MARKET DATA

BTS dan Blackpink Masih Guncang Dunia, Ini Kinerja 3 Saham Agensi KPOP

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia
30 November 2025 20:30
Grup K-pop BLACKPINK membuka tur dunia
Foto: Grup K-pop BLACKPINK membuka tur dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Musim laporan keuangan kuartal III (Q3) 2025 membawa dinamika yang kontras bagi tiga raksasa agensi hiburan Korea Selatan; HYBE, YG Entertainment, dan JYP Entertainment. Di tengah rekor pendapatan industri yang terus menanjak, respons investor di lantai bursa justru menunjukkan anomali.

Berdasarkan data perdagangan hingga 28 November 2025, pasar terlihat melakukan seleksi ketat dengan menghukum emiten yang margin labanya tergerus, sekaligus melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada emiten yang kinerjanya melampaui ekspektasi.

Berikut bedah kinerja keuangan dan saham "Big 3" K-Pop di penghujung tahun 2025.

HYBE Entertainment

Sebagai pemimpin pasar, HYBE melaporkan volume pendapatan terbesar. Namun, profitabilitas mereka sedikit tertekan secara teknikal akibat strategi investasi agresif di pasar Barat (AS dan Amerika Latin).

Menariknya, investor memandang ini sebagai wajar, menjadikan saham HYBE paling stabil (ditutup di level kinerja 0,5486 per 28/11).

Dari sisi kinerja Keuangan Q3 2025, pendapatan HYBE berada pada level 727,2 Miliar Won (Naik 37,8% YoY). Sementara Laba/Rugi Operasional mengalami rugi 42,2 miliar Won (akibat biaya restrukturisasi satu kali).

Top 3 'Mesin Uang':

  • BTS: Tetap menjadi kontributor royalti terbesar meski dalam fase transisi militer.
  • SEVENTEEN: Dominasi penjualan album fisik dan tur di Asia.
  • NewJeans: Menguasai pasar streaming digital dan kontrak iklan global.

YG Entertainment

YG Entertainment menjadi "bintang utama" dari sisi pertumbuhan laba berkat efisiensi manajemen. Namun, kabar baik ini justru direspons negatif oleh pasar.

Setelah sempat menyentuh level tertinggi di akhir Oktober, saham YG terkoreksi tajam ke level 0,4170 pada akhir November, mengindikasikan investor memilih merealisasikan keuntungan (profit taking).

Kinerja Keuangan Q3 2025 yaitu membukukan pendapatan senilai 173,1 Miliar Won (Naik 72% YoY). Sementara dari sisi laba operasional perusahaan mencatat untung 31,1 Miliar Won (Melonjak 272% YoY).

Top 3 'Mesin Uang':

  • BLACKPINK: Aset utama lewat aktivitas solo member dan merchandise grup.
  • BABYMONSTER: Grup rookie yang mulai mencetak profit signifikan.
  • TREASURE: Basis pendapatan stabil dari tur konser di Jepang.

JYP Entertainment

Nasib kurang beruntung dialami JYP. Meski mencetak rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah, laba mereka justru turun karena membengkaknya biaya produksi dan investasi debut grup baru.

Kekecewaan pasar terlihat jelas di lantai bursa, menjadikan JYP satu-satunya emiten dengan kinerja saham negatif (level -0,0272) per 28 November.

Masuk ke kinerja keuangan Q3 2025, pendapatan yang didapat adalah senilai 232,6 Miliar Won (Rekor tertinggi, naik 37% YoY). Dari sisi operasional, perusahaan mendapatkan laba operasional sebesar 40,7 miliar Won (Turun 15,7% YoY).

Top 3 'Mesin Uang':

  • Stray Kids: Tulang punggung utama penjualan album dan tur Amerika Serikat.
  • TWICE: Ratu tur stadion (Stadium Tour) di pasar Jepang dan AS.
  • DAY6: Band yang mengalami lonjakan popularitas domestik luar biasa tahun ini.

Analisis & Prospek Pasar

Secara keseluruhan, kinerja Kuartal III 2025 membuktikan bahwa rekor pendapatan saja tidak cukup bagi investor. Pasar kini sangat selektif memprioritaskan kualitas margin laba dan efisiensi.

Hal ini terlihat jelas pada aksi sell on news saham YG Entertainment yang sudah priced-in, serta hukuman pasar terhadap JYP akibat tergerusnya profitabilitas.

Sebaliknya, stabilitas saham HYBE meski merugi secara operasional menandakan tingginya kepercayaan institusi pada strategi jangka panjangnya sebagai aset defensif.

Menjelang akhir tahun, volatilitas diprediksi masih membayangi YG dan JYP, sementara HYBE dinilai lebih aman di tengah transisi siklus artis K-Pop.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/wur)


Most Popular