MARKET DATA

Ini 10 Minyak Nabati Paling Banyak Dipakai di Dunia, Ada Sawit

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia
21 January 2026 13:10
Pengunjung memilih minyak goreng kemasan di salah satu supermarket di Jakarta, Rabu, (29/6/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pengunjung memilih minyak goreng kemasan di salah satu supermarket di Jakarta, Rabu, (29/6/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia mengenal beragam jenis minyak nabati, termasuk yang tumbuh subur di Indonesia yakni crude palm oil  (CPO) atau minyak sawit.

Laporan Trading Economics mencatat bahwa terdapat sepuluh jenis minyak nabati utama yang menjadi dasar penyusunan World Vegetable Oil Price Index (Indeks Harga Minyak Nabati Dunia). Beberapa di antaranya adalah minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak canola.

Indeks ini menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit bukan satu-satunya minyak nabati yang banyak dimanfaatkan secara global. Selain sawit, berbagai jenis minyak nabati lain juga memiliki peran penting dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda. Berikut karakteristik sepuluh jenis minyak nabati utama di dunia.

1. Minyak Kedelai

Minyak nabati yang paling umum dikonsumsi di Amerika Serikat ini sebagian besar tersusun dari lemak tak jenuh. Kandungan lemak jenuh pada minyak ini relatif rendah, yaitu hanya 12 hingga 15 %. Minyak kedelai mengandung omega-6 dan omega-3 yang merupakan lemak esensial yang dibutuhkan tubuh dan harus diperoleh dari makanan.

Minyak goreng jenis kedelai dan jagung di pasar modern. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Minyak goreng jenis kedelai dan jagung di pasar modern. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Minyak goreng jenis kedelai dan jagung di pasar modern. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

 

Berdasarkan data USDA, negara produsen minyak kedelai utama dunia antara lain Tiongkok, Amerika Serikat, Brasil, dan Argentina. Tiongkok menempati posisi teratas dengan total produksi mencapai 20,1 juta metrik ton pada periode 2024/2025, atau sekitar 29% dari total produksi global.

2. Minyak Bunga Matahari

Minyak bunga matahari berasal dari biji tanaman bunga matahari yang banyak dibudidayakan di wilayah beriklim sedang, seperti Amerika Utara.

Secara umum, minyak bunga matahari mengandung sekitar 15% lemak jenuh dan kaya akan asam linoleat, salah satu jenis lemak tak jenuh yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, minyak ini menjadi minyak nabati yang mengandung Vitamin E paling banyak.

Minyak bijih bunga matahariFoto: FAO
Minyak bijih bunga matahari

 

Karena cita rasanya yang ringan dan warnanya kuning keemasan, minyak ini menjadi umum digunakan dalam berbagai keperluan, terutama untuk memasak.

 

Berdasarkan data USDA, negara produsen minyak bunga matahari utama dunia adalah Rusia dan Ukraina. Dengan masing-masing total produksi mencapai 6.73 juta dan 5.29 juta metrik ton pada periode 2024/2025. Rusia mengambil 33% dari total produksi global, disusul oleh Ukraina sebesar 26%.

3. Minyak Canola

Minyak canola merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di Uni Eropa. Minyak ini memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan minyak nabati lain, serta kaya lemak tak jenuh tunggal dan omega-3 jenis ALA.

Minyak canola juga mengandung banyak vitamin E dan K serta senyawa alami dari tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Di luar sektor pangan, minyak canola juga banyak digunakan sebagai bahan baku biodiesel.

Minyak CanolaFoto: Pexels
Minyak Canola

 

Berdasarkan data USDA, Uni Eropa menjadi produsen minyak canola utama dunia. Dengan total produksi mencapai 9.85 atau sekitar 29% dari total produksi global.

Ketiga negara lainnya yang menyusul termasuk Tiongkok, Kanada, dan India.

4. Minyak Kacang Tanah

Minyak nabati yang dihasilkan dari kacang tanah ini memiliki rasa yang cenderung netral, namun aromanya menjadi lebih kuat dan khas jika kacang tanah melalui proses sangrai. Minyak ini banyak digunakan dalam masakan Amerika, Tiongkok, India, Afrika, hingga Asia Tenggara.

Minyak kacang tanahFoto: Pixabay
Minyak kacang tanah

 

Minyak kacang tanah merupakan sumber energi yang baik serta kaya akan lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan lemak tak jenuh ganda (PUFA), termasuk omega-6 dan asam linoleat yang kandungannya relatif tinggi pada minyak ini.

Produksi minyak kacang tanah dunia didominasi oleh Tiongkok dan India. Skala produksi yang besar di kedua negara tersebut menjamin ketersediaan pasokan global, sekaligus membuat minyak kacang tanah tetap kompetitif di pasar internasional.

5. Minyak Biji Kapas

Minyak biji kapas merupakan produk sampingan dari pengolahan biji kapas, sehingga volume produksinya relatif lebih kecil dibandingkan minyak nabati lain. 

Minyak ini mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda, dengan sekitar 3,5 gram lemak jenuh dan 7 gram lemak tak jenuh ganda per sendok makan. Walau masih tergolong aman, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari.

Minyak bijih kapasFoto: Pixabay
Minyak bijih kapas

 

Selain untuk pangan, minyak biji kapas dimanfaatkan untuk perawatan kulit karena kandungan vitamin E, antioksidan, dan asam linoleat yang bersifat antiinflamasi.

Berdasarkan estimasi USDA tahun 2024 yang dihimpun oleh IndexMundi, produksi minyak biji kapas dunia didominasi oleh Tiongkok dengan sekitar 1,46 juta metrik ton, disusul India sebesar 1,30 juta metrik ton dan Brasil sekitar 805 ribu metrik ton.

6. Minyak Kopra

Minyak kopra atau minyak kelapa merupakan minyak nabati yang kaya akan asam laurat serta lemak rantai sedang (medium-chain triglycerides/MCT) yang mudah dicerna dan cepat diubah menjadi energi. Kandungan asam lauratnya diyakini berperan dalam mendukung ketersediaan energi, kesehatan kulit, dan daya tahan tubuh.

Kopra. (Dok. Pixabay)Foto: Kopra. (Dok. Pixabay)
Kopra. (Dok. Pixabay)

 

Minyak kelapa bersifat padat di suhu ruang namun cepat meleleh saat hangat, sehingga banyak digunakan tidak hanya untuk memasak, tetapi juga dalam produk perawatan tubuh, kosmetik, dan kebutuhan medis seperti susu formula bayi.

Berdasarkan estimasi USDA tahun 2024 yang dihimpun oleh IndexMundi, produksi minyak kelapa dunia didominasi oleh negara-negara Asia. Filipina menjadi produsen terbesar dengan sekitar 1,6 juta metrik ton, diikuti Indonesia sebesar 1,03 juta metrik ton dan India sekitar 570 ribu metrik ton.

7. Minyak Inti Sawit

Minyak inti sawit mengandung sekitar 82% lemak jenuh, sehingga bersifat keras dan rapuh pada suhu ruang, tetapi cepat meleleh pada suhu tubuh. Sifat ini dipengaruhi oleh tingginya kandungan asam laurat yang mencapai sekitar 48%.

Karena karakteristik tersebut, minyak inti sawit dan fraksinya banyak digunakan dalam industri pangan, khususnya sebagai bahan pelapis coklat dan produk kembang gula pada makanan panggang.

Kebun Sawit milik Sampoerna Agro. (Dok sampoerna agro)Foto: Kebun Sawit milik Sampoerna Agro. (Dok sampoerna agro)
Kebun Sawit milik Sampoerna Agro. (Dok sampoerna agro)

 

Selain untuk pangan, minyak inti sawit (PKO) juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit dan rambut. Kandungan vitamin E dan asam lemaknya membantu menjaga kelembapan, melindungi dari paparan sinar UV, serta mendukung perbaikan kulit dan rambut yang rusak.

Berdasarkan data IndexMundi yang mengacu pada estimasi USDA, produksi minyak inti sawit dunia didominasi oleh Indonesia dengan sekitar 5,23 juta metrik ton, jauh melampaui Malaysia yang mencapai 2,14 juta metrik ton.

8. Minyak Sawit

Berbeda dengan minyak inti sawit, minyak sawit dihasilkan dari daging buah sawit, bukan dari inti bijinya. Minyak sawit mengandung asam lemak jenuh yang relatif tinggi, terutama asam palmitat, serta asam lemak lain seperti asam miristat. Karakteristik ini membuat minyak sawit lebih stabil terhadap oksidasi, sehingga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri makanan dan kosmetik.

Minyak goreng kelapa sawit. (Dok.Freepik)Foto: Minyak goreng kelapa sawit. (Dok.Freepik)
Minyak goreng kelapa sawit. (Dok.Freepik)

 

Selain itu, minyak sawit juga berperan penting di sektor energi. Produk turunan sawit ini telah digunakan sebagai biodiesel yang lebih ramah lingkungan untuk bahan bakar kendaraan.

Berdasarkan data USDA, negara produsen minyak bunga matahari utama dunia adalah Indonesia dan Malaysia. Dengan masing-masing total produksi mencapai 45.5 juta dan 19.38 juta metrik ton pada periode 2024/2025. Indonesia mengambil 58% dari total produksi global, disusul oleh Malaysia sebesar 25%.

9. Minyak Biji Rami

Minyak biji rami yang berasal dari tanaman flax ini kaya akan omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, karena karakteristiknya yang mudah teroksidasi, minyak ini juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan industri, seperti cat dan pelapis yang cepat kering.

Sejumlah negara menjadi produsen utama linseed dunia, antara lain Argentina, Amerika Serikat, Kanada, Rusia, dan India, yang memasok bahan baku penting bagi industri minyak biji rami dan produk turunannya.

10. Minyak Jarak

Minyak jarak merupakan minyak nabati yang diperoleh dari biji tanaman jarak dan bersifat tidak mudah menguap. Menurut Encyclopaedia Britannica, minyak ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri, mulai dari pembuatan resin sintetis, plastik, serat, cat, pernis, hingga berbagai bahan kimia seperti minyak pengering dan pemlastis.

Selain itu, minyak jarak juga memiliki pemanfaatan luas di bidang kesehatan dan farmasi, termasuk dalam produk makanan, obat-obatan, dan perawatan kulit. Di sektor non-pangan, minyak ini dimanfaatkan sebagai pelumas industri serta komponen biodiesel, menjadikannya salah satu minyak nabati dengan fungsi paling beragam.

buah jarakFoto: Pexels
buah jarak

 

India merupakan produsen utama minyak jarak (castor oil) dunia, dengan kontribusi sekitar 80-90% dari total produksi global pada 2025. Sementara itu, sejumlah negara lain seperti Mozambik, Brasil, Tiongkok, dan Thailand turut berkontribusi dalam produksi minyak jarak, meskipun volumenya jauh lebih kecil dibandingkan India.

 

(mae/mae)



Most Popular