Kisah Adrian Maulana Lepas Dunia Artis dan Jadi Bos Schroder

Profil - Fetty Diana & Wanti Puspa, CNBC Indonesia
02 December 2018 13:43
Kisah Adrian Maulana Lepas Dunia Artis dan Jadi Bos Schroder
Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang tak kenal dengan sosok Adrian Maulana? Mantan Presenter dan Abang Jakarta 1997 ini memang tak lagi terlihat di layar kaca. Tapi tahukah Anda, jika artis usia 40-an ini kini banting setir menjadi karyawan di salah satu perusahaan manajemen investasi lisensi Inggris, PT. Schroder Investment Management Indonesia. Tak tanggung, jabatannya pun cukup tinggi sebagai SVP Intermediary Business.

CNBC Indonesia sempat bertemu dan berbincang dengan Adrian Maulana beberapa waktu lalu. Mantan News Presenter pun bercerita mengenai alasannya meninggalkan dunia entertainment demi menjadi seorang profesional.

Seperti apa kisah bapak dua putri itu dalam dunia investasi manajemennya? Simak bincang-bincang CNBC Indonesia bersama Adrian Maulana berikut ini.



Apa Alasan Anda Banting Setir Dari Dunia Entertainment Dunia Investasi?

Saya mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan manajemen investasi dan pengelolaan dana terbesar yaitu Schroder. Saya dulu adalah seorang investor Schroder reksa dana, investasi saham. Saya sudah banyak mendapatkan kemanfaatan disitu oleh karenanya saya terinspirasi ingin memperdalami. Ternyata, setelah melewati berbagai proses saya diterima tepat di tahun 2016 di bulan Juni saya mendapatkan pekerjaan dan tepat di 20 Juni 2016 saya resmi tercatat sebagai profesional Schroder. Dan sampai saat ini tidak terasa sudah sampai tahun ke tiga, saya mendapatkan amanah sebagai jadi senior Vice President Intermediary Business yang membawahi bank dan asuransi sebagai agen.


Kapan Anda Memutuskan Terjun di Dunia Pasar Modal?

Jadi kira-kira di tahun 2007-2008 saya pernah diundang Bursa Efek Indonesia (BEI), di situ saya mulai mengenal adanya instrumen pasar modal tempat dimana kita bisa meng investasikan dana kita. Ternyata saya coba untuk berinvestasi, pada saat itu saya terkaget-kaget juga karena dari apa yang saya investasikan dalam dua tahun meberikan timbal balik yang sangat signifikan.

Akhirnya Saya berpikir saya kepingin sekali untuk menjadi seorang ekspert dibidang ini. Apa sih persyaratannya, selain kita menjalakankan bisa juga mengambil ada beberapa sertifikasi untuk suatu hari karena bidang ini juga memberikan kebaikan untuk saya. Setelah itu saya berpikir bagaimana ya saya bisa memberikan manfaat juga bagi teman-teman saya juga bisa mengalami hal-hal seperti saya.

Saya berpikir untuk mendapatkan pendapatan lain selain dari dunia ke artisan, pertama saya tekunin dan saya yakin suatu hari akan terus berada di dunia televisi. Jadi saya harus punya skill dan pengalaman akhirnya saya menemukan hasrat saya di dunia investasi mulai 2010 saya memberanikan diri mengambil lisensi-lisensi pasar modal dan alhamdullilah saya sudah memiliki itu semua sejak 2011 terus saja menjalankan investasi untuk diri saya sendiri dan saya juga memberanikan diri untuk mengajarkan teman-teman, saya juga mendedasikan ke masyarakat bahwa saya membuka kelas-kelas seminar.


Dari mana ada niatan Menekuni Dunia Investasi?

Berinvestasi itu memberikan kebaikan loh, lalu kenapa saya tidak tekuni saja lalu bagaimana caranya. Ambil saja itu lisensi-lisensi keuangan dibawah naungan OJK, akhirnya saya beranikan diri untuk saya ambil itu padahal saya latar belakangnya bukan ekonomi loh. Tapi kalo kita gigih, kita semangat, punya cita-cita yang baik dan focus pasti nanti akan diberikan jalan untuk kita.

Ternyata Alhamdullilah, 2011 saya dapatkan itu lisensi-lisensi itu saya juga tidak hanya belajar di industri investasi tapi saya juga menambahkan lagi ilmu dibidang perencanaan keuangan dari AS makannya saya juga punya lisensi Certificate Financial planer( CFP), mungkin belum banyak.

Saya rasa saya satu-satunya public figure yang memiliki lisensi itu dan saya juga mempunyai lisensi sebagai wakil manajer investasi semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman lain.


Awal Mula Bekerja di Schroder?

Pada tahun 2016 saya ditawari untuk bekerja di perusahaan manager ternama di Indonesia asal Inggris, tempat saya dulu itu sebagai seorang investornya. tetapi ternyata proses itu tidak mudah karena perusahaan ini sudah berdiri 200 tahun, perusahaan yang mengelola dana terbesar di Indonesia namanya Schorder. Saya akhirnya coba karena pada tahun 2011 sudah bercita-cita kalau saya harus meninggalkan dunia entertainment kemudian kerja di dunia investasi. Saya ingin kerja diperusahaan yang bagus.

Karena saya sudah punya pengalaman dengan Schorder makannya ketika ada kesempatan itu, walaupun pada saat itu saya tidak tau hasil akhirnya akan diterima atau tidak. Saya ikuti prosesnya berbulan-bulan, sampai tahap interview di regional Singapura, alhamdullilah tepat di tahun 2016 bulan Juni saya 39 tahun dapat surat penawaran bahwa saya sudah diterima apakah saya siap menjalankannya, tanpa berpikir panjang saya tandatangan karena memang sudah niat sejak lama seperti impian yang menjadi kenyataan.

Foto: Adrian Maulana (CNBC Indonesia/Peti)


Apa tanggung jawab Anda di Schorder?

Sekarang saya di Schorder menjadi Vice President Intermediary Business yang bertanggung jawab untuk kembangkan bisnis reksa dana di PT Schorder. Sejak awal tahun 2018 ini juga diamanahkan untuk menjadi pelaksana unit syariah dari PT Schroder Invesment Management Indonesia. Jadi artinya saya juga diminta untuk bagaimana bisa mengembangkan industri reksa dana berbasis syariah di Indonesia pada umumnya dan khususnya di produk produk yang dimiliki oleh Schroder. Ini merupakan satu hal yang luar biasa pengalaman baru, dan pada akhirnya secara tidak langsung juga menjaga saya untuk bagaimana bisa bersikap, berbuat, berlaku, sesuai dengan tugas yang diamanahkan ke saya.


Pandangan Orang-Orang Ketika Memilih Pekerjaan Ini?

Come on, saya sudah mau tiga tahun loh disini tanpa terasa bukan waktu yang sebentar juga, ingin menujukkan komitmen saya pada saat saya dulu di dunia entertainment saya juga sangat berfokus di sana. 11 tahun dimulai dari saya menjadi Abang Jakarta tahun 1997 saya terus melakukan itu mungkin hanya perannya saja yang berbeda. Saya disini menjalankan dengan sepenuh hati dan dengan penuh semangat, karena saya rasa ini akan memberikan manfaat yang baik bagi banyak orang.


Adakah Alasan Lain Meninggalkan Dunia Keartisan?

Ya, sebenernya tidak ada yang buruk dengan pekerjaan saya sebelumnya semua itu memberikan kebaikan, selama belasan tahun buat saya. Tapi saya tahu bahwa dunia entertainment punya ketidak pastian yang cukup tinggi, dari pada dunia profesional.

Saya punya pengalaman di mana sedang senang-senangnya punya kontrak yang menggiurkan, harus terhenti di tengah jalan bukan karena kita, tapi karena produksinya tidak naik rating dan akhirnya dihentikan dan digantikan dengan acara lain.

Akhirnya dihargai sesuai dengan kinerja kita sisa kontraknya ya tidak bisa dibayarkan lagi. Sedangkan kita punya kebutuhan-kebutuhan, lalu bagaimana? kita harus siap-siapkan karena kita tidak sedang masa masa produktif. Di situlah saya terbiasa, disiplin untuk berinvestasi karena sebelumnya saya melakukan kesalahan juga pada saat ada ganti mobil, saat ada jalan-jalan, beli baju, yang senang saat itu saja pada saat sudah punya besok, bulan depan jadi biasa-biasa saja. Akhirnya itu menjadi pelajaran saya yang berharga, ternyata ketika saya menghadapi masa-masa yang tidak saya harapkan untung karena saya sudah bisa menyisihkan jauh-jauh hari, saya jadi bisa melewati masa-masa ketidakpastian.

Saat itu kontrak berbulan-bulan tidak ada, apa jadinya bila setiap uang yang saya punya akan saya habiskan dengan berpikiran "ah bulan depan saya akan mendapatkan pekerjaan". Jadi saya sangat bersyukur saya pernah melewati masa-masa yang seperti itu. Pada saat saya menjalani saat-saat seperti itu saya adalah orang yang suka mengisi waktu-waktu luang seperti itu dengan membaca, dengan belajar, dengan mencari tahu, makannya saya pada saat diwaktu- waktu kosong itu saya isi dengan kebermanfaatan untuk diri saya

Foto: PT Schoder Investment Management Indonesia Adrian Maulana (CNBC Indonesia/Peti)



Buku apa yang sering dibaca?

Yang saya suka baca adalah buku-buku yang terkait pasar modal, saham, obligasi, reksa dana dan sebagainya.


Adakah Pesan Untuk Para Milenial Tentang Investasi?


Pesan saya buat temen-temen milenial, sisihkan sebanyak mungkin uang, dana penghasilan, honor yang kita dapatkan dan lakukan sedini mungkin. Semakin lama kita menunda artinya semakin besar dana yang akan kita butuhkan untuk bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang akan datang. Jadi justru masa-masa ini bukan dijadikan sebagai masa-masa yang kita benarkan untuk berleha-leha, untuk kita sia-siakan begitu, untuk membelikan segala sesuatu yang sifatnya konsumtif saja. Coba kita lebih bijaksana lagi untuk memikirkan lagi bahwa hidup ini tidak untuk saat ini saja tetapi aka nada masa yang akan datang.

Oleh karena itu sebanyak mungkin yang bisa kita sisihkan itu akan lebih baik, jangan disisakan karena jika disisakan biasanya jumlahnya itu paling sedikit dan tidak konsisten setiap waktunya. Minimal 20-25% dari penghasilan kita sisihkan untuk berinvestasi, jika Gajinya Rp 5 juta sisihkan Rp1-1,5 juta maka hiduplah dengan Rp 3,5 Juta. Nanti jika gaji kita bertambah tetap jangan Rp 1,5 juta tapi tetap rasionya 20-25%. Ingat gaya hidup kita sesuaikan dengan gaya kita bukan gaya orang lain.


Adakah Tips-Tips Untuk Menjadi Investor Handal?

Tips terakhir dari saya, supaya teman-teman bisa menjadi investor yang sukses. Yang pertama, temen-temen harus tau apa tujuannya dan tentukan jangka waktunya supaya investasi kita ini bisa terukur dan jelas. Kedua, kita harus bermitra dengan pihak yang profesional, yang amanah. Jika manager investasi cara rekan yang rekam jejaknya baik yang sudah memberikan kinerja yang stabil dari waktu ke waktu.

Kemudian, kita tetap perlu untuk bisa evaluasi setidaknya setahun dua kali atau setahun sekali apakah sudah sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Jika belu, perlu ada yang kita tambah atau kita perbaiki.

Tetapi yang terpenting dari itu semua kita harus disiplin sampai waktunya tiba, jangan melakukan market timing artinya jangan tebak-tebakan. Misalnya ini merupakan waktu yang terbaik untuk investasi disini, ini merupakan waktu yang terbaik untuk menjual investasi. Satu dua kali mungkin kita bisa benar tetapi untuk benar setiap saat menurut saya itu mustahil jadi intinya adalah tetap berinvestasi semoga bisa terinspirasi.

[Gambas:Video CNBC] (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading