Special Interview

Tony Fernandes, Godfather Musik Dangdut yang Pimpin AirAsia

Profil - Prima Wirayani & Shalini, CNBC Indonesia
10 April 2018 13:25
Tony Fernandes, Godfather Musik Dangdut yang Pimpin AirAsia
Kuala Lumpur, CNBC Indonesia - Maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier/LCC) asal Malaysia, AirAsia Group, berambisi menjadi "maskapai ASEAN yang sesungguhnya" dan menjadikan jaringan dan kemampuannya menghubungkan satu negara dengan negara lain di Asia Tenggara sebagai salah satu kekuatannya.

Di tengah berbagai tantangan dan persaingan yang ketat, maskapai besutan Tony Fernandes ini mempersiapkan berbagai langkah terobosan untuk membuat bisnisnya lebih efisien dan profitabel, salah satunya meluncurkan mata uang digitalnya sendiri.

CNBC Indonesia berkesempatan berbincang dengan Fernandes di markas besar AirAsia Group, RedQ, di Kuala Lumpur, Malaysia, hari Jumat (6/4/2018). Ia menceritakan rencana bisnis Indonesia AirAsia, hubungannya dengan Rusdi Kirana, kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan pengalamannya menjadi bos musik dangdut di Malaysia.


Berikut ini cuplikan wawancaranya.


Anda sangat sibuk. Apa saja yang akan Anda lakukan hari ini?

Hari ini saya bertemu Airbus pukul 8 pagi tadi kemudian saya menghadiri rapat panjang dengan AirAsia X.


Pertemuan dengan Airbus ini apa membicarakan pembelian pesawat baru?

Ya. Kami hari ini mendiskusikan pembelian pesawat baru untuk AirAsia dan membahas pesanan [pesawat Airbus] Neo. Saya belum akan menceritakannya pada Anda namun hal ini sedang didiskusikan.


Apakah Anda membeli pesawat-pesawat itu untuk ekspansi bisnis?

AirAsia X telah menjadi maskapai yang sangat baik. Indonesia AirAsia X hanya memiliki dua pesawat.

Saya ingin mengembangkan Jakarta sebagai Bangkok yang baru. Saya kira Jakarta dapat menjadi tujuan wisata yang besar. Kota ini memiliki semua potensi yang juga dimiliki Bangkok. Namun, tidak banyak orang yang mengetahuinya. Oleh karenanya, kami memulai rute Tokyo-Jakarta. Kami ingin membawa banyak turis Jepang ke Indonesia. Jadi, saya pikir kami bisa mengembangkan Indonesia AirAsia X.

Saya kira rute jarak pendek kami juga sudah lebih besar sekarang. Jadi, ya, tujuannya adalah untuk menambah rute dan kapasitas.


Apakah rencana bisnis AirAsia Group tahun ini?

Rencananya adalah melanjutkan apa yang sedang kami lakukan.

Kami memiliki tiga pilar besar bisnis. Yang pertama adalah pelayanan penumpang yang berarti maskapainya harus memiliki banyak pesawat dan terbang ke sebanyak mungkin rute.

Yang kedua adalah bagaimana terus meningkatkan pertumbuhan pendapatan. Yang ketiga adalah kami membentuk berbagai joint venture menggunakan aset kami. Joint venture itu sudah dilakukan di AirAsia Academy, pelatihan staf darat juga berbentuk joint venture. Jadi, biaya yang dikeluarkan dapat menjadi pendapatan.

Dan di atas semua itu, ada banyak sekali data. Tidak seperti Facebook yang sedang menghadapi masalah kerahasiaan data, kami ingin menggunakan data kami untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

Ini untuk memastikan kami memberi Anda penawaran yang tepat sebab kami mengenal Anda dengan cara memberi apa yang Anda inginkan begitu Anda mencarinya.

Saya tidak mengambil data Anda kemudian menjualnya namun ini tentang memastikan bahwa kami memberi Anda pelayanan yang lebih baik. Jadi, jika kekasih Anda tinggal di Kuala Lumpur dan Anda terbang pukul 2:30 setiap Jumat untuk menemuinya, ketika Anda mengetik Kuala Lumpur, otomatis penerbangannya akan muncul. Ini membuat hidup Anda lebih mudah.


Bagaimana dengan rencana ICO [initial coin offering/ penawaran perdana koin digital]?

Lagi-lagi ini tentang mengurangi biaya. Saya seorang yang sangat percaya pada ICO karena saya tidak terlalu menyukai kartu kredit, ini tidak seperti perusahaan kartu kredit yang mengalami banyak penipuan (fraud) dan sebagainya. ICO kami adalah ICO utilitas.

89 juta orang terbang bersama kami yang dapat menggunakan mata uang itu di AirAsia dan perlahan-lahan lebih banyak lagi perusahaan yang bekerja sama dengan kami sehingga kami tentu saja sedang menuju ke arah sana. Saya harus memastikan regulator menyetujui ICO kami dan saya bisa meyakinkan mereka bahwa ini berguna.

Banyak tenaga kerja Indonesia di Malaysia, mereka membayar banyak biaya untuk mengirim uang ke Indonesia dan mereka membayar komisi dalam jumlah yang tinggi. Saya bisa menjadikan ini lebih murah, lebih aman, dan lebih cepat menggunakan ICO atau mata uang digital. Namun, saya harus memastikan ICO ini bekerja, aman, dan regulator senang dengannya.

ICO ini kemungkinan bukan berupa ICO publik namun bersifat privat. Saya tidak akan membuat Anda membeli mata uang digital ini sampai saya benar-benar yakin itu berguna dan tidak akan membuat kesal siapapun dan tidak digunakan untuk alasan-alasan yang tidak benar.


Kapankah kita akan dapat menggunakan mata uang digital ini?

Bisa secepatnya dalam dua bulan, atau paling lama lima hingga enam bulan ke depan, bergantung pada sistem dan orang-orang yang kami gunakan.


Mengenai listing AirAsia Indonesia?

Apa rencananya? Kami ingin melakukan penghimpunan modal kedua setelah IPO. Sekarang kami sedang berbicara dengan beberapa [investment] banker, seperti Mandiri [Sekuritas], CIMB [Sekuritas], dan lainnya untuk melakukan penghimpunan modal kedua.


Dalam bentuk rights issue?

Ya, rights issue.


Kenapa Anda memilih melakukan backdoor listing?

Proses ini lebih cepat karena kami belum memenuhi seluruh persyaratan regulator untuk melakukan listing penuh.


Indonesia AirAsia menghadapi kompetisi dengan Lion Air. Bagaimana Anda melihatnya?

Kami tidak benar-benar berkompetisi di banyak area. Lion sangat kuat di dalam negeri, mereka memiliki 50% pangsa pasar dan mereka bersaing ketat dengan Citilink. Kami kecil di domestik, kami memiliki beberapa tujuan. Namun, kami adalah maskapai internasional . Kekuatan kami di Indonesia adalah jaringan kami. Kami menghubungkan Indonesia dengan Kuala Lumpur, dengan Bangkok, dan rute-rute lainnya.

Jadi, saya kira kami tidak berkompetisi secara langsung.

Namun, Rusdi bersikap baik ke saya. Ia duta besar di sini. Kami berteman.


Bisakah Anda menceritakan soal pertemanan Anda dengan Rusdi Kirana?

Tentu saja. Kami tidak pernah bersahabat sebenarnya namun beberapa orang mempertemukan kami. Kadang ketika Anda memiliki masalah dengan orang yang sama, Anda tiba-tiba menjadi dekat satu sama lain. Saya akan bilang kami dekat, kami bertemu secara rutin.

Dan kompetitor akan selalu menjadi kompetitor. Kami akan bersaing, kami akan mencoba menang, namun kami juga bisa menjadi teman yang baik.

Saya kira para pemilik maskapai mesti bersikap matang dan bahwa kompetisi itu wajar saja. Kita perlu bekerja sama untuk industri yang lebih baik. Kita tidak boleh bermusuhan hanya karena kita berkompetisi.

Saya kira kami seperti itu dulu [tidak berteman] namun sekarang kami bertemu secara teratur, kami saling berkirim WhatsApp, pergi ke gym bersama. Ini bagus.

Saya pernah mengunjungi kafe Lion Air. Percayakah Anda? Saya tidak pernah bermimpi akan berada di kafe Lion Air.


Di Jakarta?

Ya. Saya dikelilingi orang-orang berseragam Lion Air. Itu pengalaman yang sangat menakutkan bagi saya.

Rusdi pernah terbang menggunakan AirAsia. Ia menunjukkan fotonya pada saya. Saya belum pernah terbang dengan Lion Air namun saya akan melakukannya suatu hari nanti.


Samakah hubungan Anda itu dengan Richard Branson?

Oh.. Dia bukanlah kompetitor. Ia seorang teman lama. Dia bos saya. Dia bukan seorang pesaing.


Tentang Jokowi, kami mendengar kalian berdua telah berteman sejak ia masih menjabat sebagai Walikota Solo.


Saya tidak akan menyebut kami berteman, saya tidak bisa WA dia. Hahaha. Namun, ia mungkin pemimpin yang paling dekat dengan saya di kawasan ASEAN, yang telah saya kenal sejak lama. Ia seorang laki-laki yang hebat.

Saya ceritakan pada Anda kenapa ia seorang yang hebat.

Ketika ia menjabat sebagai Walikota Solo, saya membatalkan penerbangan ke Solo. Ia menelepon saya dan saya terkagum-kagum seorang walikota menelepon saya untuk memperjuangkan sebuah rute untuk warganya dan datang menemui saya. Siapa saya? Dan dia sangat rendah hati dan sederhana dan seseorang mengatakan pada saya ia akan menjadi Presiden Republik Indonesia, tentu saja saya tertawa. Namun, dua tahun kemudian ia benar-benar menjadi Presiden Indonesia. Itu adalah investasi terbaik yang pernah ada.


Anda sering terlihat mengunjungi Istana untuk menemui Jokowi. Pertemuan itu apakah soal pembicaraan persahabatan biasa atau soal bisnis?

Saya tidak yakin ia punya banyak waktu hanya untuk berbicara dengan saya. Ia harus menjalankan sebuah negara.

Pidatonya di Sydney sangat jelas. Ia sangat jelas soal pariwisata. Pariwisata adalah sebuah pekerjaan yang besar dan ia menyadari AirAsia dapat menjadi salah satu maskapai yang dapat membuat pariwisata Indonesia menjadi lebih baik. Dan jujur saja kami punya pengalaman di bidang konektivitas. Saya kira ia memanfaatkan itu untuk mewujudkan rencananya.

Indonesia adalah negara yang mengagumkan. Namun jika Anda meminta seseorang menyebut nama sebuah tempat di Indonesia, mereka akan menjawab Bali. Padahal, Bali hanya satu dari begitu banyak tempat hebat di Indonesia.

Saya ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia lebih luas dari Bali. Silangit benar-benar indah, begitu juga Belitung, Ambon, ada begitu banyak tenpat indah di negara Anda. Kami bisa membantu. Kenapa tidak?


Indonesia AirAsia mengalami kerugian tahun lalu. Apakah rencana Anda untuk membalikkan situasi tersebut?

Kami sebenarnya memiliki kinerja yang baik tahun lalu namun terjadi [letusan] gunung berapi. Indonesia bukan berarti tanpa tantangan. Namun, apa yang bisa Anda lakukan bila terjadi letusan gunung berapi dan Anda tidak bisa terbang lagi?

Kami sangat terdampak di kuartal pertama ini namun saya kira kami akan membalikkannya. Kami sedang mengembangkan Medan. Sekarang kami pikir Medan adalah tempat yang hebat untuk orang-orang China dan India yang datang ke Indonesia dan kemudian melanjutkan perjalanan melihat Indonesia dari sana. Jadi,kami yakin akan menghasilkan uang tahun ini. Namun, jika terjadi lagi letusan gunung berapi atau hal lain, kami tidak dapat mencegahnya.


Bisakah Anda bercerita tentang masa kecil Anda?

Saya bukanlah seorang yang miskin. Saya datang dari keluarga kelas menengah. Ibu saya seorang wanita yang luar biasa. Ia seorang saleswoman, seorang guru musik yang menjadi saleswoman. Ia berjualan es dan saya belajar banyak darinya.

Ayah saya seorang dokter yang sangat berbeda dari ibu saya. Ia seorang laki-laki yang baik yang percaya bahwa obat-obatan haruslah murah.

Saya memiliki masa kecil yang hebat, banyak musik, banyak kesenangan.

Ibu saya meninggal ketika saya kecil dan kejadian itu sangat memengaruhi saya. Saya kemudian dikirim belajar ke Inggris. Itu pengalaman yang sangat menyenangkan sekaligus menakutkan jika Anda belum pernah bepergian ke negara lain.

Saya punya mimpi-mimpi. Saya bermimpi memiliki maskapai. Saya mengatakannya pada ayah saya ketika berusia lima tahun. Tentu saja ia tertawa. Saya ingin punya klub sepakbola, saya ingin punya tim Formula Satu.

Saya salah satu dari orang-orang beruntung yang bermimpi besar namun mampu mewujudkannya. Saya tidak selalu berhasil, ada beberapa kegagalan besar, namun hidup adalah tentang hidup. Saya tidak menyesal pernah gagal. Saya ingin melakukan apa yang ingin saya lakukan. Apalah artinya menjadi miliuner namun tidak pernah menikmati hidup.

Orang-orang sering menyamakan hidup dengan kesuksesan namun ini tentang melakukan berbagai hal, belajar hal-hal baru, bukan hanya tentang berapa banyak uang yang kamu punya.

Kesuksesan terbesar saya adalah menciptakan tenaga kerja, merekrut laki-laki dan perempuan untuk menjadi pilot. Jadi, hidup itu menyenangkan dan saya merekomendasikan orang-orang untuk menikmati hidup mereka layaknya ini hari terakhirnya dan hidup akan jadi lebih menyenangkan.


Bisakah Anda ceritakan pengalaman Anda menjadi godfather musik dangdut di Malaysia?

Tentu saja. Dulu ketika saya masih bekerja di industri musik, ada seorang perempuan yang membawa kaset ke kantor saya dan duduk selama delapan hingga sembilan jam untuk menunggu bertemu saya.

Saya memutuskan menemuinya sebelum saya pulang karena menghargainya yang sudah duduk menunggu saya.

Saya memutar kasetnya. Saya belum pernah mendengar dangdut sebelumnya. Dan wow! Ini adalah musik yang fantastis! Namanya EMilina dan dia menjadi bintang besar di Malaysia.

Saya kemudian mulai mempelajari dangdut. Saya pergi ke klub dangdut, saya pergi ke Bandung.

Itu seperti mempelajari rute baru. Dangdut selalu dilihat sebagai musik kelas bawah. Menurut saya, dangdut adalah musik yang merakyat seperti Kpop. Musiknya ceria, membuat bergoyang.

Saya membuat dangdut jadi sedikit pop karena dangdut bisa menjadi terlalu berat bagi beberapa orang. Saya memiliki produser di Indonesia, saya merekamnya di Bandung, dan menghasilkan banyak uang dari menjual musik dangdut. (prm/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading