MARKET DATA
Newsletter

Pekan Ini Langkah BI Diuji Serangan Data AS, Jepang Hingga China

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia
19 January 2026 06:25
Financial Markets Wall Street
Foto: Ilustrasi Trading (Stok Market)

Menjelang libur panjang, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street pada perdagangan Jumat (15/1/2026) ditutup melemah, seiring dimulainya musim laporan keuangan kuartal IV/2025.

Dow Jones Industrial Average (DJI) terpantau turun 0,29% dan berakhir di 49.359,33. S&P 500 melemah 0,38% dan ditutup di 6.940,01 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,66% ke posisi 23.515,39.

Pada perdagangan Jumat, sektor kesehatan menjadi penekan terbesar di S&P 500 dengan pelemahan 0,8%. Sebaliknya, saham-saham semikonduktor menguat, tercermin dari indeks chip yang naik 1,2%, melanjutkan reli dari sesi sebelumnya.

Musim laporan keuangan dibuka dengan hasil yang relatif solid dari bank-bank besar AS. Namun demikian, saham sektor keuangan tetap tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit maksimal 10% selama satu tahun. Alhasil, meski sektor keuangan S&P 500 naik tipis 0,1% pada Jumat, secara mingguan sektor ini mencatat penurunan persentase terbesar sejak Oktober.

 

Pelaku pasar juga mencermati pernyataan Trump yang menyebut kemungkinan mempertahankan Kevin Hassett sebagai penasihat ekonomi, sehingga meredakan spekulasi bahwa Hassett akan menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve.

Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist di Ameriprise Financial.

Anthony Saglimbene, Chief Market Strategist di Ameriprise Financial menuturkan "Menutup pekan di sekitar level datar, dengan S&P 500 masih sangat dekat ke 7.000, bagi banyak investor itu sudah dianggap sebagai hasil yang positif di dua pekan awal tahun,"

Ia menambahkan, pasar cenderung bergerak mendatar karena berada di fase awal musim laporan keuangan.

"Kinerja bank menunjukkan latar belakang ekonomi dan bisnis yang cukup kondusif. Selanjutnya, laporan dari sektor-sektor lain akan memberi gambaran yang lebih jelas soal kondisi fundamental," jelasnya.

Musim laporan keuangan akan semakin padat pekan depan, dengan rilis kinerja dari emiten-emiten besar seperti Netflix, Johnson & Johnson, dan Intel.

Sementara itu, investor dinilai akan cenderung menahan diri dari pengambilan posisi besar karena pasar saham AS libur pada Senin hari ini (19/1/2026) untuk memperingati Martin Luther King Jr. Day.

Meski pergerakan indeks belakangan relatif sempit, sebagian pelaku pasar opsi memperkirakan volatilitas dapat meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah berakhirnya jatuh tempo opsi bulanan pada Jumat lalu.

(saw/saw)


Most Popular
Features