Harga Emas Terbang ke Level Tertinggi 5 Minggu, Diramal Tembus US$3700

Susi Setiawati, CNBC Indonesia
29 August 2025 06:43
emas gold
Foto: emas gold

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas melesat mencapai level tertinggi dalam minggu dan menembus level US$ 3.400 per troy ons, Harganya terbang karena dolar melemah d itengah kekhawatiran independensi bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan Kamis (28/8/2025), harga emas dunia naik 0,58% di level US$3.416,69 per troy ons. Kenaikan ini berhasil membawa emas kembali ke level psikologis US$3.400 per troy ons dan mencapai level tertinggi dalam minggu.

Pada perdagangan hari ini Jumat (29/8/2025) hingga pukul 06.35 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,04% di posisi US$3.415,2 per troy ons.

Harga emas mencapai level tertinggi dalam lima minggu pada perdagangan Kamis, didukung oleh pelemahan dolar dan arus masuk safe haven, akibat kekhawatiran yang berkelanjutan atas independensi The Fed.

Pada perdagangan Kamis (28/8/2025), indeks dolar AS/DXY melemah 0,43% di level 97,81. Dolar yang melemah membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.

"Emas telah naik secara perlahan namun stabil selama lebih dari seminggu, sebagian karena meningkatnya kekhawatiran tentang independensi The Fed. Tekanan Trump, memicu kekhawatiran bahwa FOMC dapat memangkas suku bunga lebih cepat dan mempertahankannya lebih lama, yang merupakan hal yang baik untuk emas," ujar Tai Wong, seorang pedagang logam independen.

Pasar saat ini pasar memperkirakan peluang lebih dari 87% untuk penurunan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed bulan September.

Investor kini menantikan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang akan dirilis hari Jumat, sebuah tolok ukur inflasi utama bagi bank sentral AS.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yield) tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama masa ketidakpastian ekonomi.

Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengajukan gugatan yang mengklaim Trump tidak memiliki wewenang untuk mencopotnya dari jabatannya, yang memicu pertarungan hukum yang dapat mengatur ulang norma-norma yang telah lama berlaku bagi independensi bank sentral AS.

"Saya pikir dalam jangka pendek, emas sedang bullish. Saya perkirakan sekitar US$3.700 per troy ons pada akhir tahun," ujar Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.


CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)
Tags

Related Articles

Most Popular
Recommendation