MARKET DATA

Di Balik Krisis, Venezuela Duduk di Atas Tumpukan Emas & Bijih Besi

kan,  CNBC Indonesia
06 January 2026 05:41
Para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang hasil resmi pemilu yang menyatakan Presiden Nicolas Maduro menang dalam pemilihan ulang di Caracas, Venezuela, Selasa (30/7/2024). (REUTERS/Gaby Ora)
Foto: Para pengunjuk rasa berdemonstrasi menentang hasil resmi pemilu yang menyatakan Presiden Nicolas Maduro menang dalam pemilihan ulang di Caracas, Venezuela, Selasa (30/7/2024). (REUTERS/Gaby Ora)

Jakarta, CNBC Indonesia - Venezuela merupakan negara yang terletak di ujung utara Amerika Selatan. Negara ini berbatasan langsung dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di bagian utara, Guyana di sebelah timur, Brasil di selatan, serta Kolombia di barat dan barat daya.

Venezuela tengah menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke negara tersebut dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Trump pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat melalui media sosial Truth Social. Kondisi ini semakin menambah krisis di Venezuela yang ekonominya carut marut karena krisis ekonomi.

Negara yang beribu kota Caracas itu juga memiliki sejumlah Situs Warisan Dunia UNESCO yang menegaskan kekayaan alam dan nilai ekologisnya.

Di antaranya Taman Nasional Canaima di negara bagian Bolívar, yang menjadi lokasi Air Terjun Angel, air terjun tertinggi di dunia, serta Kepulauan Los Roques, Cagar Biosfer UNESCO yang dikenal dengan perairan jernih dan keanekaragaman hayati laut di Laut Karibia. Kawasan ini menegaskan peran penting Venezuela dalam konservasi lingkungan global.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia senilai 303,22 miliar barel dan menjadi salah satu anggota pendiri OPEC. Selain minyak, Venezuela juga memiliki kekayaan bawah tanah seperti gas alam, emas, bijih besi, bauksit, nikel, tembaga, dan coltan. Kombinasi sumber daya ini jarang dimiliki satu negara sekaligus.

1. Minyak Bumi

Venezuela tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak bumi terbesar di dunia. Total cadangan minyaknya mencapai sekitar 303 miliar barel, menempatkan Venezuela di peringkat nomor satu global.

Selama lebih dari satu abad, perekonomian Venezuela sangat bergantung pada minyak bumi, yang kerap menyumbang lebih dari 90% penerimaan negara. Sektor ini sempat menjadi sumber pembiayaan program sosial di era Bolivarian Process, namun dalam beberapa tahun terakhir produksinya tertekan tajam akibat sanksi Amerika Serikat.

2. Gas Alam

Venezuela diperkirakan memiliki cadangan gas alam sekitar 200 triliun kaki kubik (TCF). Dengan harga gas alam global saat ini di kisaran US$4+ per seribu kaki kubik, nilai kasar cadangan gas ini bisa mencapai US$800 miliar. Cadangan gas Venezuela setara 235 kali konsumsi gas domestik tahunannya dan ada banyak ladang gas tersebut belum tergarap.

3. Emas

Venezuela juga memiliki sumber daya emas lebih dari 8.000 ton, terbesar di Amerika Latin.

Venezuela diperkirakan memiliki cadangan sebesar 161 ton metrik emas dengan nilai sekitar US$22,5 miliar. Lonjakan harga emas saat ini tentu berimbas positif. Setiap kenaikan US$100 pada harga emas spot akan menambah sekitar US$518 juta ke neraca Venezuela.

Namun, isi brankas hanyalah puncak gunung es. Wilayah Orinoco Mining Arc menyimpan sekitar 10.000 ton emas yang belum ditambang.

Dengan harga US$4.360 per ons, nilainya mencapai sekitar US$1,4 triliun di dalam tanah

Dikutip dari El Pais, pada 2016, Nicolás Maduro menandatangani dekret pembentukan Orinoco Mining Arc, sebuah kawasan seluas sekitar 112.000 kilometer persegi-setara 12% wilayah nasional-yang terletak di selatan Sungai Orinoco.

Kawasan ini dinyatakan strategis untuk eksploitasi emas sebagai komoditas utama, serta berlian, coltan, nikel, dan unsur tanah jarang lainnya, di tengah harga internasional yang menguntungkan. Pemerintah mengklaim Orinoco Mining Arc menyimpan lebih dari 8.000 ton emas, yang akan menempatkan Venezuela di jajaran negara dengan cadangan emas terbesar dunia. Pemerintah juga menyebut potensi eksploitasi hingga satu juta karat berlian, 12.000 ton nikel, 35.000 ton coltan, serta cadangan tembaga yang signifikan.

Venezuela juga memiliki cadangan emas likuid.

Namun, cadangan emas Venezuela tidak sepenuhnya berada di dalam negeri. Sebagian justru tersimpan ribuan kilometer dari Caracas-dan hingga kini tak bisa disentuh pemerintah Nicolás Maduro.

Sekitar 31 ton emas Venezuela disimpan di brankas Banco de Inglaterra di London. Cadangan ini telah berada di Inggris sejak sebelum krisis politik dan ekonomi Venezuela memburuk.

Masalahnya muncul sejak 2018. Pemerintah Inggris memutuskan membekukan akses emas tersebut setelah mengakui tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sah Venezuela, menggantikan Nicolás Maduro.

Akibat keputusan politik itu, emas Venezuela di London tidak diserahkan kepada rezim Maduro. Hingga kini, aset tersebut masih terkunci di Bank of England, meskipun pemerintah Venezuela berulang kali menggugatnya lewat jalur hukum internasional.

Dengan harga emas global saat ini, nilai cadangan tersebut diperkirakan mencapai US$1,8-2 miliar, menjadikannya salah satu aset likuid paling bernilai yang "hilang" dari jangkauan Caracas.

4. Bijih Besi

Cadangan bijih besi Venezuela sekitar 4 miliar ton, dengan nilai mendekati US$600 miliar. Komoditas ini berperan penting sebagai bahan baku utama industri baja, yang digunakan dalam sektor konstruksi, transportasi, hingga peralatan rumah tangga dan industri. Akan tetapi, krisis ekonomi dan sanksi internasional membuat produksi baja Venezuela merosot jauh di bawah kapasitas normal.

5. Bauksit

Venezuela juga memiliki cadangan bauksit sekitar 320 juta ton. Bauksit merupakan bahan baku utama aluminium. Industri aluminium di bawah naungan Corporación Venezolana de Guayana (CVG), memasok kebutuhan pasar domestik dan internasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir, produksi hampir terhenti akibat pemadaman listrik berkepanjangan serta minimnya investasi untuk pemeliharaan dan modernisasi fasilitas.

6. Nikel

Venezuela diperkirakan memiliki cadangan Nikel sekitar 28,9 juta ton, yang dimanfaatkan dalam industri logam, pembuatan koin, hingga berbagai aplikasi manufaktur lainnya. Tambang nikel utama Venezuela yang berlokasi di negara bagian Aragua sebelumnya dioperasikan oleh perusahaan multinasional Anglo American, sebelum dinasionalisasi pada 2012. Sejak itu, produksi nikel mengalami kemerosotan tajam dan nyaris lumpuh dalam beberapa tahun terakhir.

7. Tembaga

Cadangan tembaga ditemukan di berbagai wilayah Venezuela, termasuk di negara bagian Aragua, Yaracuy, dan Táchira. Namun hingga kini, cadangan tembaga Venezuela masih sebagian besar belum dikembangkan.

8. Coltan

Venezuela juga menyimpan cadangan coltan merupakan mineral strategis yang digunakan dalam industri elektronik, terutama untuk komponen perangkat teknologi modern.

Eksplorasi coltan di Venezuela belum berkembang signifikan sejak pertama kali diumumkan pada 2010. Studi geologi untuk mengukur besaran cadangan belum berjalan optimal, sementara upaya negara untuk memproses dan mengekspor mineral strategis ini tidak berkelanjutan.

Dengan cadangan minyak terbesar di dunia serta kekayaan gas alam dan mineral yang melimpah, Venezuela sejatinya memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi global. Namun krisis ekonomi berkepanjangan, keterbatasan investasi, sanksi internasional, serta lemahnya pengelolaan sumber daya membuat potensi tersebut belum termanfaatkan secara optimal.

 

(mae/mae)



Most Popular