MARKET DATA

ERAL-ERAA Untung Gara-Hara iPhone, Laba Ikut Melesat?

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
27 January 2026 08:10
Erafone
Foto: Erafone (Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peluncuran Iphone 17 pada Oktober 2025 lalu sukses menuai penjualan yang ciamik bagi PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan anak usaha-nya PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).

Berkat itu, pelaku pasar menantikan pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih positif pada sepanjang kuartal IV/2025, yang seharusnya bisa mengimplikasi ke kinerja selama setahun di 2025.

Optimisme ini kemudian tercermin pada gerak saham ERAL yang sudah moncer lebih dulu. Saham ERAL dalam sebulan sudah terbang 17,53% menuju posisi Rp362 per saham, sementara ERAA dalam periode yang sama menguat lebih moderat sebesar 5,42% ke posisi Rp428 per saham.

Sebagai informasi, ERAL merupakan anak usaha ERAA yang mengkhususkan diri di bisnis produk lifestyle, aksesori elektronik, IoT, fashion apparel, outdoor gear, dan lain-lain.

Sementara, ERAA bergerak di bidang impor, distribusi, dan ritel perangkat telekomunikasi dan elektronik. ERAA merupakan salah satu perusahaan besar dalam industri perangkat telekomunikasi di indonesia, dengan jaringan distribusi dan outlet ritel yang luas.

ERAA juga merambah ke bisnis-bisnis lain di luar telekomunikasi murni, seperti beauty and wellness, kosmetik, apotek melalui anak usaha, serta ke sektor kuliner lewat joint venture, misalnya Chagee.

Selain itu, ERAA merambah ke bisnis listrik atau otomotif lewat anak usaha yang masuk ke kendaraan listrik dengan menjadi agen pemegang merek (APM) untuk XPENG.

Prospek Laba Moncer di Penghujung 2025

Secara khusus, kami melihat di kuartal terakhir 2025, ERAL dan ERAA akan kompak mencatatkan kinerja keuangan yang ciamik.

Hal ini mengacu pada kinerja penjualan toko yang moncer setelah rilis Iphone 17 pada 10 Oktober 2025 dan DJI Osmo Action 6 pada pertengahan November 2025.

Berkat itu, data sepanjang November 2025 menunjukkan Sale Same Store Growth (SSSG) ERAA mencapai 41,2%, sementara ERAL tumbuh 22,7%.

Hal tersebut mengimplikasi pertumbuhan penjualan toko bagi ERAA mencapai 4,5% untuk 11 bulan pertama 2025, sementara ERAL tumbuh lebih moncer sampai 15,1%.

eraa eralFoto: eraa eral

Dari pertumbuhan yang moncer itu, kami memproyeksikan kinerja kuartal IV/2025 ERAL dan ERAA akan lebih positif dibandingkan kuartal sebelumnya maupun kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Menariknya lagi, saham ERAA yang relatif tertinggal dibandingkan laju saham ERAL yang sudah reli lebih dulu, malah sedang masuk periode buyback sejak 23 Januari 2026 lalu dan akan berakhir pada 23 April 2026 mendatang.

Aksi buyback menunjukkan optimisme perusahaan terhadap saham mereka sendiri, dan seringkali menjadi momentum positif ritel untuk ikut masuk meramaikan tren harga saham-nya.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

 

(saw/saw)



Most Popular