Akuisisi Perusahaan Bisa Guncang Harga Saham, Emang Iya?

Susi Setiawati, CNBC Indonesia
29 August 2025 09:45
Ilustrasi Trading (dok Octa FX)
Foto: Ilustrasi Trading

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan suatu saham bisa didorong oleh banyak faktor, salah satunya adalah aksi korporasi seperti akuisisi. Aksi korporasi selalu menjadi daya tarik investor karena memengaruhi valuasi, harga saham, dan sentimen pasar.

Aksi korporasi sering dianggap cerminan strategi jangka panjang perusahaan. Setelah aksi korporasi, valuasi perusahaan bisa berubah. Biasanya, investor akan menghitung ulang prospek fundamental, sehingga muncul peluang investasi baru.

Banyak trader masuk hanya karena rumor atau berita resmi, sehingga harga saham bergerak lebih volatile. Hal ini menciptakan peluang, tapi juga risiko tinggi.

Aksi korporasi seperti akusisi sering menjadi momentum aksi korporasi yang baik bagi investor. Saham perusahaan target yang diakuisisi biasanya cenderung naik. Sementara maham perusahaan yang mengakuisisi terkadang bisa naik bisa turun.

Saham dapat naik, jika pasar menilai akuisisi ini akan menciptakan sinergi misalnya memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, atau mengurangi pesaing. Dan bisa turun, jika pasar menilai perusahaan membayar terlalu mahal atau membebani neraca dengan utang besar.

Namun akuisisi dipandang sangat strategis dan win-win. Target jelas diuntungkan mulai dari harga murah atau harga premium, dan akuisisi dianggap dapat mendorong perusahaan makin kuat ke depannya.

Sehingga aksi korporasi itu ibarat peristiwa besar bagi emiten. Investor melihatnya sebagai peluang karena bisa mengubah arah pertumbuhan perusahaan.

CNBC Indonesia Research mencatat enam emiten yang telah melakukan akuisisi di tahun ini.

Usai proses akuisisi, beberapa saham yang melakukan aksi korporasi tersebut mencatatkan kenaikan saham yang signifikan. Bahkan dua diantaranya mencatatkan kenaikan lebih dari 100% dan multibagger.

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)
Tags

Related Articles

Most Popular
Recommendation