Ekspansi Bisnis Putra Presiden, Dari Kuliner ke Modal Ventura

Profil - Fitriyah Said, CNBC Indonesia
04 December 2018 20:45
Ekspansi Bisnis Putra Presiden, Dari Kuliner ke Modal Ventura
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasti Anda pernah membayangkan betapa enaknya hidup jika Anda menjadi anak presiden. Mendapatkan pendidikan yang baik, mendapatkan fasilitas nomor satu dari negara, pergi kemanapun aman karena ada Paspampres yang siap siaga, bahkan tidak perlu pusing memikirkan pekerjaan apa lagi bersusah payah membangun miskin dari nol.

Cukup menggunakan nama besar orang tua yang menyandang posisi 'Presiden RI', tentu bisnis Anda bisa booming dengan mudah. Namun ternyata, cerita bak dogeng ini tidak berlaku bagi Kaesang Pangarep. Putra bungsu Presiden Joko Widodo ini menepis isu 'enaknya' menjadi anak presiden.

Melalui berbagai ide yang ia miliki, Kaesang justru memulai bisnis di sektor Usaha Kecil Menengah (UM-UKM). Mulai dari Pakaian "Sang Javas" hingga Sang Pisang menjadi saksi kerja keras pria berumur 23 tahun ini.


Ditemui repoter CNBC Indonesia Shalini di pembukaan Sang Pisang cabang ke 56 di kawasan Kemang, Kaesang membagikan cerita mengenai awal mula perjalanan bisnisnya ini.

[Gambas:Video CNBC]


Tadi pas launching denger-denger ada yel-yel kayak "Sang Pisang akan terbang keliling dunia" rencananya akan ke berapa negara nih?
Ke semua negaralah.

Nah, kan ini belum nih di luar negeri, rencananya yang terdekat keluar negeri mana nih?

Insya Allah tahun depan di negara tetangga kita

Negara tetangga tuh negara mana ?
Ya kan banyak, ada Singapura, Ada Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Timor Leste, Brunei, Papua Nugini,

Oke, baik. Nah, pertama kira-kira akan di negara mana nih?
Ya tergantung delapan (negara) ini aja. Tergantung delapan (negara) mana yang mau.

Nah, kalau sejauh ini outlet Sang Pisang ini sudah ada berapa sih ?
Kalau nggak salah lima puluh enam

Kok bisa berani banget sih buat buka banyak cabang? Apa sih yang membuat Kaesang PD (percaya diri) dan berani gitu buka sampe lima puluh enam cabang sampe sekarang?
Ya kenapa harus takut to?

Nah kira-kira nih ini kan buka cabang, banyak juga, modalnya sebenernya dari mana sih mas? Kalau untuk Sang Pisang sendiri, modal awalnya dari mana ?
Modal awal saya dari Youtube, sama salah satu temen saya. Jadi berdua

Ekspansi Bisnis Putra Presiden, Dari Kuliner ke Moda Ventura Foto: Kaesang Pangarep saat berada di acara peresmian Sang Pisang cabang ke 56 di kawangan Kemang, Jakarta Selatan (CNBC Indonesia/Fitriyah Said)


Saat buka cabang baru? Atau misalkan cari lokasi yang tepat, atau misalkan harus seperti apa?
Kalau saya sih biasanya melihat, misalnya lokasi, kalau lokasinya potensial, biasanya pasti langsung saya buka. Tapi di sisi lain, saya juga harus melihat finansial dari perusahaan itu juga

Oke, nah dari modal, dari bapak (Jokowi) sendiri ngasi modal nggak sih ?
Ada pasti

Apa tuh?
Modal dukungan. Doa. Doa orang tua

Tapi bapak ada ngasi ide nggak sih?
Bapak kan generasinya , generasi lama ya kalau bisnis saya kan, bisnis saya kan lebih ya zaman now gitu lo 'milenial' jadi kalau bapak suru kasi ide biasanya ya terlalu, apa? Tua lah

Nah, tapi sebenernya awalnya kenapa sih terjun ke dunia bisnis? Apa nggak mau kalah ama Mas Gibran? Atau malah justru disuruh sama bapak?
Sebenernya gini, kalau, jadikan saya waktu sekolah kalau mau daftar PNS (Pegawai Negeri Sipil) kan nggak bisa, yaudah bisnis aja. Nggak lah (sambil tertawa), ya sebenernya gini ajalah, kalau ya namanya anak kan saya ngeliat orang tua saya berbisnis, kakak saya berbisnis, kakak ipar saya berbisnis ya kenapa nggak berbisnis juga aja

Paling harus dimiliki karakter seorang pebisnis tuh apa sih sebenernya?
Kalau dari saya, pemberani

Ini kan tadi udah buka cabang dimana-mana terus habis itu, udah juga punya Jas Hujan, Madhang.id juga ada, pisang nugget udah ada, nah, terus what's next sih sebenernya ?
Ya saya pengenin tuh, bikin capital partner (moda ventura)

Ekspansi Bisnis Putra Presiden, Dari Kuliner ke Moda Ventura Foto: Kaesang Pangarep saat berada di acara peresmian Sang Pisang cabang ke 56 di kawangan Kemang, Jakarta Selatan (CNBC Indonesia/Fitriyah Said)


Capital partner?
Iya jadi, saya sekarang itu lagi mencari kayak mahasiswa yang punya ide atau gagasan tapi nggak punya modal atau dana untuk membuat usaha. Jadi, saya danai

Oh, kenapa bisa berpikir punya ide seperti itu?
Saya kira waktu saya keliling ke kampus-kampus kasih seminar, banyak mahasiswa itu kayak ngomong "Mas saya punya ide tapi saya nggak punya modal". Hampir kebanyakan seperti itu. Terus kenapa saya pikir apa nggak (kita) saling membantu ?

Nah kalau misalnya kaya gitu nih (punya ide tapi nggak punya modal), kira-kira apasih yang harus kita lakukan sebagai milenial yang awam bisnis?
Ya kalau saya dulu biasanya ya, mesti cari modal ya. Aplikasikan modal bisnis. Udah gitu aja


Nah, dulukan kalau nggak salah sempet bisnis kaos. Pas SMA itu pernah coba (bisnis) kaos juga tapi bangkrut ya?
Iya

Itu gimana ceritanya dan gimana cara bangkit dari kegagalan itu, Mas?
Gagal itu pasti karena manajemen yang nggak bener-bener saya urus, cuma saya kira bisnis hanya beli terus jual, beli-jual, ternyata enggak. Ada yah, ada beberapa 'printilan' yang harus diurusin tapi ternyata nggak saya urusinlah karena saya anggep enteng

Terus kalau gini (bisnis saat ini) Mas Kaesang semua ikut turun tangan dong pengelolaanya? Begitu banyak bisnis bagaimana cara mengelolanya? Sementara Mas Kaesang sendiri masih kuliah
Yakan saya juga seperti saya tadi sudah bilang, saya punya temen, temen bisnis saya. Jadi apapun yang temen bisnis saya mau lakukan pasti ada konsultasi dulu sama saya apa yang mau dilakukan. Kalau misalnya membuka outlet apapun harus dikonsultasikan bareng-bareng. Tapi kalau cuma yang kecil-kecil seperti pembelian pisang, itu bisa dilakukan sendiri. Jadi, itu udah by system lah.

Mas Kaesang ada rencana investasi nggak sih ? Ada punya investasi nggak ? Misalkan investasi properti, atau apa gitu ? Atau saham, reksa dana?
Kalau saya sekarang untuk reksa dana belum. Karena saya itu tipenya kalau bisa membeli sesuatu tuh dan saya harus ada apa ngelakuin sesuatu. Kayak tadi kan capital partner, saya mendanai, kan itu investasi juga tapi saya punya andil juga di dalam situ. Kalau reksa dana kan saya cuma menunggu

Kalau misalnya gitu konsepnya gimana sih Mas? Maksudnya satu mahasiswa gitu ada batasan ?
Nggak ada, nggak ada. Tergantung berapa emang berapa butuhnya berapa itu yang nanti kita danai

Apa kualifikasinya biar bisa Mas Kaesang modalin?
Biasanya nanti mereka bakal kasih business plan ke kami, terus nanti presentasi ke kami.

Atau mungkin di bidang apa yang ada impactnya?
Nggak, semua bidang saya modalin. Saya ada yang satu ada namanya Manggo Sticky Rice ada, trus satunya lagi pembibitan lele

Oh berarti sejauh ini sudah berjalan ya?
Udah,udah,udah. Sekarang kami baru punya dua

Oke, terakhir nih tips buat milenial nih yang mau mulai berbisnis?
Ya kayak awal saya bilang tadi, pokoknya berani dulu. Berani untuk membuka bisnis. Kalau misalnya katakanlah nggak ada modal, pasti ada kok jalur untuk mencari modal. Buktinya saya tadi, yang saya bilang saya udah ada dua, mereka nggak punya modal dan akhirnya bisa membangun bisnisnya. Pasti ada jalur lah, milenial itu harus muter otak tuh harus pinter (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading