MARKET DATA

Tutup Buku APBN 2025: Begini Kondisi Kas Negara di Tangan Purbaya!

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
08 January 2026 17:25
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran melakukan konferensi pers APBNKITA di Jakarta, Senin (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dan jajaran melakukan konferensi pers APBNKITA di Jakarta, Senin (8/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kementerian Keuangan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan merilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa secara umum asumsi makro APBN 2025 masih terjaga sesuai dengan target pemerintah. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat mencapai 5,2%, dengan pertumbuhan kuartal IV-2025 diperkirakan sebesar 5,45%.

Namun demikian, inflasi tercatat sedikit lebih tinggi dari target 2,5%, yakni mencapai 2,92% pada Desember 2025, sementara nilai tukar rupiah juga melemah dibanding asumsi Rp16.000/US$ dengan realisasi di Rp16.475/US$.

Dari sisi postur APBN, pendapatan negara hingga Desember 2025 terealisasi sebesar Rp2.756,3 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp2.602,3 triliun.

Seiring dengan itu, defisit anggaran tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap PDB, lebih tinggi dibandingkan defisit 2024 yang sebesar 2,3% dari PDB.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelebaran defisit tersebut merupakan bagian dari kebijakan countercyclical, seraya menyampaikan optimisme bahwa perbaikan fondasi ekonomi ke depan akan membuka ruang penurunan defisit pada 2026.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)



Most Popular