Bos Freeport Beberkan Nasib & Potensi Tambang Emas Raksasa RI

Profil - Shalini, CNBC Indonesia
01 July 2019 12:11
Bos Freeport Beberkan Nasib & Potensi Tambang Emas Raksasa RI Foto: detikFoto/Rachman Haryanto
Jakarta, CNBC Indonesia-  Banyak yang bertanya-tanya soal nasib tambang emas dan tembaga raksasa yang ada di timur Indonesia usai divestasi 51% yang diteken pada akhir tahun lalu. 

Enam bulan sejak Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas di PT Freeport Indonesia, bagaimana progresnya saat ini. Dijumpai oleh reporter CNBC Indonesia Shalini di kantornya pada pekan lalu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas beberkan soal rencana-rencana perusahaan untuk menggenjot produksi tambang. Berikut cuplikannya:

Bos Freeport Beberkan Nasib Tambang Emas Raksasa Foto: detikFoto/Rachman Haryanto



Bagaimana Kondisi Freeport Pasca divestasi 51% saham, adakah perubahan-perubahan?
Jadi yang jelas setelah diterbitkan IUPK, kontrak karya sudah tidak ada lagi dikonversi jadi IUPK dengan jangka waktu sampai 2041, dan kewajiban itu diatur dalam IUPK, juga ada kepastian hukum dan kestabilan perpajakan.

Di satu sisi kami juga berkomitmen untuk bangun smelter dan pelaksanannya sendiri dari KK ke IUPK, pada dasarnya format kontrak berubah jadi format izin. Tentunya ini salah satu milestone untuk barometer yang terjadi dalam pertambangan Indonesia

Tambang terbuka Grasberg sudah berhenti dan Freeport pindak ke bawah tanah, apa keunikan tambang bawah tanah ini?
Mungkin bisa dibayangkan tambang Grasberg open pit ada di ketinggian 4000 m, dan ini bentuk bijihnya kebawah, dan tambang terbuka atau open pit Grasberg tahun ini akan selesai, dan diameternya hampir 4 KM kedalaman 1,2 KM.

Bahkan digadang-gadang mengalahkan panjang jalan tol Jakarta-Surabaya, jadi di bawah tambang terbuka yang sudah kita develop dari tahun 2004, 15 tahun kemudian baru kita mulai produksi penuh, jadi kalau dilihat disambung-sambung panjang terowongan yang ada di tambang bawah tanah memang panjangnya 700 KM, bentuknya ada yang spiral, ada yang silang, bersusun-susun. Dan ini adalah salah satu tambang bawah tanah terbesar di dunia.

Sejauh mana progresnya?
Kami sudah menginvestasikan US$ 8 miliar atau RP 120 triliun di tambang bawah tanah, dan ke-depannya dari sekarang sampai 2041 kita akan investasi lagi US$ 15 miliar. Memang tambang bawah tanah tidak bisa berhenti berinvestasi, jadi setiap tahun kira-kira hampir US$ 1 miliar kami linvestasi, dan akhir tahun ini kita sudah akan 100% tambang bawah tanah.

Tentunya membutuhkan waktu untuk full production untuk berproduksi kembali ke level normal. Kalau sekarang ini masih 110-120 ribu ton biijih per hari, tapi 2021 meningkat, dan 2022 sudah akan kembali ke posisi normal

Soal cadangan emas Freeport bagaimana? Potensi dan jangka waktunya, apakah bisa habis di 2041 nanti?
Dilihat dari cadangan sekarang, bisa ditambang lebih dari 2041 jadi cadangan bijih yang ada saat ini 1,8 miliar ton. Dengan penambagan 150 ribu ton per hari, bisa untuk 32 tahun tapi dengan catatan itu tidak ada eksplorasi lanjutan.

Kalau dilakukan eksplorasi lanjutan atas sumber daya yang ada di sekitar situ, pertama bahan galian ini dinyatakan sebagai sumber daya dulu, kemudian dilakukan ekplorasi lanjutan supaya bisa menjadi cadangan. Sumber dayanya sudah bisa terdeteksi di bawah, dan kalau dilakukan eksplorasi lanjutan akan bisa menambah panjang umur tambang lebih dari itu.

Harga emas tembus rekor tertinggi sejak september 2013. Apakah kinerja Freeport makin kinclong dengan naiknya harga emas ini?
Harga selalu fluktuatif, kita kan memproduksi konsentrat yang mengandung emas,tembaga dan perak. Di dalam konsentrat tembaga sekitar 25-20%, emas 25 gram/ton, dan perak 1%. Nah jadi kalau dilihat dari harga, kalau harganya lebih bagus kita lebih senang tapi begitu harganya turun keuntungan kita juga akan tergerus, tambang itu memang sifatnya price taker bukan price maker kami tidak bisa menentukan harga jual, harga ditentukan oleh pasar.

Mudah-mudahan akan naik terus, mudah-mudahan tembaga kembali ke atas harga US$ 3.

Berapa total nilai kontribusi Freeport ke Indonesia selama ini? Dengan mengubah rezim dari Kontrak Karya ke IUPK bagaimana nantinya?
Sesuai Undang-Undang Minerba hasilnya harus lebih baik, penerimaan negara harus lebih banyak dan memang dibanding KK menjadi IUPK hasilnya buat pemerintah Indonesia lebih banyak, terutama untuk pemerintah daerah karena ada satu komponen yakni 6% dari keuntungan bersih PTFI untuk pemerintah daerah.

Kontribusi PTFI 2018 total pajak, royalti, dividen US$ 2,2 miliar. Manfaat tidak langsungnya US$ 3 miliar,totalnya besar sekali manfaat yang diterima pemerintah. Kalau dihitung dari tahun 1992 sampai 2018 total manfaat yang diterima oleh pemerintah hampir US$20 miliar.

Progres Smelter di Jawa Timur Bagaimana?
Jadi perencanaan smelter bukan perencanaan yang kemudian di tahun awal bisa 15%,memang kurva S nya adalah diawal-awal tahun landai kemudian akan meningkat tajam setelah konstruksi fisiknya mulai berjalan.

Dan saat ini kita sudah ada lahannya luas 103 hektar di kawasan industry JIPE di Manyar-Gresik, dan lahannya sudah rata sudah siap semuanya, dan sedang dilakukan pematangan, kami akan naikkan lagi lahannya sekitar 4 meter kemudian dipadatkan.

Ini memang akan selesai dalam tahun ini kemudian di awal tahun 2020 mulai konstruksi fisik, tapi pemesanan barang-barang akan memakan waktu sehingga pada saatnya kurvanya akan naik dengan tajam.

Pendanaan?
Total kira-kira US$3 miliar dolar, termasuk dengan metal refinery yang akan kita bangun.

15 bank berminat baik bank asing maupun nasional untuk Investasi?
Sekarang masih dalam tahap pembicaraan, masih terus berprogres termasuk skemanya bagaimana masih terus kami diskusikan

Saksikan cuplikan wawancara dengan Freeport di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading