Harga Perak Terbang 10% Seminggu, Siap Menuju Rekor Lagi?
Jakarta, CNBC Indonesia - Sepanjang pekan ini harga perak kembali terbang dan sedikit lagi menuju puncak tertinggi-nya lagi. Ketidakpastian geopolitik dan era suku bunga rendah memicu minat perak tetap tinggi, mengikuti emas.
Pada perdagangan terakhir Jumat lalu (9/1/2026), harga perak (XAG) menguat 3,98% dalam sehari ke posisi US$ 79,95 per troy ons. Kenaikan ini mengakumulasi reli dalam seminggu terakhir sebanyak 10,10%.
Harga perak semakin dekat dengan level All Time High (ATH) di US$ $84.03 per troy ons yang pernah di sentuh pada 29 Desember 2025 lalu.
Lonjakan harga perak minggu ini dipicu oleh kombinasi faktor besar, baik geopolitik maupun makroekonomi.
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pemerintahan Trump menjadi katalis utama yang mengguncang pasar global. Langkah ini dipersepsikan sebagai kebangkitan kembali Monroe Doctrine versi modern, yang oleh pasar dijuluki sebagai "Donroe Doctrine". Pesannya jelas di mana kebijakan luar negeri AS kembali agresif dan berorientasi pada kepentingan strategis nasional, bahkan jika harus menabrak norma internasional.
Di saat yang sama, data ekonomi global belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan. Pasar tenaga kerja AS relatif stabil, sementara PMI global masih bertahan di zona ekspansi. Artinya, reli perak tidak hanya berbasis ketakutan, tetapi juga didukung oleh permintaan riil industri.
Mengutip FXStreet, beberapa lembaga keuangan besar di Wall Street memproyeksikan harga perak akan tembus US$ 100 per troy ons pada tahun ini.
Lars Hansen, kepala riset dair The Gold & Silver Club memperkirakan harga perak US$100 per ons pada kuartal I 2026.
Selain itu, ada Goldman Sachs, UBS, dan Bank of America telah menaikkan proyeksi harga perak menjadi US$110-125 per ons dalam skenario permintaan puncak.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)