580.000 Aduan Masyarakat Masuk, Polisi Cuma Sanggup Tuntaskan Separuh

Rania Reswara Addini, CNBC Indonesia
29 August 2025 18:30
Anggota kepolisian berjaga melakukan pengamanan di depan Gedung KPU,  Jakarta, Senin,  20Mei 2019. Penjagaan ini juga untuk mewaspadai ancaman terorisme yang mungkin terjadi juga keamanan jelang 22 Mei 2019. Sebagai informasi, tahapan rekapitulasi nasional yang dilakukan KPU sejauh ini menunjukkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin masih unggul atas Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Meskipun tanggal pengumuman dikabarkan menjadi target teroris dan akan ada gerakan demo besar-besaran, namun KPU menegaskan jadwal pengumuman tak akan berubah, yaitu tetap 22 Mei 2019.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Pengamanan kantor KPU jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Publik sedang menumpahkan protes dan kemarahannya akibat meninggalnya seorang pengemudi ojol, Affan Kurniawan, yang diketahui dilindas oleh mobil rantis milik Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada Kamis 28/08/2025 malam.

Affan dilindas oleh mobil baracuda di tengah jalan yang penuh dengan kerumunan aksi. Affan merupakan pengemudi ojol yang baru berusia 21 tahun, berada di daerah aksi karena sedang mengantar pesanan makanan milik pelanggannya.

Jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak pada Jumat (29/08/2025) pagi, dengan segenap rombongan pengemudi ojol yang ikut mengantarkan Affan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Ratusan, jika tidak ribuan, pengemudi ojol yang ikut konvoi menuju liang lahat tempat Affan dikuburkan.

Meninggalnya Affan menjadi api pemantik kemarahan publik pada institusi yang seharusnya mengayomi dan melindungi rakyat tersebut. Mereka menuntut Polri untuk transparan dalam menyikapi kasus ini.

Prabowo Angkat Bicara

Presiden RI Prabowo Subianto angkat bicara terkait demo pada 28/08/2025 yang berakhir ricuh. Diketahui demo terus berlanjut hingga hari ini. Prabowo mengimbau masyarakat untuk tenang dan percaya pada pemerintah yang dia pimpin.

"Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang, untuk percaya pada pemerintah yang saya pimpin," kata Prabowo kepada wartawan, Jumat (29/5/2025).

Sejumlah massa menggelar demo yang menuntut sejumlah hal hingga berakhir ricuh. Prabowo menegaskan pemerintahannya akan menindaklanjuti semua keluhan masyarakat.

"Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita, semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti," kata Prabowo.

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada untuk tidak terpancing terjadinya huru hara. Ia meminta masyarakat tidak terpancing karena bangsa Indonesia saat ini sedang ingin bangkit mengatasi kemiskinan.

"Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada agar unsur-unsur yang selalu ingin huru hara, yang ingin chaos, saya sampaikan pada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita," kata Prabowo.


Kinerja Polisi Masih Belum Optimal

Tidak hanya dalam urusan penanganan aksi demo, polisi juga memiliki rekam jejak yang kurang memuaskan dalam menangani kasus-kasus kejahatan.

Selama hampir delapan dekade, kepolisian sudah bertugas melayani masyarakat dalam menyelesaikan tindak kejahatan. Namun, data menunjukkan kemampuan kepolisian menyelesaikan kasus yang dilaporkan masyarakat masih belum optimal.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kejahatan yang dilaporkan ke kepolisian pada 2023 meningkat cukup drastis dari tahun 2022, tetapi perkara yang ditangani jauh dari yang dilaporkan.

Jumlah kejahatan yang dilaporkan kepolisian pada 2023 mencapai 584.991 kejadian, meningkat 56,85% dari jumlah dari 2022 yang mencatat 372.965 kejadian. Peningkatan drastis ini perlu diperhatikan, karena bisa menjadi sumber kekhawatiran bagi stabilitas sosial.

Wilayah dengan angka kejahatan tinggi cenderung berbagi ciri yang sama, yakni populasi yang padat, merupakan pusat ekonomi yang besar, serta aktivitas urban yang dinamis.

Di saat data jumlah kasus melonjak, kemampuan polisi untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut masih menjadi tantangan besar. Bila melihat data enam tahun terakhir, persentase jumlah kasus yang diselesaikan kepolisian menurun drastis.

Tingkat penyelesaian kasus oleh kepolisian pada 2020 mencapai 71,49% tetapi turun drastis pada 2020 menjadi 38,12%.

Meskipun persentase penyelesaian kasus kejahatan secara nasional menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 38,12%, angkanya hanya mencapai 51,20% pada 2024.

Jika bicara tingkat provinsi, Polda Metro Jaya mencatat tingkat penyelesaian kasus yang sangat rendah di kisaran 12,6% atau sebanyak 11.017 kasus yang bisa diselesaikan.

Selain itu, tingkat risiko penduduk terkena tindak kejahatan (crime rate) juga meningkat, dari 137 di 2022 menjadi 214 pada tahun 2023. Nilai crime rate ini dapat diinterpretasikan bahwa dari 100.000 penduduk, terdapat 214 orang yang mengalami kejahatan.

Selang waktu terjadinya kejahatan (crime clock) menurun, menunjukkan bahwa intensitas kejadian tindak kejahatan semakin meningkat. Pada 2022, interval waktu antara satu kejadian kejahatan dan kejadian berikutnya adalah 1 menit 24 detik. Namun, pada 2023, interval waktu ini semakin menyusut menjadi 53 detik.

(mae)
Tags

Related Articles

Most Popular
Recommendation