Banjir Dividen di Awal Tahun, Cek Cum Date Hingga Jadwal Pembayaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap membagikan dividen tunai pada Januari 2026. Besaran dividen dan potensi imbal hasil (dividend yield) yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari yang tipis sampai yang relatif menarik.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) akan membagikan dividen sebesar Rp1,34 per saham. Dengan harga saham di level Rp1.715 per 2 Januari 2026, dividend yield-nya sekitar 0,08%. Cum date ditetapkan pada 9 Januari 2026.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membagikan dividen Rp25 per saham. Pada harga Rp6.300, yield yang ditawarkan sekitar 0,40%, dengan cum date 8 Januari 2026.
Berikutnya ada PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) yang membagikan dividen Rp200 per saham, setara dengan dividend yield 1,57% berdasarkan harga Rp12.700. Cum date jatuh pada 8 Januari 2026.
Dari papan bawah, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) membagikan dividen Rp2,50 per saham. Dengan harga saham Rp126, dividend yield-nya mencapai 1,98%, dan cum date 7 Januari 2026.
PT Soho Global Health Tbk (SOHO) akan membagikan dividen Rp33,10 per saham. Pada harga Rp1.445, yield berada di kisaran 2,29%, dengan cum date 6 Januari 2026.
Sementara itu, PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) menawarkan yield paling tinggi di daftar ini. Emiten ini membagikan dividen Rp5,60 per saham, yang setara dengan dividend yield 5,19% pada harga Rp108. Ini termasuk yang terbesar dibandingkan cuan dividen emiten lain pada awal tahun ini, adapun untuk cum date ditetapkan pada 6 Januari 2026.
Lalu, dari jajaran bank besar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membagikan dividen Rp100 per saham. Dengan harga saham Rp5.075, dividend yield tercatat sekitar 1,97%, dan cum date pada hari ini, Senin (5/1/2026). Berikut rincian daftar emiten yang akan bagi dividen dengan cum date awal tahun ini :
Perlu dicatat juga, dividend yield pada deretan emiten ini relatif masih kecil. Hal ini wajar karena mayoritas yang dibagikan merupakan dividen interim, bukan dividen final tahunan.
Dengan yield yang tidak terlalu besar, potensi tekanan harga saat ex date biasanya juga lebih terbatas. Artinya, koreksi harga akibat penyesuaian dividen cenderung tidak sedalam saham-saham dengan dividend yield besar.
Meski begitu, pelaku pasar tetap perlu selektif. Pergerakan harga pasca ex date tetap akan sangat bergantung pada likuiditas saham, sentimen pasar, serta fundamental emiten masing-masing, bukan semata-mata faktor dividen.
Intinya, dividen interim bisa menjadi tambahan cuan, tapi keputusan beli tetap sebaiknya didasarkan pada analisis yang lebih menyeluruh.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)