilihan, Trump menjawab, "Saya sudah, saya harus, kalau tidak saya harus segera bekerja sangat cepat." Trump menyebut proses pencarian pengganti Jerome Powell sudah dimulai sejak musim panas lalu.
Adapun proses seleksi yang dimulai pada September tahun lalu sempat berisi 11 kandidat yang mencakup mantan dan pejabat The Fed saat ini, ekonom, hingga profesional investasi Wall Street.
Menteri Keuangan Scott Bessent disebut menjadi sosok yang menyaring kandidat yang memenuhi syarat hingga memangkas daftar menjadi lima lalu empat.
Empat nama yang diyakini masuk bursa calon ketua The Fed adalah mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh, Direktur National Economic Council Kevin Hassett, Gubernur The Fed saat ini Christopher Waller, serta Chief Investment Officer Fixed Income BlackRock Rick Rieder.
Kevin Warsh
Kevin Warsh adalah sosok paling senior dalam daftar kandidat ketua The Fed. Pengalamannya sebagai gubernur The Fed pada periode krisis 2008, ketika ia menjadi jembatan Ben Bernanke ke Wall Street, membuatnya dipandang sebagai figur yang mampu menghadapi tekanan.
Warsh juga dikenal memiliki hubungan panjang dengan Trump dan pernah diwawancarai untuk posisi Ketua The Fed pada 2017.
Kevin Warsh melompat menjadi favorit teratas di situs taruhan sebagai kandidat kuat Ketua The Fed, dengan pricing di prediction market Polymarket dan Kalshi sama-sama menempatkan peluangnya di atas 80%.
Warsh mendorong perubahan rezim di bank sentral dan, antara lain, menginginkan neraca The Fed yang lebih kecil, sebuah tujuan yang tampak berseberangan dengan preferensi Trump terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar.
Foto: Profil Kevin Warsh. (CNBC Internasional)Profil Kevin Warsh. (CNBC Internasional) |
Trump hampir memilih Warsh pada 2018 untuk posisi puncak The Fed, namun akhirnya memilih Jerome Powell, keputusan yang sejak itu kerap disesali Trump secara terbuka.
Rick Rieder
Rick Rieder dinilai sebagai kandidat yang paling dekat dengan pasar di antara bursa calon Ketua The Fed.
Sebagai Chief Investment Officer bisnis global fixed income BlackRock, ia mengelola portofolio obligasi senilai US$2,4 triliun, salah satu yang terbesar di dunia. Rieder yang belum pernah bekerja di pemerintahan maupun di The Fed dipandang dapat membawa wajah baru ke institusi yang dituding Trump memiliki bias politik yang mengakar.
Pengalaman panjangnya di pasar keuangan membuat Rieder lekat dengan dinamika likuiditas global, pergerakan yield Treasury, hingga sentimen investor internasional.
Foto: Profil Rick Rieder. (CNBC Internasional)Profil Rick Rieder. (CNBC Internasional) |
Rieder juga pernah menjadi wakil ketua sekaligus anggota Borrowing Committee di Departemen Keuangan AS, serta anggota Investment Advisory Committee on Financial Markets milik The Fed, yang memberinya sudut pandang khas di persimpangan teknokrat dan pelaku pasar.
Dalam sejumlah komentarnya, Rieder menilai The Fed bisa dan seharusnya memangkas suku bunga pada Desember mendatang.
Rieder mengakui inflasi masih di atas target 2%, namun menilai kondisi pasar tenaga kerja saat ini jauh lebih mengkhawatirkan. Rieder juga menyoroti munculnya kesenjangan struktural di dunia kerja yang menurutnya berpotensi menjadi isu besar dalam beberapa tahun ke depan.
Kevin Hasset
Kevin Hassett saat ini menjabat sebagai Direktur National Economic Council (NEC) dan merupakan sosok yang sangat dekat dengan Presiden Donald Trump. Ia telah lama menjadi penasihat ekonomi kepercayaan Trump, termasuk saat menjabat di pemerintahan periode pertama. Kedekatan politik dan personal inilah yang menjadikannya kandidat terkuat untuk menduduki kursi Ketua The Fed.
Dalam wawancara terbarunya dengan Yahoo Finance,Hassett menegaskan bahwa prioritasnya adalah mengembalikan independensi The Fed, memperkuat kebijakan uang yang sehat, serta memastikan suku bunga benar-benar selaras dengan kondisi ekonomi aktual.
Ia mengkritik keras The Fed karena menganggap lonjakan inflasi selama pandemi dan stimulus era Biden sebagai fenomena sementara.Hassett juga menyoroti inkonsistensi kebijakan ketika The Fed menaikkan suku bunga pada saat pemotongan pajak era Trump berjalan, lalu justru memangkas suku bunga tepat sebelum pemilu 2024.
Foto: Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett berbicara di depan kamera TV di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 November 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett berbicara di depan kamera TV di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 November 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque) |
Menurutnya, sejumlah keputusan The Fed dalam beberapa tahun terakhir terlihat "politis" dan tidak sepenuhnya didasarkan pada data.Hassett menyebut bahwa ada banyak pekerjaan "bersih-bersih" yang perlu dilakukan di internal The Fed untuk memulihkan kredibilitas dan independensinya. Ia yakin siapa pun yang dipilih Trump harus siap melakukan perombakan struktural tersebut.
Chris Waller
Nama lain yang mencuat adalah Chris Waller, seorang teknokrat karier di internal The Fed yang belakangan dikenal sebagai salah satu suara paling vokal dalam mendorong penurunan suku bunga.
Waller memandang risiko di pasar tenaga kerja jauh lebih besar dibanding ancaman inflasi yang berulang, terutama karena pelemahan payroll berasal dari menurunnya permintaan tenaga kerja, bukan hanya berkurangnya imigrasi.
Chris Waller bukan sosok baru bagi Trump. Ia diangkat menjadi Gubernur The Fed pada masa pemerintahan Trump pada periode pertama. Sebelum itu, ia menjabat sebagai Direktur Riset di Federal Reserve Bank of St. Louis sejak 2009 hingga 2020, posisi yang memberinya reputasi sebagai ekonom makro dan peneliti kebijakan yang sangat dihormati di internal The Fed.
Foto: Christopher Waller The Fed. (Dok. federalreservehistory)Christopher Waller The Fed. (Dok. federalreservehistory) |
Dalam sejumlah pernyataan, Waller menilai bahwa tarif hanya memberikan efek satu kali pada inflasi dan bahwa harga konsumen sudah bergerak menuju target 2% jika faktor tarif dikeluarkan. Rekam jejaknya sebagai ekonom yang diangkat Trump di periode pertama membuat namanya masuk sebagai kandidat kompromi atau cukup dovish untuk memenuhi agenda Trump, namun tetap memiliki citra kredibel di mata pelaku pasar.
Sejarah Perselisihan Trump vs PowellÂ
Perselisihan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell belum lama ini kembali memanas.
Situasi ini mencuat setelah Powell dalam pidatonya pada Minggu (11/1/2026) mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS (DOJ) telah membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya, terkait dugaan menyesatkan Kongres AS soal proyek renovasi gedung di kantor pusat The Fed.
Powell menegaskan proses hukum tersebut tidak terkait substansi renovasi maupun fungsi pengawasan Kongres.
Dikutip dari CNBC International, Powell mengatakan, "Ancaman tuntutan pidana ini merupakan konsekuensi dari keputusan Federal Reserve dalam menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami tentang apa yang akan melayani kepentingan publik, bukan dengan mengikuti preferensi Presiden."
Perselisihan Trump dan Powell sendiri bukan hal baru. Meski Powell ditunjuk Trump, hubungan keduanya memburuk sejak The Fed mengambil kebijakan yang tak sejalan dengan keinginan Trump, terutama saat kenaikan suku bunga pada 2018.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Foto: Profil Kevin Warsh. (CNBC Internasional)
Foto: Profil Rick Rieder. (CNBC Internasional)
Foto: Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett berbicara di depan kamera TV di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 13 November 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Foto: Christopher Waller The Fed. (Dok. federalreservehistory)